Sumber ilustrasi: Pixabay
19 Desember 2025 09.35 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [19.12.2025] Penciptaan bahasa fiksi atau constructed language (conlang) semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan dunia film, TV, dan sastra untuk menghadirkan pengalaman yang imersif. Fenomena ini terlihat jelas dalam dunia Avatar, Star Trek, dan karya-karya lain yang menghadirkan bahasa fiksi sebagai medium komunikasi lengkap. Bahasa Na’vi, Klingon, serta sejumlah conlang modern menjadi bukti bahwa bahasa yang sepenuhnya diciptakan dapat berfungsi layaknya bahasa natural. Harapan penciptanya bukan sekadar menciptakan kosakata unik, tetapi membangun sistem komunikasi yang mampu mengekspresikan gagasan kompleks, sekaligus membuka peluang penelitian mengenai bagaimana manusia memproses bahasa.
Pendekatan multidisipliner turut memperkaya pemahaman tentang bahasa fiksi. Ahli linguistik, antropolog bahasa, dan neurosaintis bekerja bersama dalam menggali bagaimana konlang dapat dibangun serta dipelajari. Selain itu, semakin banyak penggemar yang secara mandiri mempelajari bahasa fiksi, melahirkan komunitas global yang aktif. Fenomena ini mendorong para peneliti menilai apakah conlang dapat menjadi jendela untuk memahami proses kognitif dan struktur dasar bahasa manusia.
Sebagai pencipta bahasa Na’vi, Paul Frommer memulai proses penciptaan dengan menentukan sistem bunyi. Menurut penjelasannya, tahap awal ini menentukan identitas sebuah bahasa dan dipengaruhi oleh latar budaya maupun karakter makhluk yang menggunakan bahasa tersebut. Dalam kasus Na’vi, pengaruh nuansa Polinesia menjadi acuan yang menggiring pada pemilihan konsonan tak bersuara dibanding versi bersuaranya. Kebijakan fonologis seperti ini bertujuan memastikan bahasa terasa konsisten dengan dunia yang dibangun dalam film Avatar.
Di sisi lain, Marc Okrand mengambil pendekatan berlawanan saat menciptakan Klingon untuk Star Trek. Tujuannya adalah menciptakan bahasa yang terasa asing bagi penutur bahasa Inggris. Keputusan itu diwujudkan dalam kombinasi bunyi yang tidak ditemukan bersama di bahasa natural, termasuk konsonan yang dianggap keras dan sulit diucapkan. Sementara itu, Christine Schreyer, ketika menciptakan bahasa Beama untuk film Alpha, menelusuri bahasa proto sebagai inspirasi, menghasilkan perpaduan bunyi dari perkiraan bahasa purba yang pernah digunakan manusia 20.000 tahun lalu.
Tahapan berikutnya adalah penentuan struktur kata dan aturan morfologi. Para ahli mencatat bahwa setiap bahasa memiliki batasan tertentu mengenai kombinasi bunyi yang dapat mengawali atau mengakhiri kata. Suku kata yang cenderung vokalik seperti dalam Beama, atau kluster konsonan padat seperti dalam bahasa Georgia, dapat membentuk kepribadian fonologis bahasa tersebut. Untuk kata kerja dan kata benda, pengembang conlang sering mengambil inspirasi dari bahasa natural, misalnya bentuk dual dalam bahasa Arab yang menjadi rujukan David Peterson ketika menciptakan High Valyrian.
Dalam hal tata bahasa, keputusan struktural penting seperti urutan kata memberikan fondasi bagi keseluruhan sistem. Klingon menggunakan urutan objek–verba–subjek yang jarang ditemukan pada bahasa dunia, menciptakan nuansa linguistik yang benar-benar asing. Conlang lain seperti High Valyrian menyesuaikan struktur ini hingga ke penempatan adposition. Sejumlah bahasa fiksi pun terus berkembang, seperti Na’vi yang menerima kosa kata baru melalui interaksi komunitas penggemar.
Di tengah maraknya dunia conlang, penelitian neurolinguistik menemukan bahwa otak manusia merespons bahasa fiksi serupa dengan bahasa natural. Penelitian Saima Malik-Moraleda menunjukkan bahwa penutur bahasa-bahasa fiksi seperti Na’vi, Klingon, High Valyrian, dan Dothraki mengaktifkan pusat bahasa otak ketika mendengar bahasa yang mereka pelajari. Hal ini menunjukkan bahwa selama bahasa tersebut memiliki struktur dan aturan, otak memperlakukannya sebagai bahasa sejati, bukan sekadar kode buatan.
Fenomena pembelajaran conlang juga berdampak pada upaya pelestarian bahasa. Pengalaman Christine Schreyer mengamati pembelajar Na’vi menginspirasi penggunaan teknik serupa untuk menghidupkan kembali bahasa Tlingit bersama komunitas adat di Kanada. Media digital, audio interaktif, dan platform belajar daring, yang awalnya dimanfaatkan penggemar fiksi, kini diaplikasikan untuk menjaga keberlangsungan bahasa-bahasa terancam punah.
Komunitas conlang global terus berkembang, baik melalui forum daring, pertemuan tahunan, hingga kursus bahasa khusus seperti Klingon di Duolingo. Selain itu, banyak pencipta bahasa amatir yang memanfaatkan kreativitas pribadi untuk menghasilkan bahasa tersembunyi, bahasa berbasis musik, atau bahkan bahasa berbasis simpul. Praktik ini membuktikan bahwa penciptaan bahasa tidak memerlukan latar belakang akademik formal, melainkan ketertarikan mendalam pada pola komunikasi manusia.
Penciptaan bahasa fiksi kini menjadi lebih dari sekadar upaya memperkaya dunia cerita; bidang ini telah membuka wawasan baru mengenai bagaimana bahasa bekerja, bagaimana manusia belajar bahasa, dan bagaimana otak merespons struktur linguistik. Dari Na’vi hingga Klingon, setiap bahasa dirancang melalui proses ilmiah yang mencakup pemilihan bunyi, pembentukan kata, dan penyusunan tata bahasa yang logis. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa yang sepenuhnya diciptakan tetap dapat berfungsi sebagaimana bahasa natural.
Seiring berkembangnya komunitas pembelajar dan meningkatnya penelitian di bidang neurolinguistik serta revitalisasi bahasa, conlang membuktikan perannya dalam dunia pendidikan, penelitian, dan budaya populer. Dengan perpaduan seni dan sains, pembuatan bahasa fiksi tidak hanya memperkaya dunia imajinasi tetapi juga membantu mengungkap struktur dasar komunikasi manusia.
Diolah dari artikel:
“How to invent a language — like that of Avatar’s Na’vi” oleh Maria Temming.
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.snexplores.org/article/language-conlang-avatar-navi-klingon-dothraki