Kucing Lebih Sering Mengeong pada Pria untuk Mendapatkan Perhatian, Studi Menunjukkan

Sumber ilustrasi: Pixabay
3 Januari 2026 09.15 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [03.01.2026] Selama ribuan tahun domestikasi, kucing telah mengembangkan kemampuan mengeong untuk mendapatkan perhatian dari manusia. Meskipun sering dianggap pendiam atau mandiri, kucing sebenarnya sangat komunikatif dan mampu menyesuaikan diri dengan kelompok sosial manusia. Penelitian terbaru di Turki menemukan bahwa kucing lebih vokal saat menyapa pemilik pria dibanding pemilik wanita, menunjukkan kemampuan kognitif kucing dalam menyesuaikan interaksi dengan manusia.

Interaksi vokal ini merupakan salah satu bentuk sosial kucing yang memperkuat ikatan dengan manusia. Salam kucing tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga menunjukkan pencarian kontak sosial aktif. Penelitian ini mencoba memetakan bagaimana kucing menyapa manusia dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perilaku vokal tersebut.

Dalam penelitian, 40 pemilik kucing dilengkapi kamera untuk merekam 100 detik pertama interaksi dengan kucing setelah pulang ke rumah. Peserta diminta bertindak normal agar perilaku yang direkam mencerminkan interaksi sehari-hari. Dari 31 peserta yang dianalisis, kucing lebih vokal terhadap pria dibanding wanita saat pemilik masuk ke rumah. Faktor demografis lain tidak berpengaruh signifikan terhadap frekuensi atau durasi salam kucing.

Analisis lebih lanjut memperhitungkan jenis kelamin kucing, status ras, dan jumlah kucing di rumah, namun hanya jenis kelamin manusia yang memengaruhi vokalisasi kucing. Peneliti menduga bahwa wanita cenderung lebih aktif secara verbal dengan kucing dan lebih mampu memahami kebutuhan mereka, sehingga kucing perlu lebih banyak mengeong untuk menarik perhatian pria.

Selain faktor biologis, faktor budaya juga dianggap berperan. Interaksi manusia dengan kucing berbeda antar budaya, dan hal ini memengaruhi perilaku kucing. Peserta penelitian berada di Turki, di mana pria cenderung kurang komunikatif dengan kucing dibanding wanita. Temuan ini menegaskan fleksibilitas sosial kucing dalam menyesuaikan diri dengan kebiasaan manusia di lingkungan tertentu, meskipun bukan bukti preferensi terhadap jenis kelamin tertentu.

Studi ini juga menemukan bahwa meongan dan vokalisasi kucing tidak menunjukkan pola perilaku tertentu yang terkait dengan keadaan emosional atau kebutuhan spesifik. Hasil ini hanya mencerminkan respons kucing terhadap interaksi manusia dalam konteks tertentu. Penelitian ini memiliki keterbatasan, termasuk ukuran sampel kecil, peserta dari satu wilayah, dan tidak mengontrol faktor-faktor lain seperti tingkat lapar kucing, jumlah orang di rumah,

Penelitian menunjukkan bahwa kucing lebih vokal saat menyapa pemilik pria dibanding wanita, menyoroti kemampuan adaptasi sosial kucing terhadap manusia. Faktor utama yang memengaruhi vokalisasi ini adalah jenis kelamin manusia, sementara faktor lain seperti jenis kelamin kucing, jumlah kucing, atau status ras tidak berpengaruh signifikan.

Hasil ini menekankan fleksibilitas sosial kucing dan menunjukkan bahwa perilaku vokal kucing bersifat situasional dan dipengaruhi oleh interaksi manusia serta budaya. Penelitian lebih lanjut di berbagai konteks budaya diperlukan untuk memahami apakah temuan ini berlaku secara universal atau hanya relevan pada lingkungan tertentu.

Diolah dari artikel:
“Cats meow more at men to get their attention, study suggests” oleh James Price.

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.livescience.com/animals/domestic-cats/cats-meow-more-at-men-to-get-their-attention-study-suggests

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *