Sumber ilustrasi: Unsplash
2 Februari 2026 11.45 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [02.02.2026] Bulan tampak sangat besar saat berada dekat cakrawala, meskipun secara fisik seharusnya sedikit lebih kecil dibandingkan ketika berada di puncak langit. Fenomena ini, yang dikenal sebagai ilusi bulan, telah membingungkan pengamat langit selama ribuan tahun. Penjelasan awal, termasuk dari Aristoteles, menyebut kabut atau pembiasan cahaya di atmosfer sebagai penyebabnya, tetapi pengamatan modern menunjukkan pembiasan justru membuat bulan tampak gepeng, bukan membesar.
Ilusi bulan kemungkinan besar terjadi akibat cara otak manusia membangun persepsi visual. Persepsi ukuran bukan hanya tergantung pada citra yang jatuh di retina, tetapi juga bagaimana otak menafsirkan jarak dan konteks visual di sekitarnya. Saat bulan berada di dekat cakrawala, ukurannya dibandingkan dengan objek di permukaan Bumi seperti pepohonan atau bangunan, sehingga terlihat lebih besar. Meski demikian, bulan tetap terlihat membesar di atas permukaan datar seperti lautan, menunjukkan faktor persepsi otak lebih kompleks daripada sekadar kontras dengan objek dekat.
Para ilmuwan menyebut persepsi ukuran sebagai proses dua tahap. Pertama, retina menangkap ukuran objek. Kedua, otak menilai ukuran berdasarkan jarak yang dipersepsikan, sesuai prinsip Hukum Emmert. Penelitian pada 1962 yang diterbitkan di Science menunjukkan bahwa bulan yang ditempatkan di ujung cakrawala terlihat lebih besar karena otak menganggapnya lebih jauh, sementara bulan tanpa referensi jarak tidak menimbulkan ilusi. Fenomena ini mirip dengan ilusi Ponzo, di mana garis dengan ukuran sama tampak berbeda karena perspektif latar belakang.
Langit sering dipersepsikan manusia sebagai kubah pipih, bukan setengah bola. Persepsi ini membuat objek di dekat cakrawala dianggap lebih jauh daripada objek yang berada tepat di atas kepala, sehingga ukuran fisik yang sama tampak lebih besar di posisi rendah. Ilusi ini dapat diamati melalui percobaan sederhana di rumah: menatap benda terang lalu mengalihkan pandangan ke dinding kosong, di mana ukuran bayangan tampak berubah saat berpindah jarak.
Fenomena bulan tampak lebih besar saat dekat cakrawala merupakan hasil dari mekanisme persepsi visual otak manusia. Kontras dengan objek di permukaan Bumi dan interpretasi jarak oleh otak membuat bulan terlihat membesar, meski ukuran fisiknya tetap sama. Prinsip ini menegaskan bahwa persepsi manusia bukan sekadar pantulan dunia nyata, tetapi konstruksi otak yang menggabungkan ukuran, jarak, dan konteks.
Pengamatan bulan, selain memberikan pengalaman estetis, juga mengungkap bagaimana otak mengolah informasi visual untuk menafsirkan dunia. Ilusi bulan merupakan contoh nyata interaksi kompleks antara pandangan mata dan interpretasi otak, sekaligus menyoroti keterbatasan persepsi manusia dalam memahami ukuran dan jarak.
Diolah dari artikel:
“Why does the moon look larger when it’s on the horizon?” oleh Alice Sun.
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.livescience.com/space/the-moon/why-does-the-moon-look-larger-when-its-on-the-horizon