Mendengarkan Musik Favorit Tingkatkan Daya Tahan Saat Olahraga?

Sumber ilustrasi: Unsplash
10 Mei 2026 14.10 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [10.05.2026] Apakah anda senang mendengarkan musik, terutama ketika sedang berolahraga? Musik diperhatikan oleh para peneliti mampu memengaruhi suasana hati dan motivasi seseorang saat berolahraga. Banyak atlet maupun masyarakat umum menggunakan daftar lagu tertentu untuk menjaga ritme latihan, meningkatkan semangat, atau mengurangi rasa bosan selama aktivitas fisik. Dalam dunia olahraga, sejumlah penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan performa fisik dengan mengubah persepsi terhadap rasa lelah dan ketidaknyamanan. Namun, seberapa besar pengaruh musik favorit terhadap kemampuan tubuh bertahan dalam latihan intensitas tinggi masih terus dipelajari oleh para ilmuwan.

Sebuah studi terbaru dari University of Jyväskylä menemukan bahwa mendengarkan musik pilihan sendiri dapat meningkatkan daya tahan olahraga hingga hampir 20 persen. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa peserta mampu bertahan lebih lama saat bersepeda intensitas tinggi ketika mendengarkan lagu favorit mereka dibandingkan ketika berolahraga dalam kondisi tanpa musik.

Penelitian dipublikasikan dalam jurnal Psychology of Sport & Exercise dan dipimpin oleh Andrew Danso dari Centre of Excellence in Music, Mind, Body and Brain milik JYU. Danso menjelaskan bahwa musik pilihan sendiri tidak secara langsung meningkatkan kebugaran atau membuat jantung bekerja jauh lebih keras, tetapi membantu seseorang mempertahankan usaha fisik lebih lama tanpa merasa lebih terbebani pada akhir latihan.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan melibatkan 29 orang dewasa aktif secara rekreasional untuk menjalani dua sesi tes bersepeda dengan intensitas tinggi yang sama, sekitar 80 persen dari kekuatan puncak masing-masing peserta. Satu sesi dilakukan dalam kondisi tanpa musik, sementara sesi lainnya memperbolehkan peserta mendengarkan daftar lagu favorit pilihan mereka sendiri.

Sebagian besar lagu yang dipilih peserta berada pada rentang tempo sekitar 120 hingga 140 ketukan per menit, tempo yang umum ditemukan pada musik olahraga dan latihan kebugaran. Para peneliti menemukan bahwa peserta mampu bersepeda rata-rata selama 35,6 menit ketika mendengarkan musik. Dalam kondisi tanpa musik, rata-rata waktu bertahan turun menjadi sekitar 29,8 menit. Perbedaan tersebut menunjukkan peningkatan daya tahan hampir 20 persen.

Analisis penelitian menunjukkan bahwa peserta tidak hanya mampu berolahraga lebih lama, tetapi juga membakar lebih banyak energi selama sesi latihan dengan musik. Meskipun demikian, tingkat detak jantung dan kadar laktat pada akhir kedua tes tetap berada pada tingkat yang hampir sama. Temuan tersebut menunjukkan bahwa musik tidak mengurangi tuntutan fisik dari latihan, melainkan membantu peserta mentoleransi rasa tidak nyaman lebih lama.

Para peneliti menggambarkan kondisi tersebut sebagai kemampuan bertahan lebih lama dalam “zona nyeri”, yaitu fase ketika tubuh mulai mengalami ketidaknyamanan akibat latihan intensitas tinggi. Musik tampaknya membantu mengubah persepsi psikologis terhadap rasa berat selama olahraga tanpa mengurangi intensitas latihan itu sendiri.

Danso menjelaskan bahwa banyak orang kesulitan mempertahankan latihan berat karena rasa lelah muncul terlalu cepat. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa memberikan kebebasan kepada seseorang untuk memilih musik motivasi sendiri dapat membantu meningkatkan waktu latihan berkualitas yang dijalani. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kebugaran, memperbaiki kepatuhan terhadap program olahraga, dan membantu lebih banyak orang tetap aktif secara fisik.

Penelitian ini juga memiliki implikasi lebih luas terhadap kesehatan masyarakat. Rendahnya tingkat aktivitas fisik masih menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes. Jika musik dapat membantu masyarakat berolahraga lebih lama dan lebih nyaman, pendekatan sederhana tersebut berpotensi menjadi strategi murah dan mudah untuk meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.

Penelitian dilakukan melalui kerja sama antara Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial serta Fakultas Ilmu Olahraga dan Kesehatan di University of Jyväskylä, Finnish Institute of High Performance Sport (KIHU), dan Springfield College. Para peneliti juga menilai bahwa penggunaan musik dapat diterapkan tidak hanya bagi atlet profesional, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin mempertahankan konsistensi olahraga.

Temuan terbaru menunjukkan bahwa musik favorit dapat menjadi alat sederhana namun efektif untuk meningkatkan daya tahan olahraga tanpa meningkatkan rasa lelah secara signifikan. Dengan membantu seseorang bertahan lebih lama dalam latihan intensitas tinggi, musik berpotensi meningkatkan kualitas latihan, memperbaiki kebugaran fisik, serta mendorong lebih banyak orang untuk tetap aktif dalam jangka panjang. Penelitian ini memperlihatkan bahwa faktor psikologis seperti preferensi musik dapat memainkan peran penting dalam performa olahraga dan kesehatan masyarakat.

Diolah dari artikel:
“Scientists say this simple music trick can boost workout endurance by 20%” oleh University of Jyväskylä – Jyväskylän yliopisto. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/05/260508003123.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *