Sumber ilustrasi: Pixabay
19 November 2025 14.20 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [19.11.2025] Banyak orang mengenal vitamin sebagai pil multivitamin atau kapsul suplemen yang dijual bebas. Persepsi ini telah lama melekat dalam kehidupan modern di mana konsumsi suplemen sering dianggap cara paling mudah untuk menjaga kesehatan. Akan tetapi, para ahli gizi dan kedokteran menegaskan bahwa sumber utama vitamin sebenarnya berasal dari makanan alami. Tubuh manusia membutuhkan sejumlah kecil zat ini untuk berfungsi dengan baik, dan sebagian besar dapat diperoleh melalui pola makan seimbang yang mencakup sayuran, buah-buahan, biji-bijian, serta sumber protein.
Vitamin tergolong ke dalam kelompok mikronutrien bersama dengan mineral. Keduanya dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi memiliki dampak yang besar terhadap kelangsungan hidup. Meski sama-sama esensial, vitamin dan mineral memiliki perbedaan mendasar dari sisi kimiawi. Mineral berasal dari unsur alami dalam tanah dan air, seperti kalsium atau zat besi, sedangkan vitamin merupakan molekul organik yang mengandung unsur karbon dan terdiri dari berbagai elemen penyusun. Karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi sebagian besar vitamin dan mineral, sumber utamanya tetap berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Secara keseluruhan, terdapat 13 jenis vitamin yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Delapan di antaranya dikenal sebagai vitamin B kompleks, sementara sisanya adalah vitamin A, C, D, E, dan K. Masing-masing memiliki fungsi vital dalam mendukung sistem organ, jaringan, serta sel. Vitamin B kompleks, misalnya, membantu tubuh memecah makanan menjadi energi, sedangkan vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah. Vitamin A berkontribusi terhadap kesehatan paru-paru, kulit, dan penglihatan, menjadikannya salah satu komponen penting dalam metabolisme tubuh.
Salah satu vitamin yang menonjol adalah vitamin D. Zat ini termasuk prohormon yang kemudian diubah oleh ginjal menjadi hormon aktif. Peran vitamin D sangat luas, mulai dari memperkuat tulang dan otot hingga membantu tubuh melawan penyakit tertentu, termasuk jenis kanker dan infeksi. Sementara itu, vitamin C dan E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel serta DNA dari radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak struktur biologis tubuh bila kadarnya berlebihan. Vitamin C juga memiliki peran khusus dalam menjaga sistem kekebalan dan membantu pembentukan kolagen, protein penting yang menjadi fondasi bagi jaringan kulit dan sistem pernapasan.
Vitamin tidak hanya bekerja pada satu organ atau fungsi tertentu. Menurut peneliti nutrisi dari University of South Australia, kesehatan tubuh bergantung pada kerja sinergis berbagai vitamin yang saling mendukung. Ketika sistem tubuh terpelihara dengan baik, daya tahan terhadap penyakit pun meningkat secara alami.
Dari segi sifat kimia, vitamin terbagi menjadi dua kategori utama: larut air dan larut lemak. Vitamin B kompleks dan vitamin C termasuk dalam kelompok larut air, artinya mudah larut dalam cairan tubuh seperti darah. Jenis ini banyak ditemukan pada buah dan sayuran yang rendah lemak. Tubuh tidak menyimpan kelebihan vitamin larut air; sisanya akan dikeluarkan melalui urin.
Sebaliknya, vitamin A, D, E, dan K termasuk larut lemak. Keempat vitamin ini banyak terdapat dalam makanan berlemak dan memerlukan lemak agar dapat diserap dengan baik oleh tubuh. Hati dan jaringan tubuh mampu menyimpan kelebihannya untuk digunakan di kemudian hari. Bahkan pada individu dengan kadar lemak tubuh rendah, cadangan ini tetap ada dalam jumlah kecil.
Menariknya, dua dari vitamin larut lemak, D dan K, dapat diproduksi oleh tubuh. Bakteri di usus menghasilkan vitamin K, sementara vitamin D terbentuk di kulit melalui paparan sinar ultraviolet dari matahari. Namun, berbagai faktor seperti penggunaan tabir surya berlebihan, pakaian tertutup, waktu yang minim di luar ruangan, kulit berpigmen gelap, dan lokasi geografis di lintang tinggi dapat membatasi produksi vitamin D alami. Akibatnya, banyak orang mengalami kekurangan vitamin ini meski tinggal di daerah yang mendapat cukup sinar matahari.
Diolah dari artikel:
“What are vitamins?” oleh Science News Explores.
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.