Sumber ilustrasi: Pixanay
20 November 2025 12.35 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Dalam konteks asupan harian, sebagian besar vitamin dapat diperoleh dari makanan alami. Buah, sayuran, biji-bijian, dan daging merupakan sumber yang kaya akan vitamin. Meskipun suplemen makanan banyak beredar di pasaran, baik yang bersifat sintetis maupun alami, penggunaan rutin tidak selalu diperlukan bagi orang dengan pola makan seimbang. Para ahli nutrisi menekankan bahwa manusia berevolusi dengan mengonsumsi makanan utuh, bukan dari suplemen buatan.
Makanan utuh mengandung lebih banyak komponen gizi dibandingkan suplemen. Sebagai contoh, jeruk tidak hanya kaya vitamin C tetapi juga mengandung ratusan senyawa bioaktif lain seperti fitonutrien yang memberi warna alami pada buah dan sayur. Fitonutrien tersebut diyakini berperan dalam meningkatkan kesehatan dan melindungi tubuh dari penyakit degeneratif. Para ilmuwan pun masih terus menemukan jenis-jenis baru dari senyawa ini.
Meski demikian, dalam kondisi tertentu, suplemen tetap memiliki manfaat. Beberapa orang dengan gangguan kesehatan atau kesulitan menyerap nutrisi mungkin memerlukan tambahan vitamin. Vitamin D, misalnya, sulit diperoleh dalam jumlah cukup hanya dari makanan, sehingga suplementasi bisa menjadi solusi bagi individu dengan kulit gelap atau yang jarang terpapar sinar matahari. Namun, konsumsi suplemen sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan tenaga medis, karena interaksi antara vitamin dan obat tertentu dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Kelebihan asupan vitamin juga bisa berbahaya. Vitamin A dikenal dapat menyebabkan efek toksik jika dikonsumsi secara berlebihan. Meski jarang terjadi melalui makanan, kasus keracunan lebih sering muncul akibat penggunaan suplemen yang tidak terkontrol. Akumulasi vitamin larut lemak di jaringan tubuh dapat menimbulkan efek samping serius, dan bahkan vitamin larut air seperti B6 pun bisa menyebabkan kerusakan saraf jika dikonsumsi dalam dosis sangat tinggi.

Peningkatan kasus kelebihan vitamin B6 dilaporkan di Australia, terutama karena zat ini sering ditambahkan dalam minuman energi dan produk diet. Gejala awalnya berupa rasa kesemutan di ujung jari dan kaki, yang jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf. Para ahli menilai bahwa pendekatan terbaik untuk menjaga kesehatan tetaplah melalui pola makan alami dengan gizi seimbang, bukan dengan mengandalkan suplemen.
Vitamin merupakan komponen esensial yang menjaga keseimbangan fungsi tubuh manusia. Zat ini bekerja dalam jumlah kecil, namun memiliki dampak besar terhadap sistem organ, jaringan, dan metabolisme. Setiap jenis vitamin memiliki peran tersendiri—mulai dari menjaga daya tahan tubuh, memperkuat tulang, hingga melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Memahami cara kerja, sumber alami, serta kebutuhan harian vitamin merupakan langkah penting dalam upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Konsumsi makanan utuh yang bervariasi tetap menjadi cara paling efektif untuk memenuhi kebutuhan vitamin. Suplemen dapat berfungsi sebagai pelengkap bagi individu dengan kondisi tertentu. Namun demikian penggunaannya perlu dikontrol dengan bijak. Pola makan seimbang, paparan sinar matahari yang cukup, dan gaya hidup sehat merupakan kunci utama agar tubuh memperoleh vitamin dalam kadar optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Diolah dari artikel:
“What are vitamins?” oleh Science News Explores.
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.