Sumber ilustrasi: Freepik
6 September 2025 11.35 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [06.09.2025] Membedakan kera dan monyet tampak mudah bila hanya melihat bentuk luar. Keduanya merupakan primata modern dengan ciri khas yang berbeda, baik dari sisi fisik maupun perilaku. Monyet umumnya memiliki ekor, bahkan beberapa spesies memiliki ekor prehensil yang dapat digunakan untuk menggenggam dan menopang. Mereka berjalan dengan keempat tungkai, dengan panjang kaki dan tangan yang hampir sama serta tulang belakang yang fleksibel.
Dari sisi klasifikasi, monyet terbagi menjadi dua kelompok besar. Monyet Dunia Lama tinggal di Afrika dan Asia, sementara Monyet Dunia Baru hidup di Amerika Tengah dan Selatan. Monyet Dunia Lama juga dikenal sebagai Afro-Eurasia, sedangkan Monyet Dunia Baru disebut Neotropis.
Kera memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan monyet. Ketiadaan ekor menjadi ciri utama, disertai dengan rencana tubuh orthograde yang memungkinkan berdiri tegak. Proporsi anggota tubuh juga khas: lengan kera lebih panjang daripada kaki, kecuali pada manusia yang memiliki kaki lebih panjang. Selain itu, ukuran otak kera relatif lebih besar dibandingkan tubuhnya, suatu faktor penting dalam kemampuan kognitif.
Menurut penjelasan kurator primata dari Smithsonian’s National Zoo and Conservation Biology Institute, monyet memang mampu berpikir kompleks, tetapi kapasitas kognitif mereka umumnya lebih rendah daripada kera. Kera terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kera besar dan kera kecil. Kera besar mencakup simpanse (Pan troglodytes), gorila timur (Gorilla beringei), gorila barat (Gorilla gorilla), bonobo (Pan paniscus), serta orangutan (Pongo). Seluruh kera besar kecuali orangutan hidup di Afrika, sedangkan orangutan berasal dari Asia Tenggara. Kera kecil terdiri dari gibon dan siamang, yang juga mendiami Asia Tenggara.

Akan tetapi, perbedaan antara kera dan monyet tidak sesederhana itu bila ditinjau dari sudut evolusi. Seorang peneliti senior antropologi biologi dari American Museum of Natural History di New York menekankan bahwa pandangan sederhana biasanya hanya didasarkan pada hewan yang masih hidup. Dalam sebuah kajian di jurnal Science tahun 2021, yang dipimpin oleh peneliti tersebut, dijelaskan bahwa manusia terpisah dari garis keturunan kera, khususnya simpanse, antara 9,3 hingga 6,5 juta tahun yang lalu.
Lebih jauh lagi, pemisahan antara kera dan monyet terjadi jauh sebelumnya, sekitar 23 hingga 34 juta tahun silam. Hal ini terungkap dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 2013. Tim peneliti menemukan fosil primata di Cekungan Rukwa Rift, Tanzania barat daya. Fosil tersebut terdiri dari sebagian rahang dengan tiga gigi milik kera serta sebuah gigi geraham milik monyet. Keduanya kemudian diberi nama Rukwapithecus fleaglei untuk kera dan Nsungwepithecus gunnelli untuk monyet. Analisis geologi menunjukkan fosil itu berusia sekitar 25,2 juta tahun.
Meski begitu, para ilmuwan menyatakan bahwa catatan fosil tidak selalu memberikan jawaban pasti. Kurator primata dari Smithsonian menambahkan bahwa data fosil bisa menghasilkan interpretasi berbeda dan memicu perdebatan. Hal senada disampaikan peneliti dari New York tersebut yang menekankan bahwa kompleksitas evolusi primata masih lebih besar daripada yang diperkirakan, dan informasi yang tersedia belum cukup untuk menjawab semua pertanyaan.

Perbedaan mendasar antara monyet dan kera terlihat dari ciri fisik, perilaku, serta kapasitas otak. Monyet cenderung memiliki ekor, tubuh dengan proporsi seimbang, serta gaya hidup quadrupedal. Sementara itu, kera tidak memiliki ekor, memiliki proporsi anggota tubuh berbeda, serta otak lebih besar yang mendukung kemampuan kognitif tinggi. Klasifikasi juga membedakan monyet Dunia Lama dan Dunia Baru, serta kera besar dan kecil.
Namun demikian, sejarah evolusi menunjukkan bahwa garis keturunan keduanya telah terpisah puluhan juta tahun lalu, jauh sebelum manusia muncul sebagai bagian dari kera besar. Fosil-fosil yang ditemukan memberi gambaran awal tentang perbedaan tersebut, tetapi masih banyak aspek yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Kompleksitas evolusi primata menegaskan bahwa pemahaman kita masih terus berkembang seiring ditemukannya bukti baru.
Diolah dari artikel:
“What’s the difference between apes and monkeys?” oleh Elana Spivack.
Link: https://www.livescience.com/animals/monkeys/whats-the-difference-between-apes-and-monkeys