Apa Perbedaan Katak dan Kodok?

Sumber ilustrasi: Pixabay

7 September 2025 14.35 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [07.09.2025] Katak dan kodok termasuk dalam kelompok amfibi yang tergabung dalam ordo Anura. Keduanya sering kali dianggap sama, padahal terdapat sejumlah perbedaan mencolok, terutama pada bagian kaki dan tekstur kulit. Secara umum, kodok memiliki tubuh kekar, kaki lebih pendek, serta kulit kering dengan permukaan kasar menyerupai kutil. Sebaliknya, katak biasanya berkulit lembap dan halus, dengan kaki panjang yang memungkinkannya melompat lebih jauh.

Menurut lembaga konservasi satwa liar di Kanada, kelompok “katak sejati” terdiri dari sekitar 400 spesies yang termasuk dalam famili Ranidae. Sementara itu, lebih dari 300 spesies “kodok sejati” tergolong dalam famili Bufonidae. Fakta ini menunjukkan bahwa keragaman amfibi tersebut cukup besar, dan keduanya memainkan peran penting dalam ekosistem.

Perbedaan mencolok pertama dapat dilihat pada bentuk tubuh dan kemampuan bergerak. Katak umumnya memiliki kaki panjang yang memungkinkan lompatan jauh, sedangkan kodok lebih banyak berjalan karena kaki yang pendek dan tubuh yang gemuk. Dari sisi kulit, kodok umumnya menampilkan tekstur kering dengan tonjolan mirip kutil serta dilengkapi kelenjar parotoid yang mengeluarkan racun untuk bertahan dari predator.

Katak berbeda dengan kulit halus dan lembap, serta memiliki bantalan pada jari kaki yang berfungsi sebagai alat panjat. Katak hijau umum (Hylarana erythraea) yang berasal dari Asia Tenggara merupakan contoh dari famili Ranidae. Dari cara berkembang biak, perbedaan juga terlihat pada bentuk telur. Kodok biasanya bertelur dalam untaian panjang, sementara katak bertelur dalam gumpalan menyerupai buah anggur.

(Sumber: Pixabay)

Meski demikian, perbedaan tersebut tidak selalu mudah dikenali. Beberapa jenis katak dapat memiliki kulit berkutil, dan ada pula kodok dengan kulit halus serta berlendir. Fakta ini menyebabkan para ahli biologi kerap berselisih mengenai definisi tegas antara katak dan kodok. Kodok tebu (Rhinella marina) dari famili Bufonidae menjadi contoh amfibi beracun yang menambah kompleksitas identifikasi.

Selain bentuk fisik, warna tubuh juga menjadi sinyal pertahanan diri. Katak dan kodok dengan warna mencolok biasanya menandakan bahwa kulit mereka beracun. Sebaliknya, spesies dengan warna hijau atau cokelat bercorak samar mengandalkan kamuflase untuk menghindari predator. Ada pula spesies yang menggunakan kedua strategi sekaligus, seperti kodok api oriental yang menampilkan bagian atas tubuh berwarna hijau kusam namun memperlihatkan perut merah terang ketika terancam. Kodok juga dapat menggembungkan tubuh untuk terlihat lebih besar, sehingga predator kesulitan menelannya.

Perbedaan antara katak dan kodok terletak terutama pada bentuk tubuh, struktur kaki, jenis kulit, serta cara bertahan hidup. Katak umumnya memiliki kulit halus dan kaki panjang yang menunjang kemampuan melompat, sedangkan kodok lebih kekar dengan kulit kering berkutil serta kaki pendek untuk berjalan. Pola bertelur juga berbeda, di mana kodok cenderung menghasilkan untaian telur, sementara katak melepaskan telur dalam gumpalan.

Meski memiliki ciri khas masing-masing, sejumlah spesies tidak sepenuhnya sesuai dengan kategori tersebut. Beberapa katak bisa tampak mirip kodok, begitu pula sebaliknya. Perbedaan ini membuat identifikasi sering kali menimbulkan perdebatan di kalangan ilmuwan. Akan tetapi, baik katak maupun kodok sama-sama menunjukkan adaptasi unik yang membantu mereka bertahan di alam liar. (NJD)

Diolah dari artikel:
“What’s the difference between a frog and a toad?” oleh Elizabeth Howell.

Link: https://www.livescience.com/34432-frog-or-toad.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *