Sumber ilustrasi: Unsplash
8 April 2026 17.15 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [08.04.2026] Sekitar 7.300 tahun lalu, sebuah gunung api bawah laut di dekat Pulau Kyushu, Jepang, menghasilkan letusan dahsyat yang tercatat sebagai yang terbesar dalam эпох Holosen. Gunung api tersebut dikenal sebagai Kaldera Kikai, yang pada masa itu memuntahkan material vulkanik dalam jumlah sangat besar dan meninggalkan dampak luas di kawasan Jepang hingga Semenanjung Korea. Letusan Akahoya yang dihasilkannya diyakini menyebarkan abu dan material vulkanik ke area ribuan kilometer persegi serta memicu aliran piroklastik dalam jarak yang sangat jauh dari pusat letusan.
Sejak peristiwa besar tersebut, aktivitas gunung api ini tidak pernah mencapai skala yang sama, meskipun tetap menunjukkan tanda-tanda aktivitas melalui letusan kecil dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian sebelumnya juga telah menemukan indikasi aktivitas vulkanik baru di bawah kaldera, termasuk pembentukan kubah lava yang memunculkan kekhawatiran mengenai potensi erupsi di masa depan.
Para peneliti dari Universitas Kobe dan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology dalam studi terbaru melakukan survei seismik skala besar di wilayah kaldera yang sebagian besar berada di bawah laut. Dengan memanfaatkan gelombang seismik buatan yang dihasilkan oleh air-gun serta jaringan seismometer dasar laut, tim peneliti mampu memetakan struktur bawah permukaan secara lebih rinci.
Hasil penelitian menunjukkan adanya reservoir magma besar yang diyakini merupakan sumber utama letusan Akahoya di masa lalu. Analisis kimia mengungkapkan bahwa magma yang saat ini berada di dalam reservoir tersebut memiliki komposisi berbeda dari material yang pernah dimuntahkan sebelumnya, mengindikasikan bahwa magma tersebut bukan sisa lama, melainkan hasil injeksi baru.
Penelitian juga memperkuat temuan sebelumnya mengenai pembentukan kubah lava yang telah berlangsung selama sekitar 3.900 tahun, dan menunjukkan bahwa sistem vulkanik Kikai terus mengalami proses pengisian ulang secara bertahap dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Berdasarkan temuan tersebut, para ilmuwan mengusulkan model baru mengenai proses pengisian ulang magma pada kaldera besar. Model ini menjelaskan bagaimana magma dapat kembali terakumulasi dalam jumlah besar setelah letusan besar terjadi, sekaligus memberikan kerangka pemahaman yang lebih baik terhadap siklus erupsi jangka panjang.
Model tersebut dinilai konsisten dengan kondisi yang ditemukan pada kaldera besar lainnya di dunia, seperti Yellowstone di Amerika Serikat dan Toba di Indonesia. Pemahaman mengenai mekanisme ini menjadi sangat penting karena hingga kini proses akumulasi magma dalam skala besar masih menjadi salah satu misteri utama dalam ilmu vulkanologi.
Selain itu, lokasi Kikai yang berada di bawah laut justru memberikan keuntungan bagi penelitian karena memungkinkan survei sistematis berskala luas tanpa banyak gangguan dari aktivitas daratan. Hal ini membuka peluang untuk pengembangan metode pemantauan yang lebih akurat terhadap tanda-tanda awal aktivitas vulkanik besar.
Meskipun belum ada indikasi erupsi besar dalam waktu dekat, kepadatan populasi di wilayah sekitar Jepang saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan ribuan tahun lalu. Oleh karena itu, bahkan erupsi dengan skala lebih kecil sekalipun berpotensi menimbulkan dampak yang jauh lebih signifikan bagi manusia modern.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa Kaldera Kikai sedang mengalami proses pengisian ulang magma secara perlahan melalui injeksi magma baru, yang memperkuat pemahaman tentang siklus panjang gunung api besar dan memberikan dasar penting bagi upaya meningkatkan akurasi prediksi erupsi di masa depan.
Diolah dari artikel:
“One of Earth’s Most Explosive Volcanoes Is Quietly Refilling With Magma” oleh Russell McLendon. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencealert.com/one-of-earths-most-explosive-volcanoes-is-quietly-refilling-with-magma