Sumber ilustrasi: unsplash
22 Juni 2025 11.55 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [22.6.2025] Berita terbaru seputar perekonomian Indonesia. Pemerintah Indonesia menargetkan penandatanganan perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) yang dipimpin Rusia sebelum akhir tahun ini. Langkah ini diprediksi akan mendorong pertumbuhan ekspor komoditas strategis Indonesia ke kawasan tersebut, demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pernyataan resmi pada Jumat (20/6).
Airlangga menegaskan, perjanjian ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO), kopi, dan karet alam. Menurutnya, penyelesaian pembicaraan substantif menjadi sinyal kuat bahwa kesepakatan ini tinggal menunggu tahapan finalisasi teknis dan administratif. Dirinya berharap proses selanjutnya bisa segera diselesaikan agar perjanjian ini dapat ditandatangani tahun ini.
Sejalan dengan itu, pemerintah mencatat nilai perdagangan bilateral Indonesia-EAEU per Maret 2025 telah mencapai USD 1,6 miliar yang dimana angka tersebut melonjak 85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam hubungan ekonomi antara kedua pihak.
Sebagai informasi, EAEU merupakan salah satu pembeli utama minyak sawit Indonesia. Pada 2023, impor CPO dari Indonesia oleh negara-negara EAEU tercatat mencapai USD 544,64 juta. Di sisi lain, ekspor utama EAEU ke Indonesia antara lain terdiri atas pupuk dan ferro-alois, komoditas penting bagi sektor pertanian dan industri dalam negeri.
Penyelesaian negosiasi FTA ini diumumkan bersamaan dengan kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Rusia pekan ini. Dalam lawatannya, Presiden Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas kerja sama ekonomi dan geopolitik.
EAEU sendiri terdiri dari lima negara anggota: Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgistan, yang dimana kesemuanya merupakan blok ekonomi yang berupaya memperluas pengaruhnya di kawasan Asia dan Timur Tengah.
Perjanjian perdagangan bebas ini mencerminkan upaya Indonesia untuk mendiversifikasi mitra dagangnya, terutama di tengah ketegangan perdagangan global dan potensi hambatan dari negara-negara Barat. Akses ke pasar EAEU memberikan peluang baru bagi produk Indonesia di luar pasar tradisional seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Tiongkok.
Akan tetapi kemitraan dagang yang lebih erat dengan blok yang dipimpin Rusia juga berpotensi mengundang sorotan dari negara-negara Barat, terutama dalam konteks sanksi internasional terhadap Moskow akibat konflik Ukraina yang masih berlangsung. Indonesia perlu berhati-hati dalam menavigasi implikasi diplomatik dari kerja sama ini.
Dari sisi ekonomi global, kesepakatan ini mencerminkan pergeseran kekuatan perdagangan menuju poros Selatan dan Timur, di mana negara-negara berkembang semakin menjalin kerja sama lintas kawasan untuk mengurangi dominasi blok Barat. Jika berhasil, FTA ini bisa menjadi preseden bagi negara-negara Asia lainnya dalam membentuk poros perdagangan alternatif di tengah ketidakpastian geopolitik global. (NJD)
Sumber: Reuters