Kucing Liar Menemani Manusia di China Jauh Sebelum Kucing Domestik Hadir

Sumber ilustrasi: Pixabay
1 Desember 2025 16.50 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [01.12.2025] Penelitian terbaru menunjukkan bahwa manusia di China kuno hidup berdampingan dengan kucing macan tutul (Prionailurus bengalensis) lebih dari 3.500 tahun sebelum kucing domestik (Felis catus) dibawa ke wilayah tersebut melalui Jalur Sutra dari Eropa. Kucing macan tutul merupakan kucing liar kecil asli Asia Selatan, Tenggara, dan Timur, yang ternyata memiliki hubungan yang erat dengan manusia di masa lalu. Hubungan ini menunjukkan bahwa manusia dan kucing macan tutul memiliki interaksi yang kompleks dan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Kucing domestik modern diyakini berasal dari kucing liar Afrika (Felis lybica) dan telah beradaptasi dengan baik sehingga kini ditemukan di hampir semua benua. Meskipun demikian, waktu dan tempat domestikasi kucing masih diperdebatkan. Penelitian sebelumnya menyarankan Levant sekitar 9.500 tahun lalu atau Mesir sekitar 3.500 tahun lalu sebagai lokasi domestikasi. Hipotesis utama menyatakan bahwa kucing menyebar ke Eropa bersama petani Neolitik sekitar 2.500 tahun lalu dan kemudian dibawa ke China melalui Jalur Sutra.

Namun, temuan pada 2013 menunjukkan adanya kucing yang hidup berdampingan dengan manusia di China barat sejak sekitar 3300 SM. Analisis DNA pada 2022 mengonfirmasi bahwa kucing-kucing tersebut bukan kucing domestik, melainkan kucing macan tutul. Hal ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai durasi hubungan antara manusia dan kucing macan tutul serta proses kedatangan kucing domestik di China.

Untuk meneliti sejarah ini, peneliti melakukan penanggalan radiokarbon dan pengurutan DNA pada 22 tulang felid kuno yang ditemukan di 14 situs arkeologi di China, dengan usia berkisar dari 3500 SM hingga 1800 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14 individu yang berasal dari 730 M hingga 1800 M adalah kucing domestik. Kucing domestik tertua ditemukan di Kota Tongwan, pusat penting Jalur Sutra, dan penelitian lain menunjukkan adanya kucing domestik di Kazakhstan pada periode 775–940 M.

Gambaran paling awal kucing domestik di China tercatat dalam lukisan makam sekitar 820–830 M, serta catatan tertulis tentang permaisuri yang menghadiahkan kucing peliharaan kepada menteri-menterinya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kucing domestik tiba di China sekitar 700 M dan pada awalnya dianggap hewan eksotis yang dipelihara kalangan elit. Sementara itu, sisa-sisa kucing sebelumnya semuanya milik kucing macan tutul, yang hidup berdampingan dengan manusia selama ribuan tahun sebelum kedatangan kucing domestik.

Penelitian menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan kucing macan tutul bukan bersifat sementara. Kucing macan tutul kemungkinan memiliki peran serupa kucing domestik saat ini, membentuk hubungan komensal dengan manusia melalui perburuan tikus di desa dan ladang. Catatan sejarah di China antara abad ke-5 hingga ke-3 SM menunjukkan bahwa kucing liar disambut di lahan pertanian untuk pengendalian hama. Hubungan ini diperkirakan berlangsung sekitar 3.500 tahun, hingga periode kekacauan antara 220–589 M, ketika populasi manusia dan pertanian menurun.

Kondisi ini menyebabkan kucing macan tutul kehilangan habitat berburu mereka. Ketika Dinasti Tang berdiri pada 618 M dan pertanian kembali pulih, kucing macan tutul tidak lagi disambut karena kebiasaan membunuh ayam. Kucing domestik kemudian menggantikan peran tersebut karena mereka lebih jinak, lucu, dan lebih fokus menangkap tikus daripada ayam. Evolusi perilaku kucing domestik kemungkinan mendapat dorongan signifikan di Mesir kuno, ketika kucing dibesarkan di kuil, diberi makan bersama, dan terjadi mutasi genetik yang mengubah perilaku mereka menjadi lebih sosial.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kucing macan tutul memiliki hubungan jangka panjang dengan manusia di China kuno, yang berlangsung lebih dari 3.500 tahun sebelum kucing domestik tiba melalui Jalur Sutra. Kucing macan tutul berperan dalam mengendalikan populasi tikus di desa dan ladang, menciptakan hubungan komensal yang erat dengan manusia.

Kedatangan kucing domestik di China sekitar 700 M menggantikan kucing macan tutul yang mulai tidak diterima karena kebiasaan membunuh ayam. Kucing domestik diterima luas karena sifatnya yang jinak, lucu, dan lebih efektif dalam menangani tikus, menandai pergeseran penting dalam hubungan manusia dengan kucing.

Diolah dari artikel:
“People in China lived alongside ‘chicken-killing tigers’ long before domestic cats arrived” oleh Chris Simms.

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.livescience.com/animals/cats/people-in-china-lived-alongside-chicken-killing-tigers-long-before-domestic-cats-arrived

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *