Sumber ilustrasi: Pixabay
8 Januari 2026 09.35 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [08.01.2026] Origami selama ini dikenal sebagai seni melipat kertas untuk menghasilkan bentuk dekoratif, seperti burung, bunga, atau serangga. Dalam pandangan umum, kertas dianggap sebagai bahan yang rapuh dan mudah rusak, sehingga jarang dipandang sebagai material struktural.
Namun, penelitian di bidang teknik dan matematika telah menunjukkan bahwa pola lipatan tertentu dapat mengubah sifat mekanik kertas secara drastis. Dengan lipatan yang tepat, kertas dapat menjadi lebih kuat, stabil, dan efisien dalam menahan beban.
Salah satu pola lipatan yang telah lama menarik perhatian para ilmuwan adalah Miura-Ori. Pola ini terkenal karena dapat dilipat menjadi bentuk yang sangat ringkas sekaligus mudah dibuka kembali, sehingga banyak diteliti untuk aplikasi teknologi dan arsitektur.
Miura-Ori sebelumnya telah digunakan dalam desain panel surya satelit dan struktur lipat lainnya. Meski demikian, potensi kekuatan mekaniknya masih jarang diuji secara sistematis menggunakan pendekatan eksperimental sederhana.
Ketertarikan terhadap kekuatan lipatan inilah yang mendorong seorang remaja berusia 14 tahun, Miles Wu, untuk meneliti seberapa besar beban yang dapat ditopang oleh struktur origami berbasis Miura-Ori.
Miles Wu telah menekuni origami selama tujuh tahun dan terbiasa membuat berbagai bentuk kompleks dari selembar kertas persegi. Pengalaman panjang ini memunculkan rasa ingin tahu terhadap kemungkinan penerapan origami di dunia nyata, khususnya untuk solusi praktis.
Fokus penelitian diarahkan pada potensi Miura-Ori sebagai dasar desain tempat perlindungan darurat yang dapat dibuka dengan cepat. Struktur semacam ini membutuhkan bahan yang ringan, mudah dibawa, tetapi cukup kuat untuk menopang beban.
Untuk menguji hipotesis tersebut, dilakukan serangkaian eksperimen terhadap 54 variasi lipatan Miura-Ori. Setiap variasi dibedakan berdasarkan panjang lipatan, sudut lipatan, dan ukuran panel yang terbentuk.
Selain variasi bentuk, penelitian ini juga melibatkan penggunaan beberapa jenis kertas, termasuk kertas fotokopi ringan. Tujuannya adalah untuk mengetahui kombinasi lipatan dan bahan yang menghasilkan kekuatan maksimum.
Setiap struktur origami diuji dengan cara menempatkan beban secara bertahap di atasnya. Beban ditambah sedikit demi sedikit hingga struktur mengalami kegagalan dan runtuh.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa beberapa struktur Miura-Ori mampu menopang beban yang sangat besar dibandingkan berat kertasnya sendiri. Dalam kondisi terbaik, struktur tersebut dapat menahan lebih dari 9.000 kali berat material penyusunnya.
Struktur yang paling kuat umumnya memiliki panel berukuran kecil dengan sudut lipatan yang tajam. Kombinasi ini memungkinkan distribusi beban yang lebih merata ke seluruh permukaan lipatan.
Menariknya, kertas ringan justru menghasilkan performa terbaik ketika dilipat dengan pola yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan struktur lebih dipengaruhi oleh geometri lipatan daripada ketebalan bahan.
Struktur terkuat dalam eksperimen ini baru runtuh ketika diberi beban sekitar 200 pon. Temuan ini melampaui perkiraan awal dan menunjukkan potensi besar origami sebagai solusi struktural.
Proyek penelitian ini dikerjakan saat Miles Wu masih duduk di kelas delapan di Hunter College High School, New York City. Seluruh proses perancangan, pelipatan, dan pengujian diperkirakan memakan waktu sekitar 250 jam.
Sebagian besar penelitian dilakukan di ruang tamu rumah, yang selama beberapa minggu berfungsi sebagai laboratorium eksperimen. Proses ini menuntut ketekunan tinggi karena banyak tahapan bersifat berulang dan membutuhkan presisi.
Dalam pengerjaannya, penelitian ini memanfaatkan literatur ilmiah tentang origami teknik yang telah dikembangkan sebelumnya. Karya para peneliti di bidang origami ilmiah, termasuk fisikawan dan ilmuwan komputer, menjadi landasan penting dalam perancangan eksperimen.
Dukungan keluarga juga berperan besar dalam keberhasilan proyek ini, terutama dalam menyediakan ruang dan waktu yang cukup untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian.
Hasil penelitian ini mendapatkan pengakuan nasional dengan diraihnya penghargaan utama dalam ajang Thermo Fisher Scientific Junior Innovators Challenge 2025, sebuah kompetisi riset bergengsi bagi pelajar.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kertas, melalui pola lipatan Miura-Ori, dapat berubah menjadi struktur yang sangat kuat dan mampu menopang beban ribuan kali lebih besar dari beratnya sendiri. Temuan ini menegaskan bahwa geometri dan desain struktural memiliki peran krusial dalam menentukan kekuatan suatu material.
Selain memperluas pemahaman tentang potensi origami dalam dunia sains dan teknik, studi ini juga membuka peluang penerapan nyata, seperti desain tempat perlindungan darurat yang ringan, ringkas, dan kuat serta menjadikan contoh bagaimana rasa ingin tahu, ketekunan, dan hobi dapat berkembang menjadi inovasi ilmiah yang berdampak luas.
Diolah dari artikel:
“Origami folds let paper support 9,000 times its weight, teen finds” oleh Maria Temming.
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.snexplores.org/article/origami-paper-miura-ori-strength