Mengapa Bentuk Pupil Hewan Berbeda-Beda?

Sumber ilustrasi: Pixabay
2 April 2026 13.15 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [02.04.2026] Bentuk pupil pada hewan sangat bervariasi, mulai dari pupil berbentuk W pada sotong hingga pupil berbentuk batang horizontal pada kambing. Meskipun pupil sering dianggap sebagai lubang sederhana yang melebar dalam gelap dan menyempit di cahaya terang, kenyataannya bentuk pupil memengaruhi cara hewan melihat lingkungan mereka dan bertahan hidup.

Pupil yang berbeda dapat mengungkapkan informasi penting tentang strategi bertahan hidup hewan. Contohnya, kucing dan ular memiliki pupil vertikal, kambing dan kuda memiliki pupil horizontal, sementara sotong memiliki pupil berbentuk bulan sabit W. Dalam teori optik ideal, bentuk pupil tidak terlalu signifikan karena cahaya seharusnya berkumpul pada satu titik. Akan tetapi, mata hewan di dunia nyata tidak sempurna, sehingga bentuk pupil membantu mengatasi difraksi dan ketidakfokusan cahaya.

Ahli saraf visual dari Newcastle University, Inggris, menjelaskan bahwa meskipun sistem optik teoritis seharusnya membuat pupil menjadi kurang relevan, pada kenyataannya bentuk pupil memengaruhi cara cahaya difokuskan di retina.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi bentuk pupil adalah kedalaman bidang (depth of field). Profesor emeritus optometri dari University of California, Berkeley, menjelaskan bahwa studi pada 2015 menunjukkan orientasi pupil sangat penting untuk kelangsungan hidup. Kedalaman bidang dapat dianalogikan seperti lensa kamera: aperture sempit membuat semua objek tetap fokus, sementara aperture lebar hanya memfokuskan satu objek dan mengaburkan latar belakang dan latar depan. Pupil yang tidak bulat sempurna dapat menghasilkan variasi fokus tambahan, yang dimanfaatkan beberapa hewan.

Predator penyergap, seperti kucing dan ular, memiliki mata yang menghadap ke depan untuk menilai jarak melalui stereopsis, yaitu perbandingan pandangan kedua mata. Perbedaan pandangan paling jelas pada tepi vertikal, sehingga pupil disesuaikan untuk mempertajam kontur vertikal. Dengan menyempitkan pupil horizontal dan membiarkannya terbuka vertikal, predator dapat memperkirakan kedalaman sambil tetap menjaga ketajaman tepi vertikal.

Strategi ini paling efektif untuk predator yang berburu dekat dengan tanah. Predator besar, seperti singa dan harimau, cenderung memiliki pupil bulat karena sudut pandang mereka ke tanah lebih curam, sehingga keunggulan blur dalam memperkirakan jarak menjadi kurang signifikan.

Hewan yang bukan predator memiliki kebutuhan yang berbeda. Pupil horizontal pada kambing, domba, dan kuda memungkinkan mereka melihat bidang pandang luas secara horizontal, sehingga bisa memantau predator di sekitarnya. Pupil sempit vertikal mempertajam kontur horizontal, kebalikan dari fungsi pupil predator. Untuk menjaga pandangan horizon saat menunduk merumput, mata hewan mangsa berputar di dalam rongga mata sehingga pupil tetap sejajar dengan tanah.

Di laut, beberapa hewan memiliki pupil dengan bentuk lebih unik. Sotong, misalnya, memiliki pupil berbentuk W. Para ilmuwan belum memiliki jawaban pasti mengapa bentuk ini muncul, tetapi teori awal menyebutkan bahwa bentuk tersebut dapat mengurangi cahaya dari atas, meningkatkan kontras, dan mungkin membantu persepsi warna meski sotong hanya memiliki satu fotopigmen.

Bentuk pupil hewan mencerminkan adaptasi evolusioner yang kompleks untuk bertahan hidup. Predator penyergap menggunakan pupil vertikal untuk menilai jarak, sementara hewan mangsa memiliki pupil horizontal untuk memaksimalkan bidang pandang. Predator besar cenderung memiliki pupil bulat, dan beberapa hewan laut, seperti sotong, mengembangkan bentuk pupil yang unik untuk fungsi tertentu yang masih belum sepenuhnya dipahami. Perbedaan bentuk pupil ini menunjukkan bahwa mata hewan telah berevolusi untuk memenuhi kebutuhan visual spesifik dalam lingkungan mereka masing-masing.

Diolah dari artikel:
“Why do animals have different pupil shapes?” oleh Ashley Hamer. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.livescience.com/animals/why-do-animals-have-different-pupil-shapes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *