Mikrofon yang Menangkap Suara dengan Melihat Getarannya? (Bagian 1)

Sumber ilustrasi: Unsplash
5 Desember 2025 10.10 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [05.12.2025] Sebuah inovasi teknologi optik kembali menarik perhatian dunia sains setelah tim peneliti di Tiongkok berhasil mengembangkan mikrofon yang bekerja dengan cara melihat, bukan mendengar. Teknologi ini memanfaatkan pencitraan untuk menangkap getaran suara yang biasanya ditangkap melalui perubahan tekanan udara. Selama ini, pemahaman umum mengenai suara bertumpu pada gagasan bahwa suara hanya dapat direkam ketika gelombang udara mencapai sensor audio. Melalui perangkat baru ini, para peneliti mencoba memperluas cara kerja mikrofon agar mampu beroperasi bahkan ketika gelombang suara dihalangi oleh penghalang fisik seperti kaca.

Pengembangan tersebut muncul dari pertanyaan mendasar para ilmuwan tentang kemungkinan memvisualisasikan getaran suara. Peneliti sebelumnya telah menemukan cara merekam suara melalui pantulan cahaya, namun metode tersebut sering kali membutuhkan peralatan rumit dan sumber cahaya yang sangat stabil. Upaya baru ini mencoba membuktikan bahwa teknologi optik sederhana dengan pencitraan minimalis juga dapat digunakan untuk mendeteksi suara secara efektif.

Gagasan mengenai mikrofon optik tidak sepenuhnya baru. Pada akhir abad ke-19, Alexander Graham Bell telah memperkenalkan photophone yang menggunakan cahaya untuk mengangkut suara. Perangkat itu menjadi salah satu tonggak sejarah dalam komunikasi optik. Namun perkembangan terbaru menunjukkan bahwa teknologi tersebut dapat dibuat jauh lebih kecil, dapat beroperasi dalam kondisi cahaya alami, serta mampu bekerja dengan sensor tunggal.

Kemampuan merekam getaran halus pada permukaan objek membuat perangkat ini sangat berbeda dari mikrofon konvensional. Pendekatan tersebut tidak lagi bergantung pada penangkapan gelombang udara, melainkan pada transformasi visual dari perubahan kecil pada benda sehari-hari seperti kertas dan daun. Hasil pencitraan kemudian dikonversi menjadi suara oleh komputer, memungkinkan terjadinya proses pendengaran tanpa interaksi langsung dengan gelombang suara.

Peneliti dari berbagai negara memandang pendekatan baru ini sebagai babak baru dalam teknologi sensor audio. Beberapa ahli menyatakan bahwa teknologi tersebut berpotensi menjadi alat pengawasan, pemantauan industri, hingga pemantauan lingkungan. Pendapat ini muncul dari analisis bahwa suara lemah yang terhalang atau teredam dapat tetap diakses melalui visualisasi getaran.

Dalam konteks itulah perangkat terbaru dari Beijing Institute of Technology menawarkan terobosan yang dianggap sangat menjanjikan.

Teknologi ini bekerja dengan memotret gangguan mikro yang muncul akibat getaran suara pada permukaan objek. Getaran yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata manusia dapat diubah menjadi data visual yang kemudian diolah kembali menjadi sinyal audio. Proses tersebut memungkinkan pencatatan suara tanpa kehadiran jalur akustik langsung.

Sebelum kemunculan metode baru ini, sebagian besar penelitian mikrofon optik mengandalkan kamera berkecepatan tinggi atau laser dengan satu panjang gelombang yang stabil. Perangkat tersebut membutuhkan biaya tinggi serta rentan terhadap gangguan kecil pada lingkungan. Tim peneliti di Tiongkok mencoba memecahkan masalah ini melalui pendekatan single-pixel imaging, sistem pencitraan yang hanya menggunakan satu sensor cahaya.

Single-pixel imaging bekerja dengan cara mengambil data secara bertahap ketika memindai pemandangan. Sebuah komputer kemudian merakit data itu menjadi gambar utuh. Meskipun terkesan sederhana, metode ini terbukti sangat efektif dalam menangkap perubahan kecil akibat getaran suara.

Diolah dari artikel:
“This microphone picks up sounds by watching them” oleh Payal Dhar.

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.snexplores.org/article/visual-microphone-sees-sounds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *