Saham Asia Menguat Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS, Nvidia Jadi Fokus Pasar

Sumber ilustrasi: Pixabay

26 Agustus 2025 08.55 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [26.08.2025] Pasar saham Asia mengawali pekan ini dengan kenaikan moderat, ditopang oleh harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor mulai bersikap lebih optimistis setelah sinyal dovish dari Ketua The Fed, Jerome Powell, mengindikasikan kemungkinan dimulainya pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Ekspektasi pasar mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, dengan peluang sebesar 84 persen. Proyeksi pasar juga menunjukkan adanya ruang pelonggaran hingga 100 basis poin ke level 3,25–3,5 persen pada pertengahan tahun 2026. Sikap ini mencerminkan kekhawatiran The Fed terhadap potensi perlambatan ekonomi dan pelemahan pasar tenaga kerja di AS.

Respons pasar terhadap perubahan arah kebijakan ini terlihat dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pelemahan dolar, yang pada gilirannya meningkatkan prospek pendapatan korporasi. Namun demikian, pergeseran ini juga menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan melihat tanda-tanda risiko perlambatan ekonomi yang lebih serius.

Kepala Riset Ekonomi Global JPMorgan, Bruce Kasman, menyampaikan bahwa perubahan sikap The Fed memperkuat pandangan perusahaannya bahwa pelonggaran kebijakan akan dilakukan sebagai respons terhadap melemahnya permintaan tenaga kerja. Ia juga menambahkan bahwa risiko terhadap proyeksi perlambatan pertumbuhan global pada kuartal ini cenderung mengarah ke sisi atas, tergantung pada perkembangan data ke depan.

Meski demikian, euforia pasar masih akan diuji oleh rilis data inflasi personal consumption expenditures (PCE) AS pada Jumat mendatang. Data tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi inti naik menjadi 2,9 persen, tertinggi sejak akhir 2023. Kasman memperingatkan bahwa kenaikan inflasi harga jasa dan tekanan tarif dapat mendorong inflasi inti tahunan mendekati 4 persen. Hal ini, jika terbukti, berpotensi menekan reli obligasi jangka panjang, terutama dengan rencana pemerintah AS menerbitkan surat utang baru senilai 183 miliar dolar pekan ini.

Pasar kini menantikan pernyataan dari Presiden The Fed New York, John Williams, yang dijadwalkan berbicara hari ini. Investor ingin mengetahui apakah sikapnya sejalan dengan pendekatan dovish Powell, dan bagaimana pandangannya terhadap kebijakan moneter ke depan.

Sementara itu, indeks Nikkei Jepang naik 0,6 persen, diikuti kenaikan 0,7 persen pada indeks saham Korea Selatan dan 0,4 persen pada indeks saham Australia. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 1,1 persen, dipimpin oleh kenaikan 1 persen pada saham unggulan Tiongkok. Di pasar AS, indeks Dow Jones mencatatkan rekor penutupan baru dengan kenaikan 1,9 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,5 dan 1,9 persen.

Indeks saham Tiongkok mencatatkan kenaikan hampir 9 persen sepanjang bulan Agustus, mendekati level tertinggi sejak Oktober 2024. Jika berhasil menembus batas tersebut, maka indeks akan memasuki level yang terakhir terlihat pada pertengahan 2022.

Perhatian pasar saat ini tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis pada Rabu. Perusahaan tersebut diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan laba per saham sebesar 48 persen dengan pendapatan kuartalan mencapai 45,9 miliar dolar. Pergerakan saham Nvidia diprediksi bisa mencapai 6 persen, tergantung pada hasil laporan. Dengan valuasi sebesar 4 triliun dolar, dampak laporan ini terhadap pasar lebih luas diperkirakan signifikan.

Investor juga menantikan kabar lebih lanjut tentang prospek pengiriman chip Nvidia ke Tiongkok dan rincian kesepakatan perusahaan dengan Presiden Donald Trump, di mana Nvidia akan membayarkan 15 persen dari pendapatan penjualan chip tertentu kepada pemerintah AS sebagai bagian dari kebijakan perdagangan baru.

Trump juga mengumumkan pembelian 9,9 persen saham Intel oleh pemerintah AS senilai 8,9 miliar dolar, atau sekitar 20,47 dolar per lembar saham, yang dimana lebih rendah sekitar 4 dolar dari harga penutupan saham Intel sebelumnya.

Di pasar mata uang, dolar AS stabil di level 147,38 yen setelah melemah 1 persen pada Jumat dari puncaknya di 148,77 yen. Euro juga menguat ke 1,1698 dolar setelah sempat menyentuh titik terendah di 1,1583 dolar. Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan depan, meskipun sumber Reuters menyebutkan bahwa diskusi soal pemangkasan tambahan dapat kembali muncul pada musim gugur jika kondisi ekonomi memburuk.

Di sisi komoditas, penurunan dolar mendorong harga emas ke level 3.365 dolar per ons setelah naik 1 persen pekan lalu. Harga minyak juga mendapat dorongan dari ketidakpastian pembicaraan antara Rusia dan Ukraina yang belum menunjukkan kemajuan. Harga minyak mentah Brent menguat tipis ke 67,77 dolar per barel, sementara minyak mentah AS naik 0,1 persen menjadi 63,78 dolar per barel.

Kenaikan saham di kawasan Asia hari ini didorong oleh harapan terhadap pelonggaran suku bunga The Fed, yang dianggap sebagai respons terhadap perlambatan ekonomi AS. Sinyal dovish dari Jerome Powell memberi dorongan positif kepada pasar, namun investor tetap mencermati risiko inflasi dan potensi gejolak di pasar obligasi seiring rilis data ekonomi penting pekan ini.

Selain isu suku bunga, fokus utama pasar minggu ini adalah laporan keuangan Nvidia yang sangat dinanti. Kinerja perusahaan ini diperkirakan akan memberi dampak besar pada sektor teknologi dan pasar secara umum, mengingat besarnya kapitalisasi dan posisinya sebagai pemimpin dalam industri AI global. Kombinasi antara kebijakan moneter, geopolitik, dan kinerja korporat menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pasar ke depan. (NJD)

Diolah dari artikel:
“Asia shares up on hopes for US rate cuts, Nvidia a hurdle” oleh Wayne Cole.

Link: https://www.reuters.com/world/china/global-markets-wrapup-2-2025-08-25/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *