Stategi Unik Ikan Antarktika: Pembuatan Sarang Berpola

Sumber ilustrasi: Unsplash
20 Januari 2026 14.25 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [20.01.2026] Kehidupan laut di perairan Antarktika dikenal ekstrem dan menantang, dengan suhu yang sangat rendah serta keterbatasan sumber daya. Selama ini, ikan-ikan yang hidup di wilayah tersebut dipahami memiliki adaptasi fisiologis khusus untuk bertahan di lingkungan dingin, seperti protein antibeku dan metabolisme yang lambat.

Selain adaptasi tubuh, para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa banyak spesies ikan juga mengembangkan strategi perilaku untuk melindungi keturunannya. Salah satu strategi umum yang dikenal adalah pembangunan sarang di dasar laut sebagai tempat meletakkan dan menjaga telur dari ancaman lingkungan dan predator.

Akan tetapi, sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menyoroti jumlah sarang atau lokasi bertelur, bukan pola penataannya. Cara ikan menyusun sarang dalam ruang tiga dimensi dasar laut masih jarang dipelajari, terutama di wilayah Antarktika yang sulit dijangkau.

Penelitian terbaru di Laut Weddell mengungkap bahwa beberapa ikan Antarktika tidak hanya membangun sarang, tetapi juga menyusunnya dalam pola geometris yang teratur dan tidak lazim. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku ikan di perairan dingin jauh lebih kompleks daripada yang selama ini diperkirakan.

Penemuan ini terjadi saat tim peneliti menjelajahi perairan terbuka di dekat Larsen Ice Shelf pada tahun 2019. Wilayah tersebut baru saja terbuka akibat runtuhnya sebagian besar lapisan es, memberikan kesempatan langka untuk mempelajari dasar laut yang sebelumnya tertutup es selama ribuan tahun.

Dengan menggunakan robot bawah air, para peneliti merekam kondisi dasar laut pada kedalaman lebih dari 350 meter. Rekaman ini awalnya bertujuan untuk memetakan ekosistem yang baru terekspos, namun justru menampilkan pola-pola aneh berupa cekungan berbentuk mangkuk pada sedimen lunak.

Analisis lanjutan terhadap rekaman menunjukkan bahwa cekungan-cekungan tersebut tersusun sangat rapi, membentuk oval, lengkungan, garis, dan pola menyerupai bulan sabit. Keteraturan ini dianggap terlalu presisi untuk disebabkan oleh proses alam seperti jatuhan batu es atau aktivitas mamalia laut.

Berdasarkan pengetahuan tentang spesies yang hidup di kawasan tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa struktur tersebut merupakan sarang ikan yellowfin rockcod. Spesies ini diketahui membuat sarang dengan cara membersihkan sedimen dasar laut menggunakan tubuhnya.

Lebih dari 1.000 sarang berhasil diidentifikasi dalam area pengamatan. Sarang-sarang ini tersusun dalam lima pola utama, yaitu kelompok rapat, bentuk bulan sabit, huruf U, garis memanjang, dan oval. Beberapa sarang juga ditemukan berdiri sendiri dengan jarak cukup jauh dari kelompok utama.

Susunan sarang yang berkelompok diduga memberikan keuntungan perlindungan bagi ikan berukuran kecil. Dengan sarang yang berdekatan, predator akan lebih sulit menargetkan telur tertentu. Sementara itu, sarang tunggal yang berukuran lebih besar kemungkinan digunakan oleh ikan yang mampu mempertahankan diri secara mandiri.

Peneliti juga mempertimbangkan kemungkinan bahwa satu pasangan ikan membangun beberapa sarang sekaligus. Sarang tambahan tersebut dapat berfungsi sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian predator dari telur yang sebenarnya dijaga. Namun, hipotesis ini masih memerlukan pengamatan langsung untuk memastikan jumlah individu yang menggunakan setiap sarang.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa Laut Weddell merupakan ekosistem yang sangat kompleks. Wilayah ini sebelumnya juga diketahui sebagai lokasi koloni ikan berkembang biak terbesar di dunia, dengan area sarang yang membentang puluhan mil persegi di dasar laut Antarktika.

Di sisi lain, hasil penelitian ini muncul di tengah meningkatnya minat sejumlah negara untuk mengeksploitasi sumber daya alam Antarktika. Aktivitas seperti penambangan dasar laut dan penangkapan ikan berisiko mengganggu ekosistem rapuh yang baru mulai dipahami secara ilmiah.

Penemuan pola sarang geometris ikan yellowfin rockcod di Laut Weddell menunjukkan bahwa ikan Antarktika memiliki strategi perlindungan telur yang jauh lebih terencana daripada yang sebelumnya diketahui. Penataan sarang dalam berbagai bentuk teratur diduga berperan penting dalam mengurangi risiko predasi di lingkungan laut yang ekstrem.

Selain menambah pemahaman tentang perilaku reproduksi ikan laut dalam, penelitian ini juga menegaskan pentingnya menjaga ekosistem Antarktika dari aktivitas manusia yang berpotensi merusak. Perlindungan wilayah seperti Laut Weddell menjadi krusial agar keanekaragaman hayati yang masih tersembunyi dapat terus dipelajari dan dilestarikan.

Diolah dari artikel:
“Some Antarctic fish arrange their nests into odd shapes” oleh Carly Kay.

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.snexplores.org/article/antarctic-fish-arrange-nests

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *