Sumber ilustrasi: Freepik
16 September 2025 08.40 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [16.09.2025] Tangisan bayi selama ini dikenal sebagai suara yang sangat sulit diabaikan. Secara biologis, tangisan tersebut adalah bentuk komunikasi utama bayi yang belum bisa berbicara, bertujuan untuk menarik perhatian orang dewasa, khususnya pengasuh. Tidak hanya mengganggu secara emosional, suara tangisan bayi ternyata juga menimbulkan respons fisik yang nyata.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa suara tangisan, terutama yang berasal dari rasa sakit, bisa meningkatkan suhu wajah orang dewasa. Kenaikan suhu ini merupakan reaksi dari sistem saraf otonom yang mengatur respons tubuh secara otomatis. Fenomena ini menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme alami yang siap siaga ketika mendeteksi sinyal kesusahan dari bayi, bahkan sebelum disadari secara kognitif.
Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Jean Monnet dan Universitas Saint-Étienne, Prancis. Penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana sistem saraf otonom orang dewasa merespons suara tangisan bayi yang berbeda tingkat keparahannya. Fokus utama adalah pada fenomena akustik yang dikenal sebagai nonlinear phenomena (NLP), yaitu suara tidak harmonis yang muncul saat bayi mengekspresikan rasa sakit.
Dalam eksperimen ini, 41 partisipan dewasa (21 laki-laki dan 20 perempuan, dengan rata-rata usia 35 tahun) diminta mendengarkan 23 rekaman tangisan dari 16 bayi. Rekaman tersebut berasal dari dua situasi berbeda: saat bayi mengalami ketidaknyamanan ringan seperti mandi, dan saat mereka merasakan sakit akibat suntikan vaksin.
Selama proses mendengarkan, kamera termal digunakan untuk memantau perubahan suhu wajah peserta. Peningkatan suhu wajah dianggap sebagai indikator respons emosional otomatis dari sistem saraf otonom, yang juga mengatur fungsi vital seperti detak jantung dan pernapasan.
Hasil menunjukkan bahwa tangisan dengan kadar NLP yang tinggi, yang umumnya muncul saat bayi merasakan sakit, memicu peningkatan suhu wajah yang lebih signifikan dibanding tangisan biasa. Ini menunjukkan bahwa jenis tangisan tertentu secara fisiologis lebih mampu menarik perhatian orang dewasa.
Menariknya, respons ini terjadi pada semua partisipan tanpa perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kedua jenis kelamin mampu mengenali sinyal kesakitan dalam tangisan bayi secara setara.
Namun demikian, para peneliti menyampaikan bahwa studi ini masih dalam tahap awal dan perlu dikaji lebih lanjut. Sebagian besar peserta tidak memiliki pengalaman sebagai orang tua, sehingga respons fisiologis dari individu yang terbiasa merawat bayi bisa saja berbeda. Faktor pengalaman bisa menjadi variabel penting yang memengaruhi sensitivitas terhadap suara tangisan bayi.
Selain itu, suara tangisan yang digunakan dalam penelitian adalah suara alami yang kompleks dan terdiri dari berbagai elemen akustik yang tidak dipisahkan. Para peneliti belum bisa memastikan elemen spesifik mana dalam NLP yang memicu respons panas pada wajah, atau apakah kombinasi dari elemen-elemen tersebutlah yang menyebabkan sinyal darurat begitu kuat terasa.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tangisan bayi, khususnya yang disertai dengan fenomena akustik nonlinier, mampu memicu reaksi fisik berupa peningkatan suhu wajah orang dewasa. Respons ini terjadi tanpa disadari, sebagai bagian dari kerja sistem saraf otonom, dan menjadi bentuk kesiapan tubuh untuk merespons keadaan darurat yang disampaikan melalui suara.
Temuan ini membuka pemahaman baru tentang hubungan antara sinyal akustik dan reaksi emosional-fisiologis manusia, serta pentingnya suara sebagai alat komunikasi dasar antara bayi dan pengasuhnya. Studi lanjutan dengan partisipan yang lebih beragam dan pendekatan akustik yang lebih terperinci akan membantu mengungkap mekanisme yang lebih mendalam dari respons biologis ini.
Diolah dari artikel:
“The Sound of a Baby Crying Can Make Adults Physically Hotter” oleh Jess Cockerill.
Link: https://www.sciencealert.com/the-sound-of-a-baby-crying-can-make-adults-physically-hotter