Usaha Kazakhstan Tanam Kembalikan Harimau Setelah 70 Tahun Punah

Sumber ilustrasi: Pixabay
2 Maret 2026 09.35 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [02.03.2026] Setelah lebih dari tujuh dekade tanpa kehadiran harimau di alam liar, Kazakhstan kini menjalankan program ambisius untuk mengembalikan predator puncak tersebut ke habitat historisnya. Harimau Kaspia, yang dahulu menghuni wilayah Asia Tengah, menghilang pada akhir 1940-an akibat perburuan, hilangnya habitat, dan menurunnya populasi mangsa.

Upaya reintroduksi ini tidak hanya berfokus pada pelepasliaran satwa, tetapi juga pada pemulihan ekosistem secara menyeluruh. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penanaman 37.000 bibit dan stek pohon pada tahun lalu di wilayah South Balkhash, kawasan yang dulunya menjadi habitat harimau.

Program ini dipimpin pemerintah Kazakhstan dengan dukungan World Wildlife Fund dan United Nations Development Programme. Penanaman terbaru tersebut menambah sekitar 50.000 bibit yang telah ditanam sejak 2021 hingga 2024, sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun kembali lanskap yang mendukung kehidupan harimau.

Secara nasional, Kazakhstan telah menanam sekitar 1,4 miliar pohon sejak 2021 dan menargetkan 2 miliar pohon pada 2027. Inisiatif penghijauan ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kembali habitat yang stabil bagi satwa liar besar.

Wilayah penanaman berada di sekitar Lake Balkhash, danau terbesar di Asia Tengah yang membentang sekitar 17.000 kilometer persegi. Zona restorasi mencakup kurang lebih 4 kilometer garis pantai dan dirancang untuk membentuk “pulau-pulau” vegetasi baru yang membantu menstabilkan aliran air serta mengurangi risiko banjir dan limpasan.

Vegetasi yang ditanam meliputi 30.000 bibit oleaster berdaun sempit, 5.000 stek willow, dan 2.000 bibit poplar turanga. Pohon-pohon ini berfungsi menyediakan perlindungan, sumber air, dan pakan bagi satwa mangsa harimau, seperti babi hutan dan rusa Bukhara (Cervus elaphus bactrianus).

Perwakilan WWF Asia Tengah menyampaikan bahwa satwa berkuku liar mulai terlihat kembali mencari makan di lokasi yang telah dipulihkan, menandakan fungsi ekosistem mulai berjalan. Setiap bibit yang tumbuh dinilai sebagai investasi langsung terhadap keberlanjutan populasi harimau di masa depan.

Dari sisi spesies, harimau yang akan diperkenalkan bukanlah harimau Kaspia asli, karena populasi tersebut telah punah. Sebagai pengganti, digunakan harimau Amur yang masih hidup di Timur Jauh Rusia dan China. Studi 2009 yang diterbitkan di jurnal PLOS One menunjukkan bahwa harimau Kaspia dan harimau Amur kemungkinan berasal dari populasi yang sama sebelum aktivitas manusia memisahkan keduanya pada abad ke-19.

Program reintroduksi telah menerima dua harimau Amur hasil penangkaran pada 2024, yaitu Bodhana dan Kuma, yang kini tinggal di kandang dalam Cagar Alam Ile-Balkhash. Karena terbiasa hidup di penangkaran, keduanya tidak akan dilepasliarkan, tetapi diharapkan dapat berkembang biak untuk membentuk populasi awal.

Sebagian besar populasi baru nantinya akan berasal dari harimau liar yang dipindahkan dari Rusia, dengan kedatangan pertama dijadwalkan pada paruh pertama 2026. Berdasarkan informasi publik dan laporan media, harimau yang akan dipindahkan diperkirakan berasal dari alam liar.

Reintroduksi predator besar selalu membawa tantangan, terutama potensi konflik dengan manusia dan ternak. Studi 2024 di jurnal The Journal of Wildlife Management menunjukkan bahwa program serupa di Rusia sebagian besar berhasil, meskipun terdapat kasus individu yang memangsa ternak dan akhirnya harus ditangkap kembali.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Kazakhstan membentuk tim khusus yang memantau pergerakan harimau melalui kalung pelacak satelit, melakukan patroli rutin, serta merespons cepat jika terjadi potensi konflik. Program ini juga melibatkan masyarakat lokal melalui edukasi, dukungan pertanian, pengembangan ekowisata, serta rencana kompensasi bagi warga yang kehilangan ternak.

Keberhasilan jangka panjang program ini akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk stabilitas sumber daya air, kondisi iklim, pertumbuhan vegetasi, serta dukungan sosial dari komunitas sekitar habitat.

Upaya Kazakhstan untuk mengembalikan harimau ke alam liar mencerminkan pendekatan konservasi yang menyeluruh, dengan menggabungkan restorasi habitat, introduksi spesies pengganti, serta manajemen konflik manusia-satwa. Penanaman puluhan ribu pohon di sekitar Lake Balkhash menjadi langkah strategis dalam membangun kembali fondasi ekosistem yang hilang sejak pertengahan abad ke-20.

Dengan dukungan lembaga internasional dan keterlibatan masyarakat lokal, program ini berupaya menciptakan keseimbangan baru antara manusia dan predator besar. Jika berhasil, Kazakhstan berpotensi menjadi contoh penting bagaimana spesies yang lama menghilang dapat kembali melalui kombinasi sains, kebijakan, dan komitmen jangka panjang.

Diolah dari artikel:
“Kazakhstan plants tens of thousands of trees in giant effort to reintroduce tigers” oleh Patrick Pester.

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers. [njd]

Link: https://www.livescience.com/animals/cats/kazakhstan-plants-tens-of-thousands-of-trees-in-giant-effort-to-reintroduce-tigers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *