Air Seni Whale, Sumber Nutrien Tak Terduga Bagi Lautan

Sumber ilustrasi: Freepik

7 Juli 2025 14.25 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [07.07.2025] Whale (Mamalia Laut Paus) telah lama dikenal sebagai penjaga ekosistem laut melalui migrasi dan kebiasaan makan mereka. Salah satu kontribusi mereka yang paling terkenal adalah melalui kotoran padat yang kaya akan nutrien yang membantu menyuburkan permukaan laut. Akan tetapi dalam studi terbaru mengungkapkan bahwa kontribusi Whale terhadap lingkungan laut ternyata jauh lebih luas dan tidak hanya melalui feses, namun juga melalui air seni yang mereka keluarkan saat bermigrasi.

Penelitian baru menunjukkan bahwa Whale yang bermigrasi ribuan kilometer dari perairan kutub ke daerah tropis membawa serta nutrien penting, seperti nitrogen, yang dilepaskan ke laut melalui air seni selama masa berbiak. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana hewan laut besar memainkan peran penting sebagai “pengangkut nutrien” alami yang beroperasi dalam skala samudra.

Beberapa spesies Whale seperti Gray Whale (Paus Abu-abu), Humpback Whale (Paus Bungkuk), dan Right Whale (Paus Sikat) menghabiskan musim panas mereka di perairan kaya nutrien di lintang tinggi, seperti di sekitar Alaska atau Islandia. Di sana, mereka makan dalam jumlah besar untuk menyimpan cadangan lemak. Ketika musim dingin tiba, mereka bermigrasi ke wilayah tropis yang lebih hangat seperti Hawaii atau Karibia untuk berkembang biak dan selama periode ini, mereka tidak makan ataupun buang feses, namun tetap membuang sisa metabolisme lewat air seni.

Air seni tersebut, seperti dijelaskan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Joe Roman dari University of Vermont, mengandung nitrogen dalam jumlah besar yang merupakan nutrien penting bagi pertumbuhan fitoplankton, organisme dasar rantai makanan laut. Meski tidak terlihat, air seni ini menjadi ‘pupuk cair’ yang menyuburkan lautan di wilayah yang secara alami miskin nutrisi.

Karena sulit untuk mendapatkan data eksperimental langsung dari Whale, para peneliti menggunakan pendekatan alternatif dengan mengamati hewan laut lain yang juga mengalami puasa saat musim berbiak, yaitu anjing laut gajah. Berdasarkan perbandingan metabolik ini, serta data jumlah dan pergerakan Whale dari catatan historis serta pengamatan publik, para peneliti memperkirakan bahwa tiga spesies Whale tersebut menyumbangkan hampir 4.000 ton metrik nitrogen per tahun ke wilayah berbiak di Hawaii. Jumlah ini setara dengan lebih dari 2 juta kantong besar pupuk taman.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa selain air seni, nutrien tambahan berasal dari plasenta Whale yang melahirkan, kulit yang mengelupas, serta bangkai Whale yang mati di wilayah tersebut. Bahkan feses anak Whale pun menjadi bagian dari siklus penyuburan alami laut.

Para peneliti memvisualisasikan kontribusi ini sebagai setara dengan “20 juta Big Mac” dalam bentuk makanan laut setiap tahunnya. Temuan ini dipublikasikan pada 10 Maret di jurnal Nature Communications, dan menjadi tonggak penting dalam memahami siklus nutrien laut yang diperantarai oleh hewan besar.

Penelitian ini memperkuat gagasan bahwa Whale bukan hanya spesies ikonik laut, tetapi juga arsitek ekosistem yang aktif membentuk kondisi lingkungan di sekitarnya. Melalui air seni dan sisa-sisa biologis lainnya, Whale mendistribusikan nutrien dari perairan subur ke wilayah tropis yang lebih miskin nutrisi, menciptakan sistem daur ulang alami berskala global.

Sebagaimana ditegaskan oleh para ilmuwan, sebelum populasi Whale menurun drastis akibat perburuan komersial, kontribusi nutrien dari migrasi Whale mungkin mencapai tiga kali lipat lebih besar dari sekarang. Ini menunjukkan betapa pentingnya pemulihan populasi Whale, bukan hanya dari perspektif konservasi, tetapi juga dari sudut pandang keberlanjutan ekosistem laut secara menyeluruh.

Meski membahas air seni mungkin terasa tidak nyaman, fakta ini menunjukkan bahwa bahkan hal yang tampak menjijikkan bisa menjadi kunci penting bagi kelangsungan hidup planet kita.

Diolah dari artikel:
“Whale pee is an ocean bounty” oleh Laura Allen

Link: https://www.snexplores.org/article/whale-pee-fertilize-ocean-nitrogen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *