Sumber ilustrasi: Freepik
6 Agustus 2025 15.20 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [06.08.2025] Menjalani hidup panjang dan sehat sering dikaitkan dengan kebiasaan seperti menjaga relasi sosial, tidak merokok, aktif secara fisik, tidur cukup, serta konsumsi makanan sehat seperti buah, sayur, dan kacang-kacangan. Namun, sebuah penelitian terbaru dari Ohio State University mengusulkan satu faktor tambahan yang mungkin tak banyak dipertimbangkan: lokasi tempat tinggal, khususnya kedekatannya dengan laut.
Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data sensus dari lebih dari 66 ribu orang di Amerika Serikat. Fokus utama penelitian adalah hubungan antara jarak tempat tinggal dari badan air, terutama laut dan perairan darat seperti sungai dan danau, dengan usia harapan hidup. Temuan ini menambah bukti yang mendukung bahwa blue spaces, atau lingkungan yang memiliki fitur perairan alami, dapat memberikan dampak signifikan pada kesehatan manusia. Dalam studi ini, namun demikian, peneliti secara khusus mengevaluasi pengaruhnya terhadap panjang usia hidup.
Hasil analisis studi ini menunjukkan bahwa individu yang tinggal di wilayah pesisir memiliki usia harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di wilayah perkotaan dekat sungai atau danau. Rata-rata, warga pesisir diprediksi hidup satu tahun atau lebih lama dari usia rata-rata nasional yang berada di angka 79 tahun, sedangkan mereka yang tinggal dekat perairan darat di lingkungan perkotaan justru memiliki harapan hidup lebih pendek, berkisar sekitar 78 tahun.
Fakta bahwa lingkungan pesisir dikaitkan dengan usia yang lebih panjang bukanlah hal yang mengejutkan sepenuhnya, mengingat wilayah ini umumnya memiliki kualitas udara yang lebih baik, suhu yang lebih stabil, dan akses lebih mudah ke ruang terbuka untuk aktivitas fisik. Faktor-faktor ini semuanya telah lama dikaitkan dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan. Selain itu, rumah di dekat laut biasanya lebih mahal, yang mencerminkan tingkat sosial ekonomi yang lebih tinggi, sebuah variabel penting yang diketahui mempengaruhi status kesehatan seseorang.
Akan tetapi, tidak semua perairan memberikan efek yang sama. Peneliti menemukan bahwa tinggal dekat badan air di wilayah pedesaan juga dapat meningkatkan usia harapan hidup, meski tidak sebesar manfaat yang ditemukan di wilayah pesisir. Sebaliknya, untuk daerah perkotaan yang berdekatan dengan sungai atau danau, potensi manfaat tersebut tampaknya tergantikan oleh risiko-risiko khas lingkungan kota seperti polusi, kemiskinan, kurangnya ruang aman untuk aktivitas fisik, dan risiko banjir.
Para peneliti menyimpulkan bahwa meskipun kedekatan dengan air sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan, dampaknya sangat dipengaruhi oleh konteks lingkungan sekitar. Ini menandakan bahwa faktor sosial dan ekologis perlu dipertimbangkan bersamaan ketika menilai efek lingkungan terhadap umur panjang. Mereka juga mengungkapkan bahwa temuan ini cukup mengejutkan karena sebelumnya diasumsikan bahwa semua jenis blue space akan memberikan efek yang serupa.
Temuan ini menunjukkan pentingnya memperhatikan kualitas lingkungan hidup dalam konteks perkotaan. Selain perairan alami, kondisi sosial, ekonomi, dan ekologi di sekitar kawasan tersebut ikut menentukan apakah manfaat kesehatan bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sana.
Penelitian ini mengungkap bahwa tinggal di wilayah pesisir tampaknya berkaitan dengan usia hidup yang lebih panjang dibandingkan mereka yang tinggal di dekat badan air di kawasan urban. Meski belum dapat dipastikan apa penyebab pastinya, faktor seperti iklim pesisir yang lebih bersahabat, udara yang lebih bersih, dan kemungkinan gaya hidup yang lebih aktif serta sehat berkontribusi terhadap peningkatan harapan hidup.
Namun demikian, hasil ini juga menyoroti pentingnya konteks sosial dan lingkungan. Tidak semua blue space memberikan manfaat yang sama, terutama jika dikombinasikan dengan faktor risiko khas lingkungan kota seperti polusi dan kemiskinan. Dengan demikian, kedekatan dengan alam mungkin hanya efektif jika didukung oleh kondisi lingkungan dan sosial yang sehat.
Diolah dari artikel:
“People With a Home by The Ocean Live Longer And We Don’t Know Why” oleh David Nield.
Link: https://www.sciencealert.com/people-with-a-home-by-the-ocean-live-longer-and-we-dont-know-why