Berjalan Cepat Selama 15 Menit Sehari Dapat Turunkan Risiko Kesehatan Lebih Baik dari Jalan Santai Berjam-jam

Sumber ilustrasi: Freepik

7 Agustus 2025 14.00 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [07.08.2025] Berjalan kaki dikenal luas sebagai salah satu bentuk olahraga paling sederhana yang bisa membawa banyak manfaat kesehatan. Tanpa memerlukan alat khusus dan mudah dimasukkan ke dalam rutinitas harian, aktivitas ini sering dianjurkan untuk menjaga kebugaran. Namun, seberapa cepat seseorang berjalan ternyata dapat menentukan seberapa besar manfaat yang diperoleh.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti dari Vanderbilt University, AS, mengungkap bahwa kecepatan langkah saat berjalan memiliki hubungan signifikan dengan tingkat harapan hidup. Penelitian ini menyoroti bahwa berjalan cepat selama minimal 15 menit per hari ternyata lebih bermanfaat dibandingkan berjalan lambat dalam durasi yang jauh lebih lama.

Penelitian ini menganalisis data dari 79.856 orang dewasa di 12 negara bagian AS, yang diikuti selama hampir 17 tahun. Para peneliti membandingkan kebiasaan berjalan kaki, baik yang lambat maupun yang cepat, dengan data penyebab kematian selama periode tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang rutin berjalan cepat setiap hari memiliki kemungkinan kematian yang jauh lebih rendah, terutama akibat penyakit kardiovaskular.

Peneliti mendefinisikan berjalan lambat sebagai aktivitas seperti berjalan-jalan dengan anjing atau berjalan santai di tempat kerja. Sementara itu, berjalan cepat digambarkan sebagai aktivitas seperti menaiki tangga atau berjalan dengan intensitas tinggi sebagai bagian dari rutinitas olahraga. Mereka menemukan bahwa berjalan cepat selama 15 menit sehari dikaitkan dengan penurunan angka kematian hingga hampir 20 persen. Sebaliknya, berjalan lambat selama lebih dari tiga jam sehari hanya memberikan pengaruh kecil terhadap penurunan risiko kematian.

Studi ini juga mendapatkan nilai tambah karena melibatkan populasi yang biasanya kurang terwakili dalam penelitian kesehatan. Mayoritas partisipan berasal dari kelompok berpenghasilan rendah dan komunitas kulit hitam, kelompok yang sering kali tinggal di lingkungan yang tidak memiliki akses memadai terhadap ruang berjalan yang aman. Hal ini membuat temuan tersebut relevan secara sosial dan dapat mendukung upaya peningkatan kesetaraan dalam akses kesehatan.

Peneliti menjelaskan bahwa manfaat dari berjalan cepat kemungkinan besar berkaitan dengan peningkatan kesehatan jantung. Aktivitas ini mampu membuat jantung bekerja lebih keras, memperkuat sistem kardiovaskular, serta membantu menjaga berat badan tetap sehat. Meskipun studi ini tidak menetapkan hubungan sebab-akibat secara langsung, hasilnya cukup signifikan untuk menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat.

Selain itu, para peneliti menggarisbawahi pentingnya strategi intervensi berbasis komunitas. Mereka merekomendasikan agar kampanye kesehatan masyarakat lebih menekankan manfaat berjalan cepat dan menyediakan dukungan serta infrastruktur yang mendukung kebiasaan tersebut. Langkah ini dinilai penting agar manfaat berjalan cepat dapat dirasakan secara merata oleh semua kelompok masyarakat, tanpa terkecuali.

Temuan ini menunjukkan bahwa berjalan kaki dengan intensitas lebih tinggi dalam waktu singkat jauh lebih efektif dalam menurunkan risiko kematian dibandingkan berjalan lambat dalam waktu lama. Bahkan hanya 15 menit jalan cepat setiap hari sudah cukup memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dan harapan hidup secara keseluruhan.

Dengan melibatkan populasi yang beragam, penelitian ini juga menyoroti pentingnya akses yang setara terhadap lingkungan yang mendukung aktivitas fisik. Mendorong kebiasaan berjalan cepat melalui program berbasis komunitas dan infrastruktur yang inklusif dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (NJD)

Diolah dari artikel:
“Short, Brisk Walks Could Help You Live Longer Than Long, Slow Strolls” oleh David Nield.

Link: https://www.sciencealert.com/short-brisk-walks-could-help-you-live-longer-than-long-slow-strolls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *