Sumber ilustrasi: Wikimedia Commons
8 Agustus 2025 11.50 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [08.08.2025] Selama dua dekade terakhir, Pulau Flores di Indonesia dikenal sebagai rumah dari Homo floresiensis, spesies hominin purba bertubuh kecil yang dijuluki “hobbit”. Temuan ini sempat mengguncang dunia arkeologi, karena menunjukkan bahwa manusia purba mampu menjelajahi wilayah-wilayah terpencil seperti Flores, yang terpisah dari daratan utama oleh lautan dalam. Kini, temuan baru dari Pulau Sulawesi mengindikasikan bahwa Flores bukan satu-satunya pulau di wilayah Wallacea yang dihuni hominin kuno.
Sebuah tim peneliti dari Indonesia dan Australia berhasil menemukan tujuh alat batu yang diperkirakan berusia antara 1,04 juta hingga 1,48 juta tahun di Sulawesi. Jika penanggalan ini akurat, maka alat tersebut bisa jadi merupakan bukti paling awal dari aktivitas hominin di kawasan Wallacea, yakni gugusan pulau-pulau yang tidak pernah terhubung ke daratan Asia atau Australia dalam sejarah geologinya.
Penelitian ini dipimpin oleh Adam Brumm dari Griffith University bersama Budianto Hakim dari BRIN. Alat-alat batu ditemukan di berbagai kedalaman tanah dan dianalisis berdasarkan lapisan batuan serta fosil babi setempat yang membantu menentukan umur stratigrafinya. Temuan ini menggugurkan asumsi bahwa Flores adalah satu-satunya tempat di Wallacea yang dihuni hominin lebih dari satu juta tahun lalu.
Menariknya, para peneliti menyimpulkan bahwa perjalanan hominin ke pulau-pulau seperti Sulawesi dan Flores kemungkinan bukan hasil dari teknologi perahu, melainkan akibat peristiwa alam seperti terdampar di atas rakit alami dari tumbuhan. Ini didasarkan pada fenomena yang sama yang dipercaya memungkinkan tikus dan monyet menyeberangi laut dari Asia ke pulau-pulau Indonesia timur.
Temuan ini juga menjadi pelengkap bukti lain yang menunjukkan bahwa hominin awal mampu melakukan perjalanan laut secara tidak sengaja, sebagaimana terlihat dari temuan serupa di Pulau Luzon, Filipina. Ketiga pulau tersebut, Flores, Luzon, dan Sulawesi, tidak pernah terhubung ke daratan utama, menjadikan keberadaan hominin di sana sebagai fenomena evolusi yang sangat luar biasa.
Sebelumnya, Flores dianggap sebagai lokasi tertua dengan bukti alat batu di Wallacea, dengan artefak berumur sekitar 1,02 juta tahun. Akan tetapi, dengan temuan terbaru dari Sulawesi, batas waktu aktivitas manusia di wilayah ini terdorong lebih jauh ke masa lalu. Meskipun belum ditemukan fosil manusia purba di Sulawesi, keberadaan alat batu menunjukkan bahwa wilayah ini pernah dihuni.
Peneliti menduga bahwa Sulawesi bisa menjadi titik transit penting dalam jalur migrasi hominin dari Asia ke Flores. Dugaan ini mengacu pada hipotesis arkeolog Mike Morwood, salah satu penemu Homo floresiensis, yang sejak awal yakin bahwa Sulawesi menyimpan kunci asal-usul hobbit dari Flores. Ia bahkan pernah menyatakan bahwa artefak di Sulawesi bisa saja berumur dua juta tahun.
Tim peneliti kini berfokus untuk menggali lebih dalam di Sulawesi guna menemukan sisa-sisa jasad hominin, serta meneliti situs yang lebih muda untuk mengetahui apa yang terjadi ketika Homo sapiens tiba di wilayah tersebut sekitar 65.000 tahun lalu.
Temuan alat batu berusia lebih dari satu juta tahun di Pulau Sulawesi menjadi terobosan penting dalam studi evolusi manusia di Asia Tenggara. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa hominin purba sudah menghuni Wallacea jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, dan bahwa mereka mampu menjelajahi wilayah yang secara geografis sangat terisolasi.
Meskipun identitas hominin pembuat alat-alat tersebut masih menjadi misteri, temuan ini membuka peluang baru untuk memahami jalur migrasi manusia purba serta hubungan antar populasi hominin di wilayah ini. Sulawesi kini muncul sebagai titik penting dalam peta arkeologi regional, yang bisa membantu mengungkap asal-usul Homo floresiensis dan sejarah manusia purba di Asia Tenggara. (NJD)
Diolah dari artikel:
“Ancient Tools Suggest Indonesian ‘Hobbits’ Had a Mysterious Neighbor” oleh Carly Cassella.
Link: https://www.sciencealert.com/ancient-tools-suggest-indonesian-hobbits-had-a-mysterious-neighbor