Baterai Pasir Generasi Baru di Finlandia

Sumber ilustrasi: Pixabay
8 April 2026 09.25 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [08.04.2026] Pengembangan teknologi penyimpanan energi terbarukan terus mengalami kemajuan, terutama dalam upaya guna mengatasi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah baterai pasir, sebuah sistem yang mampu menyimpan energi dalam bentuk panas. Teknologi ini sebelumnya telah digunakan untuk menghasilkan panas bagi kebutuhan industri, namun kini para insinyur berupaya meningkatkan fungsinya agar mampu mengubah kembali panas tersebut menjadi listrik yang dapat disalurkan ke jaringan energi.

Di Finlandia, sebuah perusahaan energi sedang mengembangkan generasi baru baterai pasir yang tidak hanya menyimpan energi, tetapi juga mengonversinya kembali menjadi listrik. Sistem ini diharapkan dapat membantu menyeimbangkan jaringan listrik sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi terbarukan dalam skala besar.

Baterai pasir yang telah ada sebelumnya bekerja dengan cara memanfaatkan listrik terbarukan untuk memanaskan pasir hingga suhu tinggi, mencapai sekitar 400 derajat Celsius. Energi panas yang tersimpan kemudian digunakan untuk menghasilkan air panas, uap, atau udara panas bagi kebutuhan industri dan komunitas.

Versi terbaru dari teknologi ini dirancang untuk beroperasi pada suhu yang lebih tinggi guna meningkatkan efisiensi. Selain itu, desainnya juga mengalami perubahan signifikan, termasuk konfigurasi horizontal yang berbeda dari model sebelumnya yang berbentuk silo vertikal.

Perubahan desain dan peningkatan suhu operasi menjadi faktor penting dalam pengembangan baterai pasir generasi baru. Efisiensi sistem diperkirakan berada pada kisaran 30% hingga 35% ketika mengubah panas kembali menjadi listrik, angka yang sebanding dengan pembangkit listrik berbasis pembakaran. Jika panas dan listrik dimanfaatkan secara bersamaan, efisiensi total sistem dapat mencapai sekitar 90%.

Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan energi, tetapi juga sebagai solusi integratif bagi industri yang membutuhkan panas dan listrik secara bersamaan. Dengan demikian, baterai pasir berpotensi menjadi alternatif yang fleksibel dalam sistem energi modern.

Proyek percontohan saat ini sedang berlangsung di sebuah kota di Finlandia, dengan masa uji coba yang direncanakan selama sekitar dua setengah tahun. Selama periode ini, para insinyur akan menguji berbagai pendekatan teknologi, termasuk pengembangan material baru yang mampu bertahan pada suhu operasi yang lebih tinggi.

Pengembangan material menjadi salah satu fokus utama, karena kemampuan sistem untuk beroperasi pada suhu tinggi sangat bergantung pada daya tahan bahan yang digunakan. Inovasi dalam desain dan material diharapkan dapat meningkatkan performa sekaligus keandalan sistem dalam jangka panjang.

Meskipun memiliki potensi besar, tantangan utama dari teknologi ini terletak pada biaya investasi yang tinggi. Kondisi ini menjadi hambatan bagi adopsi luas, terutama karena alternatif seperti bahan bakar biomassa masih tergolong lebih murah dan mudah diakses.

Selain itu, keberhasilan teknologi ini juga bergantung pada kemampuannya untuk bersaing secara ekonomi dengan solusi energi lainnya. Para pengembang masih berupaya menemukan keseimbangan antara efisiensi teknologi dan kelayakan biaya agar sistem ini dapat diterapkan secara luas.

Meskipun masih berada dalam tahap awal, upaya menuju komersialisasi sudah mulai dilakukan. Desain produk komersial tengah disiapkan seiring dengan berlangsungnya proyek uji coba, menandakan optimisme terhadap potensi teknologi ini di masa depan.

Baterai pasir generasi baru menawarkan pendekatan inovatif dalam penyimpanan dan konversi energi terbarukan dengan potensi efisiensi tinggi dan fleksibilitas penggunaan di sektor industri. Akan tetapi tantangan biaya investasi dan kebutuhan pengembangan teknologi lanjutan masih menjadi hambatan utama yang harus diatasi sebelum teknologi ini dapat diadopsi secara luas.

Diolah dari artikel:
“We went to Finland to hear about the new ‘sand battery’ that will turn stored renewable energy back into power for the electrical grid” oleh Sophie Berdugo. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.livescience.com/technology/engineering/we-went-to-finland-to-hear-about-the-new-sand-battery-that-will-turn-stored-renewable-energy-back-into-power-for-the-electrical-grid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *