Sumber ilustrasi: Pixabay
5 Mei 2026 19.55 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [05.05.2026] Pernahkah anda mendengar istilah “eye of the tiger”, atau “lionhearted”? Kedua istilah ini merujuk kepada dua hewan yang sangat terkenal: Singa dan Harimau. Hewan ini kerap dijadikan simbol kekuatan dan keberanian pada berbagai budaya diseluruh dunia. Mengapa sangat banyak yang mengagumi kedua kucing besar ini? Singa dan harimau merupakan kucing besar yang memiliki kemampuan berburu yang luar biasa dan dipandang sebagai apex predator atau pemangsa di puncak ekosistem mereka. Meski dipandang memiliki banyak kesamaan, kedua kucing ini tentu merupakan dua spesies berbeda. Apa saja perbedaannya, dan apa saja kesamaannya?
Perbedaan antar keduanya dapat kita perhatikan dari berbagai aspek. Kita bisa mulai dari yang paling mencolok: penampilan.
Harimau seperti yang kita tahu memiliki pola berupa garis-garis yang khas di sekujur tubuh mereka, hal yang tidak dimiliki oleh singa. Dell Guglielmo, seorang penjaga kebun binatang yang merawat singa dan harimau di Smithsonian’s National Zoo mengatakan bahwa hanya dari penampilan saja anda pasti dapat mengetahui mana yang singa dan mana yang harimau. Hal lain yang membedakan adalah pada singa, singa jantan memiliki surai yang besar dimana singa betina tidak memilikinya. Sedangkan untuk harimau, jantan dan betina memiliki penampilan yang hampir serupa.
Jika anda melihat harimau di kebun binatang tentunya anda akan melihat betapa mencoloknya penampilan harimau tersebut. Hal ini dikarekanan pola garis para harimau ini memiliki fungsi untuk berkamuflase di hutan lebat yang dimana terdapat banyak tempat yag dipenuhi bayangan dan cahaya. Kamuflase ini membantu harimau menyatu dengan lingkungan hutan, sama halnya dengan singa. Singa memiliki warna tubuh coklat kekuningan yang memungkinkan mereka berbaur dengan rerumputan kering di sabana Afrika.
Jika kita melihat anatomi, kedua kucing ini memiliki banyak kesamaan. Z. Jack Tseng, seorang professor biologi integratif dari University of California, Berkeley mengatakan bahwa struktur kerangka dari kucing-kucing ini pada umumnya sama, baik untuk kucing besar seperti singa dan harimau, atau bahkan pada kucing rumah biasa. Tseng bahkan menambahkan terdapat pernyataan tidak resmi dari mereka yang meneliti fosil kucing, bahwa ‘kucing adalah kucing’. Hal yang membedakan hanya pada ukuran dari kucing-kucing ini.
Meski memiliki kesamaan seperti yang sudah dijabarkan, singa dan harimau sebenarnya bukanlah kerabat dekat. Harimau diketahui lebih dekat dengan macan tutul salju, sedangkan singa ada di kelompok yang sama dengan macan tutul hutan dan jaguars. Lebih jauh lagi, jika melihat catatan fosil yang ada, spesies harimau diperkirakan muncul lebih awal dibandingkan spesies singa.
Singa dan harimau merupakan hewan yang masuk ke dalam genus Panthera yang juga mengandung macan tutul, macan tutul salju, dan jaguar. Dari suatu studi genetic modelling yang dilakukan Tseng dan penulis studi lainnya, mengungkap bahwa nenek moyang dari kelima kucing besar ini diperkirakan muncul setidaknya 5.57 Juta tahun yang lalu. Meski belum ada fosil yang ditemukan, namun mereka berspekulasi nenek moyang kucing-kucing besar ini berukuran lebih kecil.
Seiring dengan evolusi, kucing-kucing ini bertambah besar yang bersesuaian dengan keadaan. Tseng mengatakan bahwa alasan-alasan ini diantaranya untuk menghadapi iklim yang lebih dingin yang dimana memiliki tubuh lebih besar membantu mereka tidak kehilangan panas tubuh lebih cepat. Hal serupa juga mungkin terjadi untuk kucing besar lainnya yang menyesuaikan dengan likungan dan keadaan mereka, meski belum ada data yang cukup mengenai apakah singa dan harimau berevolusi membesar karena kesamaan ini.
Jika melihat perilaku meraka, singa dan harimau memiliki perbedaan yang cukup besar. Singa biasa hidup dalam kelompok matriarki yang terdiri dari beberapa betina dan satu atau dua jantan dewasa yang dapat datang dan pergi jika mendapat tantangan dari pejantan lain. Jacob Shanks, manager dari wildlife care di San Diego Zoo Wildlife Alliance mengatakan bahwa di sinilah letak fungsi surai singa jantan, yakni untuk melindungi leher mereka dari gigitan selama bertarung satu sama lain.
Sebaliknya, harimau cenderung hidup soliter. Setelah masa bersama induk mereka berakhir, harimau dewasa menjalani kehidupan sendiri dan menghindari interaksi dengan harimau lain kecuali saat musim kawin. Komunikasi antar harimau juga dilakukan dengan cara yang berbeda dibandingkan singa. Harimau memiliki suara yang disebut chuff, yang menurut Guglielmo, hanya dimiliki oleh harimau. Harimau menggunakan suaru chuff ini untuk berkomunikasi saat musim kawin yang memberi sinyal antar harimau. Pada singa, mereka tidak memiliki suara khusus dan hanya menggunakan bahasa tubuh untuk melihat reaksi.
Perbedaan wilayah geografis membuat singa dan harimau hampir tidak pernah bertemu di alam liar. Singa umumnya hidup di Afrika, sementara harimau tersebar di berbagai wilayah Asia. Bahkan dalam catatan fosil, tidak ditemukan bukti bahwa kedua spesies pernah berbagi wilayah yang sama.
Meskipun demikian, manusia pernah mengawinkan keduanya di penangkaran untuk menghasilkan hibrida yang dikenal sebagai liger. Praktik ini tidak terjadi secara alami dan tidak memberikan manfaat bagi kelangsungan kedua spesies.
Kesamaan penting lainnya antara singa dan harimau terletak pada ancaman yang mereka hadapi. Keduanya mengalami tekanan akibat aktivitas manusia, seperti hilangnya habitat, konflik dengan manusia, serta dampak perubahan iklim. Kondisi ini menyebabkan populasi keduanya mengalami penurunan dan membutuhkan upaya konservasi yang serius.
Singa dan harimau merupakan dua predator besar dengan perbedaan mencolok dalam penampilan, evolusi, dan perilaku, meskipun memiliki struktur anatomi yang serupa. Perbedaan habitat dan gaya hidup membuat keduanya berkembang secara unik di lingkungan masing-masing, sementara ancaman dari aktivitas manusia menjadi tantangan bersama yang mengancam kelangsungan hidup kedua spesies tersebut.
Diolah dari artikel:
“What’s the difference between a lion and a tiger?” oleh Dani Leviss. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring world news closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.livescience.com/animals/cats/whats-the-difference-between-a-lion-and-a-tiger