Sumber ilustrasi: Pixabay
7 Mei 2026 17.35 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [07.05.2026] Meningkatkan kualitas buah tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman telah lama menjadi tantangan besar dalam dunia pertanian modern. Para ilmuwan selama bertahun-tahun mencoba meningkatkan warna, aroma, rasa, dan kandungan nutrisi buah melalui manipulasi genetik maupun pengaturan hormon tanaman. Akan tetapi, banyak pendekatan tersebut menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan, seperti perubahan ukuran tanaman, gangguan pertumbuhan, atau penurunan hasil panen. Kondisi tersebut terjadi karena banyak senyawa yang menentukan kualitas buah berkaitan erat dengan hormon tumbuhan yang juga mengatur perkembangan tanaman secara keseluruhan.
Senyawa seperti antosianin dan terpenoid diketahui memiliki peran penting dalam menentukan kualitas buah. Antosianin memberikan warna merah atau ungu sekaligus berfungsi sebagai antioksidan, sedangkan terpenoid berkontribusi pada aroma dan rasa buah. Peningkatan kedua senyawa tersebut selama ini sering dikaitkan dengan perubahan kadar sitokinin, yaitu hormon tumbuhan yang mengatur pertumbuhan dan metabolisme sekunder. Akibatnya, upaya meningkatkan kandungan nutrisi buah kerap mengorbankan stabilitas pertumbuhan tanaman.
Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di Horticulture Research, tim peneliti dari Nanjing Agricultural University dan University of Connecticut menemukan pendekatan berbeda yang tampaknya mampu mengatasi masalah tersebut. Penelitian berfokus pada gen housekeeping bernama FveIPT2 pada stroberi hutan. Gen housekeeping biasanya dikenal sebagai gen dasar yang hanya berfungsi menjaga aktivitas rutin sel di dalam organisme. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa gen tersebut ternyata dapat memengaruhi kualitas buah secara spesifik.
Para peneliti merekayasa tanaman stroberi agar menghasilkan tingkat ekspresi FveIPT2 lebih tinggi dibandingkan tanaman normal. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas kimia buah tanpa disertai perubahan pertumbuhan tanaman. Buah dari tanaman hasil modifikasi menghasilkan kadar antosianin dan terpenoid jauh lebih tinggi dibandingkan stroberi biasa.
Penelitian menemukan bahwa tanaman tetap tumbuh normal meskipun aktivitas gen meningkat. Tidak ditemukan perubahan pada ukuran tanaman, pola pertumbuhan, waktu berbunga, maupun produktivitas buah. Berat buah, bentuk buah, dan tingkat kemanisan juga tetap sama dengan tanaman kontrol. Temuan ini menjadi penting karena banyak modifikasi metabolik sebelumnya justru memengaruhi perkembangan tanaman secara keseluruhan.
FveIPT2 diketahui terlibat dalam modifikasi tRNA dan berkaitan dengan produksi cis-zeatin, salah satu bentuk hormon sitokinin. Berbeda dari gen terkait sitokinin lainnya yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan, peningkatan aktivitas FveIPT2 hanya memicu perubahan kecil pada kadar hormon tanaman. Kondisi tersebut memungkinkan tanaman mempertahankan perkembangan normal sambil tetap meningkatkan kualitas buah.
Analisis kimia menunjukkan adanya peningkatan besar pada kandungan antosianin, flavonoid, dan senyawa fenolik. Perubahan tersebut membuat warna buah menjadi merah lebih pekat dibandingkan stroberi biasa. Peneliti juga mencatat peningkatan sembilan jenis antosianin tertentu, termasuk turunan sianidin dan pelargonidin yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan tinggi.
Selain perubahan warna, kandungan terpenoid dalam buah juga meningkat secara signifikan. Hampir setengah dari seluruh terpenoid yang terdeteksi mengalami kenaikan. Senyawa tersebut mencakup monoterpenoid, seskuiterpenoid, dan triterpenoid yang berperan besar dalam pembentukan aroma dan rasa buah.
Perubahan kualitas buah juga terlihat pada profil aromanya. Senyawa seperti linalool yang menghasilkan aroma floral menjadi lebih dominan pada stroberi hasil modifikasi. Di sisi lain, senyawa dengan aroma tajam menyerupai resin mengalami penurunan. Analisis ekspresi gen menunjukkan bahwa jalur biologis yang mengatur produksi dan transportasi senyawa aroma menjadi lebih aktif dibandingkan tanaman normal.
Tim peneliti menjelaskan bahwa temuan ini memperlihatkan gen housekeeping memiliki fungsi yang jauh lebih kompleks dibandingkan pemahaman sebelumnya. Peneliti dari Nanjing Agricultural University menyebut bahwa pendekatan dengan menargetkan gen tipe tRNA memungkinkan peningkatan warna, aroma, dan kandungan nutrisi buah tanpa memunculkan penalti pertumbuhan yang umum terjadi pada rekayasa metabolik konvensional.
Penelitian ini juga membuka perspektif baru mengenai peran jalur seluler dasar dalam menentukan kualitas tanaman pangan. Selama ini, gen housekeeping dianggap hanya menjalankan proses rutin yang tidak berkaitan langsung dengan sifat agronomis penting. Temuan terbaru memperlihatkan bahwa jalur biologis dasar tersebut ternyata dapat memengaruhi metabolisme sekunder yang berhubungan dengan kualitas buah.
Potensi penerapan pendekatan ini dinilai cukup luas. Jika strategi serupa berhasil diterapkan pada tanaman lain, ilmuwan dapat mengembangkan buah dan sayuran dengan kandungan nutrisi lebih tinggi, aroma lebih baik, dan warna lebih menarik tanpa menurunkan hasil panen atau kekuatan tanaman. Pendekatan tersebut dapat menjadi solusi penting bagi pengembangan produk pertanian berkualitas tinggi di masa depan.
Temuan terbaru menunjukkan bahwa peningkatan kualitas buah tidak selalu harus dibayar dengan gangguan pertumbuhan tanaman. Dengan memanfaatkan gen housekeeping FveIPT2, para peneliti berhasil meningkatkan kandungan antioksidan, aroma, dan warna stroberi tanpa mengubah ukuran, rasa manis, maupun perkembangan tanaman. Penelitian ini mengubah pandangan lama mengenai fungsi gen housekeeping dan membuka peluang baru dalam pengembangan tanaman pangan yang lebih bernutrisi sekaligus tetap produktif.
Diolah dari artikel:
“Scientists boost strawberry flavor and nutrition without changing growth” oleh Nanjing Agricultural University The Academy of Science. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/05/260504023855.htm