Sumber ilustrasi: Pixabay
12 Mei 2026 16.05 WIB – Climate Change
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [12.05.2026] Dalam suatu penelitian terbaru mengungkapkan bahwa permukaan laut global mengalami percepatan kenaikan yang jauh dari perhitungan sebelumnya. Hal ini dikarenakan pencairan es di Antartika mungkin terjadi dari bawah dan dengan kecepatan yang tidak terduga.
Lapisan es atau ice shelf merupakan perpanjangan besar dari gletser yang mengapung di laut dan berfungsi menahan aliran es daratan agar tidak langsung masuk ke lautan. Ketika lapisan es melemah, lebih banyak es dari daratan dapat bergerak menuju laut dan meningkatkan volume air laut global. Para ilmuwan sebelumnya telah mengidentifikasi pelemahan lapisan es kutub sebagai salah satu ketidakpastian terbesar dalam proyeksi perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut.
Penelitian terbaru ini berfokus pada lapisan es Fimbulisen di Antartika Timur yang dipandang sebagai wilayah lebih stabil dan lebih dingin bila dibandingkan bagian Antartika lainnya. Para peneliti menemukan bahwa bentuk bagian bawah lapisan es memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana air laut bergerak dan membawa panas. Saluran-saluran dalam yang terbentuk di bawah lapisan es ternyata mampu menjebak air laut yang relatif lebih hangat di area tertentu.
Ketika air hangat terperangkap di bawah es, proses pencairan menjadi jauh lebih intens dibandingkan wilayah lain. Para peneliti menemukan bahwa tingkat pencairan di dalam saluran tersebut dapat meningkat hingga sekitar sepuluh kali lipat di beberapa area. Struktur alami lapisan es ternyata tidak hanya menjadi bentuk pasif, melainkan juga mempengaruhi lokasi akumulasi panas laut dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Penulis utama penelitian, Tore Hattermann dari iC3 Polar Research Hub di Tromsø, Norwegia menjelaskan bahwa bentuk bagian bawah lapisan es ini secara aktif dapat menjebak panas laut tepat di area yang paling rentan terhadap pencairan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa proses pencairan di bawah permukaan memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan yang sebelumnya diperkirakan.
Tore Hattermann juga mengamati bahwa hanya sedikit peningkatan suhu air laut di bawah lapisan es Fimbulisen sudah cukup untuk mempercepat pencairan di dalam saluran-saluran es. Kondisi tersebut dapat menyebabkan saluran menjadi semakin besar dan pada situasi terburuk berpotensi melemahkan stabilitas seluruh lapisan es.
Qin Zhou yang turut memimpin penelitian menyebut bahwa aliran kecil air laut hangat dari kedalaman laut dapat menghasilkan dampak besar ketika dasar lapisan es memiliki pola saluran. Menurut Qin Zhou, beberapa lapisan es yang selama ini dianggap relatif aman dan dingin ternyata memiliki tingkat kerapuhan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Untuk memahami proses tersebut, tim peneliti menggabungkan pemetaan rinci bagian bawah dari lapisan es Fimbulisen dengan menggunakan model computer resolusi tinggi yang mensimulasikan sirkulasi laut di bawah es. Pendekatan tersebut memungkinkan para ilmuwan mengamati bagaiman arus laut bergerak, bercampur, dan mempengaruhi tingkat pencairan di berbagai kondisi suhu laut.
Para peneliti membandingkan dasar lapisan es yang halus dengan struktur bersaluran yang lebih realistis Simulasi dilakukan pada kondisi laut yang lebih dingin dan sedikit lebih hangat untuk melihat perbedaan dampak pencairan. Dengan metode tersebut, tim peneliti berhasil mengisolasi pengaruh saluran bawah es terhadap distribusi panas laut dan proses pelelehan.
Studi ini juga memanfaatkan data observasi lapangan yang sebelumnya dikumpulkan di kawasan Antarktika. Para peneliti menilai bahwa kombinasi antara pengamatan jangka panjang dan pemodelan komputer canggih sangat penting untuk memahami fitur-fitur kecil yang tersembunyi di bawah lapisan es. Tore Hattermann sendiri telah menghabiskan ratusan hari bekerja langsung di lapisan es Antarktika selama berbagai ekspedisi penelitian.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa pencairan yang semakin cepat di dalam saluran bawah es dapat menciptakan efek umpan balik yang berbahaya. Ketika saluran semakin dalam dan lebar, beberapa bagian lapisan es dapat menipis secara tidak merata. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kestabilan struktur lapisan es secara keseluruhan.
Jika lapisan es kehilangan kekuatannya, fungsi utama untuk menahan gletser daratan akan melemah. Akibatnya, lebih banyak es daratan dapat meluncur ke laut dalam waktu lebih cepat. Proses tersebut dapat mempercepat kenaikan permukaan laut global dan meningkatkan ancaman bagi wilayah pesisir di berbagai negara.
Tore Hattermann memperingatkan bahwa model iklim saat ini belum sepenuhnya mampu menangkap efek pencairan yang disebabkan oleh saluran bawah es. Kondisi tersebut membuat sejumlah model berpotensi meremehkan sensitivitas lapisan es dingin di pesisir Antarktika Timur terhadap perubahan kecil suhu air laut. Pemanasan perairan pesisir sendiri telah diamati dan diperkirakan akan terus meningkat di masa depan.
Selain berdampak pada proyeksi kenaikan permukaan laut, perubahan pada lapisan es Antarktika juga dapat mempengaruhi pola sirkulasi laut dan ekosistem di Samudra Selatan. Air lelehan dari lapisan es berpotensi mengubah komposisi air laut dan mempengaruhi kehidupan laut di sekitar Antarktika.
Temuan terbaru menunjukkan bahwa pencairan lapisan es Antarktika dari bagian bawah dapat berlangsung jauh lebih cepat akibat saluran tersembunyi yang menjebak air laut hangat. Proses tersebut berpotensi melemahkan kestabilan lapisan es dan mempercepat aliran es daratan menuju laut, sehingga meningkatkan risiko kenaikan permukaan laut global. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa wilayah Antarktika Timur yang selama ini dianggap relatif aman ternyata memiliki tingkat kerentanan lebih besar terhadap perubahan suhu laut dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Diolah dari artikel:
“Antarctica is melting from below and scientists say it’s worse than expected” oleh iC3 Polar Research Hub. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/05/260509210637.htm