Asal-Usul Peran Ayah pada Hewan Terungkap dari Makhluk Mirip Laba-Laba?

Sumber ilustrasi: Magnific
14 Juli 2026 16.15 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [14.07.2026] Bagaimana perilaku mengasuh anak pertama kali muncul di alam masih menjadi salah satu pertanyaan menarik dalam biologi evolusi. Selama ini para ilmuwan mengetahui bahwa pengasuhan oleh induk betina merupakan bentuk yang paling umum ditemukan pada berbagai kelompok hewan, sedangkan pengasuhan oleh induk jantan jauh lebih jarang. Bagaimana kedua bentuk perilaku tersebut berevolusi dan apakah keduanya mengikuti jalur evolusi yang sama masih belum sepenuhnya dipahami.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Zoological Journal of the Linnean Society menghadirkan gambaran baru mengenai pertanyaan tersebut. Penelitian yang dipimpin ilmuwan dari University of São Paulo ini memanfaatkan hampir tiga dekade penelitian lapangan yang dipadukan dengan ribuan pengamatan dari platform ilmu pengetahuan warga (citizen science) iNaturalist. Hasilnya menunjukkan bahwa perilaku menjaga telur pada harvestmen—kelompok arakhnida yang mirip laba-laba—tidak berkembang secara linier, melainkan muncul, menghilang, lalu berevolusi kembali berkali-kali sepanjang sejarah evolusinya.

Dengan memanfaatkan data dari iNaturalist, para peneliti berhasil lebih dari dua kali lipat meningkatkan jumlah spesies harvestmen yang diketahui memiliki perilaku pengasuhan. Sebelum penelitian ini, sejak tahun 1936 hingga 2025 hanya terdapat 80 spesies yang terdokumentasi memiliki perilaku menjaga keturunan. Melalui pencarian di iNaturalist, tim peneliti menambahkan 62 catatan baru hanya dalam waktu beberapa hari, sehingga menghasilkan kumpulan data terbesar yang pernah digunakan untuk mempelajari evolusi pengasuhan pada kelompok tersebut.

Analisis evolusi memperlihatkan bahwa pengasuhan oleh induk betina selalu muncul dari nenek moyang yang sebelumnya tidak memiliki perilaku mengasuh. Pola tersebut sesuai dengan temuan-temuan sebelumnya pada kelompok serangga. Sebaliknya, pengasuhan oleh induk jantan ternyata jauh lebih kompleks. Para peneliti menemukan bahwa perilaku tersebut dapat muncul secara langsung dari spesies tanpa pengasuhan maupun berkembang dari spesies yang sebelumnya telah memiliki pengasuhan oleh induk betina.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa evolusi peran ayah tidak mengikuti satu jalur yang tetap. Para peneliti menduga salah satu mekanisme penting yang mendorong munculnya pengasuhan oleh induk jantan adalah enhanced fecundity, yaitu bentuk seleksi seksual ketika betina lebih memilih jantan yang telah menjaga telur karena dianggap meningkatkan peluang keberhasilan reproduksi.

Harvestmen sendiri merupakan kelompok yang sangat menarik untuk dipelajari. Lebih dari 6.900 spesies telah diidentifikasi, dan meskipun hanya menyumbang sekitar 0,6 persen dari seluruh keanekaragaman artropoda, kelompok ini mencakup lebih dari separuh contoh evolusi independen pengasuhan oleh induk jantan yang diketahui pada artropoda.

Penulis utama penelitian, Glauco Machado, menjelaskan bahwa pengasuhan oleh induk jantan merupakan perilaku yang sangat langka di alam, tetapi telah berevolusi secara independen berkali-kali. Menurut Machado, harvestmen memberikan kesempatan unik untuk memahami faktor-faktor yang mendorong evolusi perilaku tersebut. Machado juga menjelaskan bahwa pada banyak spesies yang seluruh pengasuhannya dilakukan oleh jantan, perilaku menjaga telur merupakan hasil seleksi seksual karena betina cenderung memilih jantan yang sedang merawat keturunannya.

Penelitian ini juga menunjukkan besarnya kontribusi ilmu pengetahuan warga terhadap perkembangan sains modern. Platform iNaturalist memungkinkan masyarakat umum mengunggah foto organisme beserta lokasi penemuannya, sehingga menyediakan data biologis dalam jumlah sangat besar yang dapat dimanfaatkan para peneliti di seluruh dunia.

Machado menjelaskan bahwa penggunaan iNaturalist mempercepat proses pengumpulan data secara drastis. Menurut Machado, pencarian yang sebelumnya akan membutuhkan perjalanan ke berbagai museum di seluruh dunia dengan biaya besar dan waktu bertahun-tahun dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar satu minggu menggunakan platform tersebut.

Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa peran ahli taksonomi tetap tidak dapat digantikan. Identifikasi spesies secara akurat, penentuan jenis kelamin individu yang menjaga telur, hingga membedakan perilaku pengasuhan dari perilaku lain seperti menjaga pasangan tetap membutuhkan keahlian khusus.

Machado menilai bahwa ahli taksonomi justru menjadi semakin penting di era ilmu pengetahuan digital. Menurut Machado, suatu spesies tidak mungkin dapat dilestarikan apabila belum memiliki nama ilmiah, dan pemberian nama tersebut merupakan tanggung jawab para ahli taksonomi.

Penelitian ini juga memiliki keterbatasan karena adanya bias pengamatan. Individu yang sedang menjaga telur jauh lebih mudah ditemukan dan difoto dibandingkan spesies yang tidak menunjukkan perilaku pengasuhan. Meskipun demikian, lebih dari separuh data yang dianalisis merupakan catatan baru, sehingga penelitian ini berhasil memperluas pemahaman mengenai evolusi perilaku pengasuhan pada harvestmen secara signifikan.

Temuan terbaru menunjukkan bahwa evolusi pengasuhan induk, khususnya pengasuhan oleh induk jantan, jauh lebih dinamis daripada yang selama ini diperkirakan. Perilaku tersebut dapat muncul melalui beberapa jalur evolusi yang berbeda dan dipengaruhi oleh tekanan seleksi seksual maupun faktor ekologis lainnya. Selain memperkaya pemahaman mengenai asal-usul peran ayah di dunia hewan, penelitian ini juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara ilmuwan dan masyarakat melalui platform ilmu pengetahuan warga mampu mempercepat lahirnya penemuan-penemuan baru dalam biologi evolusi.

Diolah dari artikel:
“Spider-like creatures help uncover the surprising origins of fatherhood” oleh The Linnean Society of London. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/07/260712011737.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *