AS dan China Sepakati Penurunan Sementara Tarif

Sumber ilustrasi: freepik

13 Mei 2025 08.05 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________


Desanomia [13.5.2025] Amerika Serikat dan China mengumumkan kesepakatan untuk sementara menurunkan tarif impor secara signifikan. Langkah ini memberikan angin segar bagi pasar global dan meredakan kekhawatiran akan resesi akibat perang dagang yang telah berlangsung lama antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Dalam pengumuman bersama pada Senin, AS menyatakan akan memangkas tarif tambahan atas produk China yang diberlakukan pada April tahun ini dari 145% menjadi 30%. Sebaliknya, China juga akan menurunkan bea masuk atas produk AS dari 125% menjadi 10%. Pemangkasan tarif ini berlaku selama 90 hari ke depan.

Namun, kesepakatan ini tidak mencakup pengembalian pengecualian “de minimis” untuk pengiriman e-commerce bernilai rendah dari China dan Hong Kong, yang telah dihapus oleh pemerintahan Trump sejak 2 Mei. Meskipun demikian, pengurangan tarif yang disepakati jauh melebihi ekspektasi sebagian besar analis, yang memperkirakan pemangkasan hanya akan mencapai angka 50%.

Zhiwei Zhang, Kepala Ekonom di Pinpoint Asset Management, mengatakan kesepakatan ini merupakan kabar baik bagi kedua negara dan perekonomian global secara keseluruhan dan juga menambahkan bahwa keputusan ini mengurangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap kerusakan rantai pasok dalam jangka pendek.

Kabar ini langsung disambut positif oleh pasar finansial. Indeks saham di Wall Street melonjak, nilai dolar AS menguat, sementara harga emas mengalami penurunan. Reaksi ini mencerminkan berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi akibat kebijakan tarif proteksionis yang selama ini diterapkan oleh pemerintahan Trump.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang hadir dalam pertemuan bilateral di Jenewa, menyatakan bahwa kesepakatan ini mencerminkan komitmen kedua negara terhadap perdagangan yang seimbang. Dirinya juga menegaskan bahwa baik AS maupun China tidak menginginkan adanya pemisahan ekonomi (decoupling) yang dinilai setara dengan embargo perdagangan.

Bersama Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, Bessent menjelaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di Swiss selama akhir pekan lalu berhasil mempersempit perbedaan antara kedua pihak dan menambahkan bahwa kedua delegasi telah mencapai konsensus bahwa perdagangan harus tetap berlanjut dan bahwa tarif tinggi yang sebelumnya diberlakukan telah menjadi hambatan utama.

Perang tarif antara kedua negara sebelumnya telah menghentikan arus perdagangan dua arah senilai hampir $600 miliar, mengganggu rantai pasok global, dan memicu kekhawatiran akan stagflasi. Sejumlah perusahaan bahkan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja akibat tekanan biaya.

Pertemuan di Jenewa menandai interaksi tatap muka pertama antara pejabat ekonomi tinggi AS dan China sejak Trump kembali menjabat dan kembali memberlakukan serangkaian tarif yang menargetkan barang-barang asal China. Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, menggambarkan perundingan tersebut sebagai terbuka, mendalam, dan konstruktif.

He menyatakan bahwa pertemuan berhasil mencapai kemajuan substansial dan menghasilkan konsensus penting dalam sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di kantor perwakilan China untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Minggu malam.

Sejak Januari, pemerintahan Trump telah menaikkan tarif terhadap impor China hingga 145%, melanjutkan kebijakan tarif dari masa jabatan pertamanya serta kebijakan tarif yang diwarisi dari pemerintahan Biden. China kemudian membalas dengan pembatasan ekspor atas unsur tanah jarang yang vital bagi industri pertahanan dan teknologi tinggi AS, serta menaikkan tarif impor barang dari AS.

Pasar Eropa turut merespons positif kabar kesepakatan ini. Saham perusahaan pelayaran Maersk naik lebih dari 12% setelah sebelumnya memperingatkan penurunan drastis volume kontainer antara AS dan China. Maersk menyatakan harapannya bahwa kesepakatan ini menjadi dasar bagi solusi jangka panjang yang lebih stabil.

Saham perusahaan barang mewah seperti LVMH dan Kering, pemilik merek Gucci, juga naik masing-masing sebesar 7,4% dan 6,7%. Sementara itu, perusahaan manufaktur pesawat AS, Boeing, belum memberikan tanggapan terkait dampak kesepakatan terhadap pengiriman pesawat ke pasar China.

Bessent mengungkapkan bahwa meskipun telah terjadi kemajuan, waktu dan lokasi pertemuan berikutnya belum ditentukan. Ia menyatakan bahwa perundingan lanjutan diperkirakan akan digelar dalam beberapa minggu ke depan dengan tujuan mencapai kesepakatan perdagangan yang lebih komprehensif.

Dalam wawancara dengan CNBC dan MSNBC, Bessent menyampaikan bahwa selama masa 90 hari ini, kedua pihak telah menyepakati mekanisme komunikasi reguler. Fokus utama pembahasan meliputi tarif, hambatan non-tarif, manipulasi mata uang, serta subsidi tenaga kerja dan modal oleh China.

Selain isu perdagangan, AS juga menekankan pentingnya kerja sama China dalam menanggulangi krisis fentanyl. Untuk pertama kalinya, menurut Bessent, pejabat China menunjukkan keseriusan dalam menghentikan aliran zat prekursor narkotika ke AS. Trump sebelumnya menetapkan keadaan darurat nasional sebagai tanggapan atas penyelundupan fentanyl.

Buah Pikiran

Kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan China ini menunjukkan bahwa pendekatan dialog tetap menjadi jalan paling efektif untuk meredakan ketegangan ekonomi global. Meskipun sifatnya belum permanen, pemangkasan tarif ini telah memberikan sinyal positif kepada pasar dan membuka peluang bagi pemulihan hubungan dagang yang lebih stabil. Hal ini juga menjadi bukti bahwa tekanan ekonomi pada akhirnya dapat mendorong perubahan sikap politik yang lebih pragmatis.

Namun demikian, perlu dicermati bahwa masalah struktural seperti ketidakseimbangan akses pasar, ketergantungan pada subsidi, dan praktik perdagangan tidak adil belum sepenuhnya terselesaikan. Oleh karena itu, keberhasilan kesepakatan ini sangat bergantung pada kelanjutan negosiasi dalam 90 hari ke depan. Apabila tidak ada kemajuan substantif, maka kesepakatan ini berisiko menjadi solusi jangka pendek yang tidak menyentuh akar persoalan. (NJD)

Sumber: Reuters

Link: https://www.reuters.com/world/china/us-china-reach-deal-slash-tariffs-officials-say-2025-05-12/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *