Fosil Gurita Tertua Ternyata Bukan Gurita

Sumber ilustrasi: Pixabay
9 April 2026 14.55 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [09.04.2026] Fosil memiliki peran penting dalam merekonstruksi sejarah evolusi kehidupan di Bumi, termasuk kelompok hewan laut seperti cephalopoda. Selama lebih dari dua dekade, spesies Pohlsepia mazonensis dianggap sebagai gurita tertua yang pernah ditemukan, dengan usia sekitar 300 juta tahun. Penemuan ini bahkan pernah diakui secara luas sebagai tonggak penting dalam memahami asal-usul gurita.

Gurita sendiri merupakan bagian dari kelompok cephalopoda yang mencakup hewan seperti cumi-cumi dan nautilus. Evolusi kelompok ini menjadi fokus utama dalam paleontologi karena kompleksitas anatomi dan kemampuan adaptasinya di lingkungan laut.

Interpretasi terhadap fosil sering kali dipengaruhi oleh kondisi pengawetan yang tidak sempurna. Seiring berkembangnya teknologi, pemahaman terhadap fosil lama dapat berubah dan membuka kemungkinan bahwa beberapa kesimpulan sebelumnya perlu direvisi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Pohlsepia mazonensis sebenarnya bukan gurita, melainkan bagian dari kelompok nautiloid. Nautiloid adalah cephalopoda bercangkang yang masih memiliki kerabat hidup hingga saat ini, berbeda dengan gurita yang tidak memiliki cangkang.

Kesalahan identifikasi awal terjadi karena kondisi fosil yang telah mengalami pembusukan sebelum terkubur. Proses ini menyebabkan bentuk tubuhnya tampak menyerupai gurita, termasuk struktur yang dianggap sebagai lengan, mata, dan kantung tinta.

Fosil tersebut ditemukan di Mazon Creek Lagerstätte, sebuah lokasi yang terkenal dengan pelestarian fosil jaringan lunak. Namun, pelestarian semacam ini juga dapat menghasilkan bentuk yang menyesatkan ketika jaringan telah terdegradasi.

Dengan menggunakan teknologi pencitraan sinchrotron berbasis sinar-X berintensitas tinggi, peneliti dapat melihat struktur internal fosil tanpa merusaknya. Metode ini memberikan detail yang jauh lebih tinggi dibandingkan teknik sebelumnya.

Hasil analisis mengungkap adanya 11 struktur kecil menyerupai gigi yang tersusun dalam satu baris. Struktur ini diidentifikasi sebagai radula, yaitu organ khas moluska yang berfungsi seperti lidah bergigi.

Jumlah dan bentuk struktur radula tersebut menjadi petunjuk utama. Gurita biasanya memiliki 7 hingga 9 elemen per baris, sedangkan nautiloid memiliki jumlah yang lebih banyak. Karakteristik yang ditemukan pada fosil ini lebih mendekati nautiloid dibandingkan gurita.

Selain itu, struktur yang sebelumnya dianggap sebagai kantung tinta tidak menunjukkan adanya pigmen melanosom, yang seharusnya ada jika benar merupakan organ tersebut. Hal ini semakin memperkuat bahwa fosil tersebut bukan gurita.

Perbandingan dengan fosil lain menunjukkan kecocokan dengan Paleocadmus pohli, yang merupakan spesies nautiloid yang telah dikenal sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Pohlsepia bukan spesies baru, melainkan contoh dari spesies yang sudah ada namun terawetkan dalam kondisi yang sulit diinterpretasikan.

Temuan ini berdampak besar pada pemahaman evolusi. Bukti keberadaan gurita menjadi lebih muda sekitar 150 juta tahun, sementara catatan jaringan lunak nautiloid menjadi jauh lebih tua dari yang sebelumnya diketahui.

Penelitian ini juga menegaskan pentingnya penggunaan teknologi modern dalam meninjau ulang fosil lama. Interpretasi ilmiah dapat berubah seiring munculnya bukti baru, sehingga pemahaman tentang sejarah kehidupan terus berkembang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Pohlsepia mazonensis bukan gurita melainkan nautiloid yang sebelumnya salah diidentifikasi, sehingga mengubah pemahaman tentang evolusi cephalopoda dan menegaskan pentingnya teknologi modern dalam mengoreksi interpretasi fosil lama.

Diolah dari artikel:
“World’s Oldest Known ‘Octopus’ Turns Out to Be An Entirely Different Animal” oleh Michelle Starr. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencealert.com/worlds-oldest-known-octopus-turns-out-to-be-an-entirely-different-animal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *