Mencairnya Gletser Diprediksi Picu Letusan Gunung Berapi Global

Sumber ilustrasi: Unsplash

11 Juli 2025 13.05 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [10.07.2025] Perubahan iklim tak hanya berdampak pada yang ada di permukaan Bumi seperti naiknya permukaan laut dan cuaca ekstrem. Dari studi terbaru mengungkapkan bahwa pemanasan global juga bisa membangkitkan aktivitas vulkanik yang tersembunyi di bawah lapisan es. Penelitian yang akan dipresentasikan pada Konferensi Goldschmidt 2025 di Praha ini mengindikasikan bahwa pencairan gletser akibat pemanasan global dapat memicu letusan gunung berapi yang lebih sering dan eksplosif, dengan konsekuensi serius terhadap iklim dunia.

Para ilmuwan menemukan bahwa gletser yang selama ini menekan aktivitas vulkanik memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan sistem geologi di bawahnya. Saat es mencair dan tekanan ini berkurang, magma serta gas bawah tanah berpotensi meletus ke permukaan dengan intensitas yang lebih tinggi. Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang bagaimana perubahan iklim dapat memicu respons geologis yang selama ini kurang diperhatikan.

Fenomena ini bukanlah hal baru dalam teori geologi. Sejak 1970-an, para peneliti telah menduga bahwa mencairnya lapisan es bisa berdampak langsung pada aktivitas gunung berapi. Namun, baru-baru ini para peneliti dari University of Wisconsin-Madison, yang dipimpin oleh Pablo Moreno Yaeger, berhasil memberikan bukti konkret dari hubungan tersebut dengan menganalisis enam gunung berapi di Chile selatan.

Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan metode penanggalan isotopik melalui peluruhan argon serta analisis kristal yang terbentuk dalam batuan magmatik. Hasilnya menunjukkan bahwa selama Zaman Es terakhir, sekitar 26.000 hingga 18.000 tahun lalu, lapisan es di wilayah Patagonia secara signifikan mengurangi volume letusan. Akan tetapi ketika lapisan es mencair, tekanan dari magma yang tertahan akhirnya dilepaskan dalam letusan besar yang menciptakan gunung Mocho-Choshuenco.

Kasus serupa juga telah terjadi di Islandia. Studi pada 2002 menunjukkan bahwa pencairan gletser setelah Zaman Es menyebabkan lonjakan aktivitas vulkanik 30 hingga 50 kali lipat dari sebelumnya. Islandia sendiri terletak di atas zona pertemuan lempeng tektonik, menjadikannya salah satu wilayah yang sangat responsif terhadap perubahan tekanan dari permukaan.

Secara global, ancaman ini tidak bisa dianggap sepele. Sebuah studi tahun 2020 mencatat bahwa ada 245 gunung berapi aktif yang berada di bawah atau dekat dengan lapisan es, termasuk di wilayah Antartika, Rusia, Selandia Baru, dan Amerika Utara. Ketika lapisan es mulai surut, potensi letusan yang tersembunyi dapat muncul ke permukaan.

Moreno Yaeger menyatakan bahwa syarat utama terjadinya letusan eksplosif adalah adanya lapisan es yang tebal menekan ruang magma di bawahnya. Ketika lapisan ini mencair, tekanan internal meningkat dan berpotensi memicu letusan. Proses ini kini sedang terjadi di beberapa wilayah kutub dan lintang tinggi, menjadikan kawasan seperti Antartika, Rusia, dan Amerika Utara sebagai titik-titik perhatian utama.

Letusan gunung berapi memang memiliki efek pendinginan jangka pendek melalui pelepasan aerosol sulfat yang memantulkan cahaya matahari. Namun dalam jangka panjang, letusan juga melepaskan gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metana ke atmosfer. Jika letusan terjadi secara beruntun, maka akumulasi gas ini dapat memperparah pemanasan global yang menciptakan siklus umpan balik (feedback loop) yang mempercepat pencairan gletser lebih lanjut.

Dengan kata lain bukan hanya perubahan permukaan yang menjadi kekhawatiran akibat pemanasan global, tetapi juga ketidakstabilan dalam sistem geologi Bumi yang selama ini tersembunyi di bawah es. Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara iklim dan geologi lebih erat dari yang diperkirakan, dan bahwa perhatian ilmiah perlu diarahkan lebih serius ke wilayah-wilayah vulkanik yang berada dalam pengaruh gletser. (NJD)

Diolah dari artikel:
“Melting glaciers could trigger volcanic eruptions around the globe, study finds” oleh Ben Turner.

Link: https://www.livescience.com/planet-earth/volcanos/melting-glaciers-could-trigger-volcanic-eruptions-around-the-globe-study-finds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *