Mendengarkan Nada Berbeda di Kedua Telinga Bisa Membuat Seseorang Lebih Fokus?

Sumber ilustrasi: Pixabay

18 November 2025 09.25 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [18.11.2025] Selama beberapa dekade terakhir, perhatian manusia menjadi topik yang semakin sering dibahas, terutama karena banyak penelitian menunjukkan bahwa rentang fokus cenderung menurun. Dalam kondisi seperti ini, berbagai metode untuk meningkatkan konsentrasi terus dicari, mulai dari teknik belajar hingga penggunaan musik. Musik, khususnya, telah lama diketahui mampu memengaruhi suasana hati, kognisi, dan bahkan performa mental seseorang. Banyak pelajar, misalnya, menggunakan musik gim video atau musik instrumental untuk membantu mereka berkonsentrasi. Akan tetapi, efektivitas jenis suara tertentu dalam meningkatkan perhatian belum sepenuhnya dipahami. Pertanyaan tentang bagaimana bunyi dapat memengaruhi fokus inilah yang mendorong seorang remaja bernama Toby Lam untuk melakukan penyelidikan ilmiah.

Ketertarikan Toby bermula dari pengalamannya sebagai pemain piano yang telah lama memperhatikan hubungan antara musik dan fungsi mental. Sebelumnya, ia telah meneliti bagaimana musik dapat memengaruhi suasana hati dan memori. Ketika mengetahui bahwa kemampuan fokus manusia semakin menurun, ia mulai bertanya-tanya apakah suara tertentu mampu membantu meningkatkan perhatian. Penelitian ini menjadi landasan bagi Toby untuk menguji dua jenis suara yang sering dibahas dalam konteks peningkatan fokus: musik gim video dan binaural beats.

Dalam proyeknya, Toby melibatkan 65 partisipan dalam sebuah eksperimen daring. Seluruh peserta memainkan sebuah gim sederhana yang mengharuskan mereka menekan tombol setiap kali angka tertentu muncul di layar. Langkah ini dipilih karena ketepatan dan kecepatan reaksi merupakan indikator langsung kemampuan fokus seseorang. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok pertama mengerjakan tugas dalam keheningan, kelompok kedua mendengarkan lagu tema Tetris, sedangkan kelompok ketiga mendengarkan binaural beats, yaitu dua nada sedikit berbeda yang diperdengarkan ke tiap telinga sehingga menciptakan sensasi ketukan berpulsasi.

Toby kemudian menganalisis akurasi serta waktu reaksi dari masing-masing kelompok. Hasil awal menunjukkan bahwa kelompok yang mendengarkan binaural beats cenderung tampil paling baik, sementara kelompok yang mendengarkan musik Tetris menunjukkan performa terendah. Walaupun tren tersebut belum signifikan secara statistik, hasilnya tetap memberikan petunjuk menarik mengenai kemungkinan pengaruh binaural beats terhadap peningkatan kapasitas perhatian. Toby menilai hasil ini sebagai titik awal bagi penelitian lebih mendalam, bukan sebagai akhir dari proses.

Selain itu, data penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang memiliki latar belakang musik cenderung tampil lebih baik dalam tugas tersebut, terlepas dari jenis suara yang mereka dengarkan. Temuan ini membuka peluang untuk mengeksplorasi apakah pelatihan musikal memberikan keunggulan dalam tugas yang membutuhkan fokus berkelanjutan. Toby juga menyimpulkan bahwa eksperimennya dapat diperbaiki di masa depan, misalnya dengan memperpanjang durasi paparan suara agar efeknya lebih jelas.

Sebagai pelajar yang bercita-cita menjadi ahli kimia, Toby mengerjakan penelitian ini ketika duduk di kelas tujuh di Long-View Micro School di Austin, Texas. Proyeknya membawanya menjadi finalis dalam Thermo Fisher Scientific Junior Innovators Challenge 2025, sebuah kompetisi sains bergengsi bagi peneliti muda. Pengalaman ini memberinya kesempatan untuk memahami lebih jauh tentang proses penelitian, termasuk pentingnya penelitian awal, ketekunan, dan bagaimana kegagalan merupakan bagian tak terpisahkan dari metode ilmiah.

Penelitian oleh Toby Lam ini menunjukkan bahwa suara tertentu, khususnya binaural beats, mungkin memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan fokus. Meski hasilnya belum signifikan secara statistik, tren yang muncul menunjukkan bahwa jenis suara tertentu dapat membantu mempercepat reaksi dan meningkatkan ketelitian dalam tugas sederhana. Sebaliknya, musik gim video seperti tema Tetris tampaknya justru mengalihkan perhatian, sehingga performa menjadi lebih rendah dibandingkan kelompok lain.

Secara umum, penelitian ini menyoroti potensi penggunaan suara sebagai alat bantu fokus, terutama bagi pelajar. Toby memandang penelitiannya sebagai langkah awal menuju pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara suara dan perhatian. Dengan pengujian yang lebih panjang dan variasi peserta yang lebih luas, studi semacam ini dapat membantu mengembangkan strategi efektif untuk meningkatkan konsentrasi dalam kegiatan belajar.

Diolah dari artikel:
“Listening to slightly different sounds in each ear may boost focus, teen finds” Oleh Maria Temming.

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.snexplores.org/article/listening-sound-boost-focus-attention

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *