Sumber ilustrasi: Freepik
12 Juli 2025 13.30 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [12.07.2025] Jerapah dikenal luas sebagai hewan darat tertinggi di dunia dengan lehernya yang menjulang. Namun, di balik keunikan fisiknya, satu ciri lain yang tak kalah mencolok adalah pola bintik-bintik pada tubuhnya. Meski terlihat sebagai ornamen semata, namun ternyata bintik-bintik tersebut menyimpan berbagai fungsi penting. Mulai dari perlindungan terhadap predator hingga pengatur suhu tubuh. Para ilmuwan kini semakin memahami bahwa keindahan kulit jerapah adalah hasil adaptasi kompleks terhadap lingkungan dan sosial mereka.
Salah satu fungsi utama dari bintik jerapah adalah kamuflase. Bentuk bintik yang tidak beraturan ini membantu memecah siluet tubuh jerapah di tengah vegetasi Afrika, terutama ketika sinar matahari menyaring di antara daun dan cabang pohon. Bahkan dengan ukuran tubuh yang besar, jerapah dapat tetap tersembunyi dari predator hanya dengan memanfaatkan efek visual ini.
Peneliti mengungkap bahwa bentuk bintik jerapah sering menyerupai pola percabangan pohon akasia, salah satu tanaman yang banyak ditemui di sabana tempat mereka hidup. Menariknya, studi pada tahun 2018 menemukan bahwa anak jerapah dengan bintik lebih besar dan bulat memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi, berkat kamuflase yang lebih efektif. Selain itu, kesamaan pola antara induk dan anak menunjukkan bahwa karakteristik bintik ini bersifat herediter.
Lebih jauh lagi, bintik-bintik tersebut juga berperan dalam termoregulasi. Dalam kondisi panas ekstrem, jerapah tidak dapat berkeringat atau terengah-engah seperti mamalia lainnya. Sebagai gantinya, mereka memanfaatkan jaringan pembuluh darah di bawah setiap bintik. Ketika suhu tubuh meningkat, pembuluh darah melebar dan membawa darah mendekati permukaan kulit pada area bintik, memungkinkan pelepasan panas secara efisien. Bukti ini diperkuat oleh foto termal yang menunjukkan bintik sebagai area paling hangat pada tubuh jerapah.
Studi terbaru terhadap jerapah Masai (Giraffa camelopardalis tippelskirchi) mendalami hubungan antara ukuran bintik dengan suhu lingkungan. Ditemukan bahwa jerapah di wilayah dingin cenderung memiliki bintik lebih besar, yang memungkinkan retensi panas lebih baik. Sebaliknya, bintik kecil lebih sesuai di daerah panas karena menyerap lebih sedikit sinar matahari. Studi ini juga menemukan perbedaan signifikan pada kelangsungan hidup jerapah jantan dewasa, yang lebih terpengaruh oleh variasi suhu karena mobilitas mereka yang lebih tinggi dibanding betina yang lebih sering menetap bersama kelompoknya.
Tak hanya fungsi fisik, pola bintik juga berperan dalam interaksi sosial. Penelitian yang dilakukan di Tanzania terhadap hampir 400 jerapah betina dewasa menunjukkan bahwa mereka cenderung membentuk ikatan sosial yang lebih kuat dengan individu lain yang memiliki pola bintik serupa. Karena pola ini diwariskan, hal ini menandakan adanya mekanisme visual untuk mengenali kerabat di antara jerapah.
Studi sebelumnya bahkan menyatakan bahwa dalam banyak spesies mamalia, pola pada tubuh bisa menjadi indikator kesehatan, status sosial, dan preferensi pasangan. Walau hal ini belum dikaji secara khusus pada jerapah, kemungkinan besar pola bintik memainkan peran serupa dalam seleksi alam dan proses reproduksi.
Bintik pada tubuh jerapah bukan sekadar ciri visual yang menarik, melainkan merupakan hasil evolusi multifungsi. Dari perlindungan terhadap predator, pengaturan suhu tubuh, pengenal sosial hingga potensi peran dalam seleksi pasangan, pola bintik terbukti menjadi salah satu aspek kunci dalam kelangsungan hidup spesies ini. Temuan ini menunjukkan bahwa adaptasi dari alam sering kali muncul dalam bentuk yang tak terduga. Dari hal yang sederhana seperti bintik di jerapah ternyata merupakan sesuatu yang lebih kompleks dari yang terlihat. (NJD)
Diolah dari artikel:
“Why do giraffes have spots?” oleh Clarissa Brincat
Link: https://www.livescience.com/animals/giraffes/why-do-giraffes-have-spots