Sumber ilustrasi: Freepik
9 Agustus 2025 11.50 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [09.08.2025] Hutan hujan merupakan salah satu ekosistem paling penting di dunia, meskipun hanya menutupi sebagian kecil dari total permukaan Bumi. Ekosistem ini menjadi rumah bagi sekitar separuh spesies tumbuhan dan hewan yang ada di planet ini. Hutan hujan juga memiliki curah hujan yang sangat tinggi, rata-rata lebih dari 178 cm per tahun, menjadikannya sangat subur dan kaya akan keanekaragaman hayati.
Secara umum, hutan hujan dikategorikan menjadi dua: tropis dan temperata. Hutan tropis umumnya berada di sekitar garis khatulistiwa dan ditandai oleh suhu panas serta kelembapan tinggi. Sebaliknya, hutan temperata cenderung lebih dingin dan terletak lebih jauh dari ekuator, biasanya di daerah pesisir. Meskipun lebih jarang ditemukan, hutan temperata juga memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan iklim dan ekologis.
Akan tetapi, batas-batas hutan hujan tidak selalu jelas, dan pengukuran ukurannya seringkali bergantung pada interpretasi ahli. Banyak dari hutan ini melintasi batas negara dan terpecah-pecah akibat aktivitas manusia. Ukurannya pun tidak stabil, karena terus berubah akibat deforestasi dan dampak perubahan iklim yang berlangsung cepat. Berikut ini merupakan empat hutan terbesar yang tercatat:
Hutan Hujan Sundaland
Hutan hujan keempat terbesar di dunia berada di wilayah Sundaland, yang mencakup Semenanjung Melayu, serta pulau-pulau besar seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Luas totalnya diperkirakan mencapai 510.000 km² dan mencakup wilayah Indonesia, Malaysia, Brunei, Thailand, dan Singapura.
Kawasan ini menjadi habitat penting bagi spesies endemik seperti orangutan, katak pelangi Borneo, dan bunga bangkai raksasa. Namun, deforestasi telah menggerus hutan primer Indonesia lebih dari 97.000 km² sejak tahun 2001. Menurut seorang peneliti dari Global Forest Watch, meskipun ada sejarah panjang konversi hutan untuk perkebunan kelapa sawit dan penebangan kayu, dalam beberapa tahun terakhir tren kehilangan hutan primer di Indonesia dan Malaysia mulai menurun. Hal ini disebut sebagai hasil dari kebijakan pemerintah yang lebih aktif dalam upaya pengendalian deforestasi, khususnya setelah kejadian kebakaran besar pada 2015.
Hutan Hujan New Guinea
Di peringkat ketiga, pulau New Guinea menyimpan hutan hujan seluas sekitar 786.000 km². Pulau ini terbagi menjadi dua bagian, bagian timur merupakan wilayah Papua Nugini, sedangkan bagian barat merupakan provinsi dari Indonesia. Kawasan ini menjadi rumah bagi sekitar 5% total keanekaragaman hayati global, termasuk kanguru pohon dan merpati mahkota.
Menurut data dari lembaga konservasi internasional, kawasan hutan ini dulunya terhubung dengan daratan Australia sebelum akhirnya terpisah sekitar 11.700 tahun lalu. Namun, tekanan dari penebangan komersial dan pertanian kini mengancam kelangsungan hutan ini. Biasanya, penebangan dilakukan secara selektif untuk mengambil kayu bernilai tinggi, yang kemudian diikuti oleh pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit skala industri. (bersambung)
Diolah dari artikel:
“What are the largest rainforests in the world?” oleh Patrick Pester dan Marilyn Perkins.
Link: https://www.livescience.com/largest-rainforests-in-the-world