Press Release Academic Meeting

Yogyakarta, 27 Desember 2025 – Forum 2045 menyelenggarakan Academic Meeting yang bertajuk “Proklamasi Epistemologi” di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada sebagai forum refleksi kritis atas peran universitas dalam menghadapi krisis yang semakin kompleks. Diskusi ini mempertemukan akademisi dan kelompok muda untuk membahas relasi antara kebebasan epistemik, pengetahuan, demokrasi, lingkungan, dan isu kebangsaan. 

Prof. Drs. M. Mukhtasar Samsyudin, M.Hum., Ph.D, Dosen Filsafat menyoroti adanya kesenjangan antara capaian akademik universitas dan reputasi sosialnya. Universitas dinilai semakin terjebak pada logika administratif dan angka-angka belaka sehingga kehilangan perannya sebagai ruang publik yang deliberatif dan bebas. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi seharusnya tidak hanya mengejar peringkat, tetapi juga menjamin kebebasan berpikir, keadilan epistemik, serta keberpihakan pada realitas sosial masyarakat.

Pinurba Parama Pratiyudha, ketua Forum 2045) memaknai kondisi Indonesia tahun 2025 sebagai rangkaian krisis yang saling terhubung mulai dari isu sosial, politik, hingga lingkungan. Menurutnya, krisis tersebut tidak dapat diselesaikan dengan cara-cara berpikir dan kebijakan lama karena akar masalahnya terletak pada cara berpikir pembangunan yang terlalu administratif dan jauh dari kenyataan sosial-ekologis. Oleh karena itu, diperlukan cara berpikir baru yang memungkinkan produksi pengetahuan yang betul-betul dapat menjawab kondisi realitas yang ada. 

Dari perspektif generasi muda, Akbarian Rifki Syafaat dan Panji Dafa Amrtajaya, anggota Desanomia dan Kolektif Bulaksumur Muda menegaskan pentingnya kedaulatan epistemologi sebagai bagian dari kemerdekaan bangsa. Universitas dipandang memiliki peran strategis sebagai ruang refleksi kebangsaan, bukan sekadar pabrik gelar atau penyedia tenaga kerja. Pengetahuan harus berpijak pada pengalaman hidup rakyat dan mampu menjawab persoalan nyata seperti kemiskinan dan krisis lingkungan. 

Forum ini menegaskan kembali urgensi universitas untuk berpolitik secara etis dan intelektual tanpa kehilangan otonomi akademiknya. Universitas diharapkan mampu menjaga kebebasan berpikir sekaligus menghadirkan pengetahuan yang berpihak pada keadilan sosial dan realitas masyarakat. Pengembangan ilmu pengetahuan perlu kembali berakar pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar etik dan epistemik kehidupan berbangsa.

Kontak

WA : +62 853-2673-0001 (Pinurba Parama Pratiyudha)Email : pinurba.parama.pratiyudha@ugm.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *