Sumber ilustrasi: Pixabay
27 Oktober 2025 09.15 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Beberapa sektor ekonomi merasakan dampak lebih berat. Asosiasi Perjalanan Amerika Serikat memperkirakan kerugian hingga 1 miliar dolar AS per minggu karena pembatalan perjalanan wisata ke taman nasional, situs bersejarah, dan museum-museum di Washington D.C., termasuk Smithsonian dan Kebun Binatang Nasional yang kini ditutup untuk umum.
Kamar Dagang AS juga melaporkan bahwa Small Business Administration (SBA), lembaga yang mendukung pinjaman bagi usaha kecil, tidak dapat menerbitkan pinjaman baru selama penutupan. Hal ini berarti lebih dari 1.600 usaha kecil kehilangan akses terhadap pendanaan senilai 860 juta dolar AS setiap minggu. Selain itu, penghentian sementara penerbitan asuransi banjir federal menyebabkan tertundanya proses jual beli properti dan penutupan hipotek di berbagai negara bagian.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) melaporkan kekurangan pengendali lalu lintas udara di sejumlah kota besar, seperti Boston, Philadelphia, Atlanta, dan Houston. Kondisi tersebut menimbulkan penundaan penerbangan di berbagai bandara, termasuk di Nashville, Dallas, dan Newark.
Dinamika politik di Washington menjadi semakin tegang. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, partai politik yang mengaitkan pendanaan pemerintah dengan tuntutan kebijakan tertentu biasanya gagal mendapatkan hasil sesuai keinginan. Hal ini pernah terjadi pada Partai Republik tahun 2013 dan 2018, dan kini situasi serupa tampak terulang.
Survei dari The Associated Press–NORC Center for Public Affairs Research menunjukkan masyarakat Amerika terbelah dalam menyikapi siapa yang bertanggung jawab atas kebuntuan ini. Sekitar enam dari sepuluh responden menilai Presiden Trump dan anggota Partai Republik di Kongres memikul tanggung jawab besar, sementara 54 persen menyebut Partai Demokrat di Kongres juga ikut bertanggung jawab.
Persepsi publik berpotensi berubah jika Gedung Putih terus menggunakan penutupan ini untuk menghentikan pendanaan bagi proyek-proyek di wilayah yang didominasi Partai Demokrat. Beberapa proyek besar yang ditunda antara lain pembangunan terowongan kereta bawah Sungai Hudson yang menghubungkan New York dan New Jersey senilai 18 miliar dolar AS, serta perluasan jalur kereta bawah tanah Second Avenue di New York City.
Selain itu, pemerintah juga membatalkan hibah energi bersih senilai 7,6 miliar dolar AS yang ditujukan untuk 16 negara bagian yang sebelumnya mendukung kandidat Demokrat Kamala Harris dalam pemilihan presiden terakhir. Meskipun Gedung Putih menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak terkait langsung dengan penutupan pemerintahan, langkah ini tetap memicu perdebatan politik tajam.
Negosiasi antara dua partai utama masih buntu. Partai Republik menolak melakukan pembicaraan tentang kebijakan kesehatan sebelum pemerintahan kembali beroperasi penuh, sementara Partai Demokrat menegaskan akan terus memperjuangkan hak-hak rakyat dan menolak tekanan politik dari lawan politiknya.
Penutupan pemerintahan federal Amerika Serikat tahun 2025 mencerminkan kebuntuan politik yang mendalam antara Partai Republik dan Demokrat. Dampaknya terasa luas, mulai dari tertundanya gaji pegawai federal, gangguan terhadap sektor pariwisata dan bisnis kecil, hingga kekacauan operasional di bidang transportasi udara. Meskipun pemerintah berjanji akan membayar gaji pegawai secara penuh setelah krisis berakhir, ketidakpastian yang berkepanjangan telah menimbulkan keresahan sosial dan ekonomi di banyak wilayah.
Dengan tidak adanya tanda-tanda kesepakatan dalam waktu dekat, risiko ekonomi dan politik terus meningkat. Situasi ini tidak hanya menekan ribuan keluarga pegawai negeri, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah federal dalam mengelola anggaran negara. Jika kebuntuan terus berlanjut, penutupan ini berpotensi menjadi yang terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat dan menimbulkan dampak jangka panjang terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Diolah dari artikel:
“Shutdown impact: What it means for workers, federal programs and the economy” oleh Kevin Freking.