Trump Klaim AS-Iran Mulai Berunding Siap Capai Kesepakatan Akhiri Perang

Sumber ilustrasi: Pixabay
25 Maret 2026 08.05 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [25.03.2026] Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat minggu. Ia juga memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama lima hari tambahan, sebagai upaya memberi ruang bagi jalur diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan militer dan ancaman terhadap infrastruktur energi.

Dilansir dari Associated Press (AP), Trump mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pihak Iran tengah berlangsung melalui sejumlah perantara. Trump menyebut Iran ingin “membuat kesepakatan” dan bahkan mengklaim telah ada pembicaraan tidak langsung yang melibatkan utusan AS serta tokoh penting Iran, meski tidak merinci identitasnya. Trump menegaskan, “Mereka menginginkan perdamaian. Mereka telah setuju bahwa mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, tetapi kita lihat saja nanti.

Perubahan sikap Trump ini berdampak langsung pada pasar global, dengan turunnya harga minyak dan terguncangnya bursa saham. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal meredanya potensi eskalasi konflik yang sebelumnya mengancam pasokan energi dunia, terutama melalui jalur strategis Selat Hormuz. Ancaman Trump sebelumnya untuk “menghancurkan” fasilitas listrik Iran dalam 48 jam menjadi tekanan signifikan yang diyakini mendorong Iran ke meja perundingan.

Di sisi lain, isu utama dalam negosiasi tetap berkisar pada program nuklir Iran. Trump menyatakan bahwa Iran bersedia melepas uranium yang telah diperkaya, sebuah poin krusial yang selama ini ditolak Teheran. Data dari Badan Energi Atom Internasional menunjukkan Iran telah memiliki cadangan uranium yang signifikan, memperkuat kekhawatiran global terhadap potensi pengembangan senjata nuklir.

Upaya mediasi internasional juga mulai terlihat, dengan Turki dan Mesir memainkan peran penting. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah berkomunikasi dengan mitranya dari Turki, sementara Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyampaikan pesan untuk meredakan konflik. Seorang diplomat kawasan Teluk bahkan menyebut, “untuk saat ini, tampaknya mereka berhasil mencegah bencana energi.”

Perpanjangan tenggat oleh Trump membuka peluang diplomasi di tengah konflik yang berisiko besar terhadap stabilitas global, dengan indikasi awal bahwa tekanan militer dan ekonomi mulai mendorong Iran ke arah negosiasi, meskipun keberhasilan kesepakatan masih bergantung pada isu sensitif seperti program nuklir dan dinamika mediasi internasional. (njd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *