Teheran Membantah Klaim Trump Mengenai Pembicaraan “Produktif” dengan Iran

Sumber ilustrasi: Pixabay
25 Maret 2026 15.25 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah terjadi pembicaraan “very good and productive conversations” antara AS dan Iran dalam beberapa hari terakhir, dengan beberapa poin kesepakatan yang dicapai, sehingga berpotensi mencegah eskalasi konflik yang lebih serius. Trump juga memperpanjang tenggat waktu lima hari terkait Selat Hormuz dan berspekulasi bahwa kesepakatan bisa segera tercapai untuk mengakhiri perang.

Dilansir dari The Guardian, Teheran membantah adanya pembicaraan tersebut, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tidak ada komunikasi dengan AS sejak pengeboman yang dimulai 25 hari lalu. Trump menyatakan bahwa utusannya di Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantu serta penasihat dekatnya Jared Kushner telah mengadakan “very, very strong talks” dengan pihak Iran sehari sebelumnya, meskipun tidak menyebut siapa yang menjadi lawan bicara langsung.

Ancaman Trump untuk “hit and obliterate” fasilitas listrik dan infrastruktur energi Iran jika jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak dibuka, serta ancaman balasan Iran, memicu kekhawatiran eskalasi konflik dan dampak global terhadap harga energi. Beberapa negara seperti Oman, Turki, Mesir, dan Pakistan terlibat dalam upaya menengahi, dan pejabat Pakistan menyebut kemungkinan pembicaraan langsung di Islamabad minggu ini. Trump menegaskan, “Kami memberikan waktu lima hari, lalu kita lihat bagaimana hasilnya. Menurut saya, pada akhir periode itu, kesepakatan yang tercapai kemungkinan besar akan menguntungkan semua pihak.”

Krisis energi global semakin memanas, dengan Uni Eropa dan Jepang mengambil langkah mitigasi. Ursula von der Leyen menekankan pentingnya negosiasi untuk mengakhiri permusuhan, sementara Jepang mengumumkan pelepasan sebagian cadangan minyak strategis. Sementara itu, konflik bersenjata berlanjut di wilayah Timur Tengah, dengan laporan serangan rudal dari Iran ke Israel, serangan udara Israel di Lebanon, dan ancaman Iran terhadap fasilitas AS dan infrastruktur vital di Teluk.

Situasi Timur Tengah tetap tegang, dengan klaim AS mengenai pembicaraan produktif dibantah Iran, eskalasi militer masih berlangsung, dan tekanan internasional untuk negosiasi meningkat. Meski terdapat upaya mediasi regional dan spekulasi Trump soal kemungkinan kesepakatan, keberhasilan penyelesaian konflik masih bergantung pada respons Iran dan kelanjutan negosiasi diplomatik. (njd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *