Letusan Anak Krakatau Ganggu 712 Penerbangan, 150.000 Penumpang Terdampak

Sumber ilustrasi: Wikimedia Commons
6 September 2026 23.50 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [06.09.2026] Lebih dari 150.000 penumpang terlantar setelah erupsi Anak Krakatau memaksa otoritas Indonesia menghentikan sementara operasional delapan bandara. Gangguan terjadi setelah abu vulkanik dari gunung yang berada di Selat Sunda tersebut menyebar ke ruang udara dan mulai memengaruhi jalur penerbangan.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta menjadi bandara pertama yang ditutup pada Minggu pagi setelah abu Anak Krakatau terdeteksi di wilayah udara dekat bandara. Penutupan kemudian diperluas setelah pemantauan menunjukkan abu bergerak menuju wilayah lain.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan sedikitnya 712 penerbangan telah terdampak. Maskapai juga diminta mempertimbangkan pengalihan sejumlah penerbangan menuju bandara lain untuk mengurangi gangguan terhadap perjalanan penumpang.

Aktivitas Anak Krakatau mulai meningkat sejak Jumat larut malam dengan aktivitas seismik yang berlangsung terus-menerus, semburan lava, serta suara dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah sekitar. Otoritas kemudian mencatat dua erupsi tambahan pada Minggu dini hari.

Kementerian Perhubungan menyatakan penghentian sementara operasional terutama berdampak terhadap penerbangan dari dan menuju Singapura. Sejumlah rute internasional lain, termasuk Doha, Sydney, dan Kuala Lumpur, juga terkena dampak.

Dudy Purwagandhi menjelaskan keputusan menutup sementara lebih banyak bandara dilakukan setelah hasil pengujian menunjukkan abu vulkanik telah menyebar ke arah Jawa Barat. Perkembangan tersebut meningkatkan risiko terhadap jalur penerbangan di wilayah yang lebih luas.

Maskapai juga diminta mempercepat proses pengembalian dana bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan. Dudy Purwagandhi meminta informasi mengenai perubahan jadwal diberikan secepat mungkin kepada calon penumpang agar kepadatan di bandara dapat dihindari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mencatat abu mencapai ketinggian sekitar 20.000 kaki atau 6.000 meter di sisi timur gunung yang mengarah ke Jawa. Pada sisi barat menuju Sumatra, abu mencapai sekitar 50.000 kaki atau 15.000 meter.

Pihak berwenang memastikan tidak terdapat peringatan tsunami yang berkaitan dengan aktivitas terbaru Anak Krakatau. Gunung tersebut berada di Selat Sunda yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra.

Dampak erupsi juga dirasakan masyarakat di kawasan sekitar gunung. Menteri Kesehatan meminta penduduk di wilayah terdampak tetap berada di dalam ruangan dan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, iritasi mata, dan masalah pada kulit.

Surat kabar Kompas melaporkan beberapa sekolah membatalkan kegiatan pada Sabtu setelah siswa dan warga mengalami iritasi mata akibat abu. Sejumlah nelayan juga membatalkan perjalanan melaut setelah mengalami keluhan serupa.

Seorang warga bernama Aldi Candra Prayogi mengatakan gangguan mulai dirasakan sejak Jumat malam. Menurut Aldi, sensasi pada matanya menyerupai butiran kecil pasir yang masuk sehingga obat tetes mata diperlukan untuk mengurangi iritasi.

Abu yang turun juga cukup tebal di kawasan permukiman. Aldi mengatakan halaman depan rumahnya harus disapu setiap lima menit karena debu vulkanik terus kembali menumpuk.

Anak Krakatau telah aktif secara sporadis sejak muncul dari laut pada awal abad ke-20. Gunung tersebut tumbuh di dalam kaldera yang terbentuk setelah letusan besar Krakatau pada 1883.

Aktivitas Anak Krakatau sebelumnya pernah menimbulkan bencana besar ketika sebagian tubuh gunung runtuh pada Desember 2018. Keruntuhan tersebut memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 400 orang serta menyebabkan ribuan lainnya terluka dan mengungsi di pesisir Sumatra dan Jawa.

Penelitian setelah bencana 2018 menemukan sebagian bongkahan batu yang meluncur ketika tubuh gunung runtuh memiliki ketinggian sekitar 70 hingga 90 meter. Temuan tersebut memperlihatkan besarnya material yang berpindah ketika keruntuhan terjadi.

Anak Krakatau merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik, rangkaian gunung berapi, kawasan gempa, dan batas lempeng tektonik yang mengelilingi Samudra Pasifik. Jalur tersebut membentang sekitar 40.000 kilometer dari ujung selatan Amerika Selatan hingga Selandia Baru.

Sekitar 90 persen gempa bumi dunia terjadi di sepanjang Cincin Api Pasifik, sementara sekitar 75 persen gunung berapi aktif di Bumi berada di kawasan tersebut. Jumlahnya diperkirakan mencapai 452 gunung berapi aktif.

Besarnya gangguan penerbangan menunjukkan bahwa erupsi Anak Krakatau bukan hanya menjadi persoalan bagi wilayah di sekitar Selat Sunda. Penyebaran abu ke jalur penerbangan dapat dengan cepat memengaruhi jaringan transportasi nasional dan internasional karena keselamatan pesawat sangat bergantung pada kondisi ruang udara.

Posisi Anak Krakatau di antara Jawa dan Sumatra juga membuat dampak erupsi dapat meluas menuju wilayah dengan aktivitas penduduk dan transportasi yang tinggi. Gangguan terhadap rute Singapura, Doha, Sydney, dan Kuala Lumpur memperlihatkan bagaimana aktivitas sebuah gunung berapi dapat menghasilkan konsekuensi lintas negara.

Dampak terhadap sekolah, nelayan, dan permukiman menunjukkan sisi lain dari erupsi yang berlangsung di luar sektor penerbangan. Abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan dan kegiatan sehari-hari masyarakat bahkan ketika penduduk tidak secara langsung menghadapi lava maupun material erupsi berukuran besar.

Riwayat tsunami 2018 membuat perkembangan Anak Krakatau tetap memerlukan pemantauan ketat meskipun tidak terdapat peringatan tsunami dalam aktivitas terbaru. Perubahan pada tubuh gunung, aktivitas seismik, serta penyebaran material vulkanik menjadi bagian penting dari pengamatan karena Anak Krakatau berada di salah satu kawasan geologi paling aktif di dunia.

Erupsi Anak Krakatau telah mengganggu sedikitnya 712 penerbangan dan membuat lebih dari 150.000 penumpang terdampak setelah abu vulkanik menyebar menuju ruang udara Jawa dan Sumatra. Selain memengaruhi transportasi, abu juga mengganggu sekolah, aktivitas nelayan, dan kesehatan masyarakat, sementara pemerintah memastikan belum terdapat ancaman tsunami. Kondisi tersebut kembali memperlihatkan bahwa aktivitas Anak Krakatau dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, transportasi, dan keselamatan di kawasan Selat Sunda maupun wilayah yang lebih jauh.

Diolah dari artikel:
“Volcano eruption leaves 150,000 passengers stranded in Indonesia” oleh Toby Mann. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring fresh news closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link:  https://www.bbc.com/news/articles/cvgy5k4n07ko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *