“Konservasi” Desa
konservasi desa tidak semata-mata menjadi agenda lingkungan atau budaya
konservasi desa tidak semata-mata menjadi agenda lingkungan atau budaya
ekologi pasti bukan objek eksploitasi, tetapi sebagai kondisi kemungkinan dari hidup itu sendiri
konstitusi bukan hasil kritik terhadap sistem mainstream, tetapi penjelmaan dari kesadaran kebermukiman itu sendiri
peredaran jajanan pasar memperlihatkan bentuk distribusi ekonomi yang inklusif dan desentralistik
bukan untuk mengeksploitasi negara, tetapi untuk memulihkan dan membangun kedaulatan dari bawah
dibutuhkan komitmen untuk terus mempertanyakan, bahkan terhadap kebenaran yang tampak paling kokoh sekalipun
estetika desa menunjukkan kepada kita bahwa dunia masih bisa menyentuh manusia
keberadaan kalender tidak sekadar berfungsi sebagai alat penanda waktu, melainkan sebagai fondasi ontologi dan epistemologisnya
menulis sejarah desa dengan pendekatan konvensional bukan saja sulit, tetapi sering kali mustahil