Sumber ilustrasi: Unsplash
22 Mei 2026 11.40 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [22.05.2026] Pencarian sumber energi bersih hingga kini masih menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Hidrogen dipandang sebagai salah satu solusi energi masa depan karena kemampuannya menghasilkan energi tanpa emisi karbon saat digunakan. Namun, sebagian besar produksi hidrogen saat ini masih bergantung pada bahan bakar fosil seperti gas alam dan batu bara, yang justru menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam prosesnya.
Alternatif lain seperti hidrogen hijau yang dihasilkan dari energi terbarukan memang lebih ramah lingkungan, tetapi masih menghadapi kendala biaya tinggi serta kebutuhan infrastruktur yang kompleks. Dalam konteks ini, keberadaan hidrogen alami yang terbentuk secara geologis mulai menarik perhatian sebagai potensi sumber energi baru yang belum banyak dimanfaatkan.
Selama bertahun-tahun, penelitian mengenai hidrogen alami lebih banyak bersifat teoretis karena keterbatasan data lapangan jangka panjang. Para ilmuwan memahami bahwa reaksi kimia antara batuan dan air tanah dapat menghasilkan hidrogen, tetapi belum ada bukti kuat mengenai skala produksi dan keberlanjutan aliran gas tersebut di alam.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari University of Toronto dan University of Ottawa memberikan bukti langsung mengenai keberadaan sumber hidrogen alami dalam jumlah besar di bawah wilayah Canadian Shield. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu formasi batuan tertua di Bumi, yang terbentuk miliaran tahun lalu dan memiliki kondisi geologis yang mendukung pembentukan hidrogen.
Para peneliti melakukan pengukuran langsung terhadap gas yang keluar dari batuan melalui lubang bor di sebuah tambang aktif di dekat Timmins, Ontario. Hasil menunjukkan bahwa setiap lubang bor melepaskan sekitar 0,008 ton hidrogen per tahun atau sekitar 8 kilogram, dengan aliran yang dapat bertahan setidaknya selama satu dekade.
Ketika data tersebut diekstrapolasi ke sekitar 15.000 lubang bor di lokasi yang sama, estimasi produksi mencapai lebih dari 140 ton hidrogen per tahun. Jumlah ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 4,7 juta kilowatt energi setiap tahun, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi lebih dari 400 rumah tangga.
Barbara Sherwood Lollar dari University of Toronto menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya peluang besar yang belum dimanfaatkan untuk memperoleh sumber energi domestik dengan biaya yang relatif rendah dari batuan bawah permukaan. Barbara Sherwood Lollar juga menekankan bahwa sumber daya ini berpotensi mendukung industri lokal serta mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar berbasis hidrokarbon.
Dari sisi ekonomi, hidrogen memiliki peran penting dalam industri global dengan nilai pasar mencapai sekitar 135 miliar dolar, terutama dalam produksi pupuk, metanol, dan baja. Namun, metode produksi konvensional masih menghasilkan emisi karbon yang signifikan. Keberadaan hidrogen alami memberikan alternatif yang berpotensi lebih bersih tanpa memerlukan proses produksi intensif energi.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hidrogen alami terbentuk melalui reaksi kimia antara batuan dan air tanah yang berlangsung secara alami dalam jangka waktu panjang. Kondisi geologis di Canadian Shield menjadikan wilayah ini kaya akan mineral yang mendukung proses tersebut.
Oliver Warr dari University of Ottawa menjelaskan bahwa batuan yang menghasilkan hidrogen alami juga merupakan lokasi yang sama dengan deposit mineral penting seperti nikel, tembaga, dan berlian, serta area eksplorasi untuk litium, helium, kromium, dan kobalt. Oliver Warr menambahkan bahwa keberadaan sumber daya ini dalam satu lokasi dapat mengurangi kebutuhan transportasi jarak jauh, penyimpanan hidrogen, serta pembangunan infrastruktur tambahan yang besar.
Selain potensi industri, temuan ini juga memiliki implikasi bagi komunitas di wilayah utara yang sering menghadapi biaya energi tinggi akibat distribusi bahan bakar. Pemanfaatan hidrogen lokal dapat menjadi solusi untuk menyediakan energi yang lebih terjangkau sekaligus mengurangi emisi karbon.
Barbara Sherwood Lollar menyampaikan bahwa peningkatan ketersediaan hidrogen menjadi bagian dari upaya global untuk dekarbonisasi dan efisiensi ekonomi energi. Barbara Sherwood Lollar juga menegaskan bahwa penelitian ini memberikan dasar baru untuk menilai kelayakan ekonomi hidrogen alami, yang dapat diterapkan di berbagai wilayah dunia dengan kondisi geologis serupa.
Penemuan sumber hidrogen alami di bawah Canadian Shield menunjukkan bahwa Bumi menyimpan potensi energi bersih yang besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan, dengan kemampuan menghasilkan hidrogen secara berkelanjutan melalui proses geologis alami. Bukti empiris dari pengukuran langsung memperkuat kemungkinan bahwa hidrogen alami dapat menjadi alternatif energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang baru bagi industri, komunitas terpencil, dan strategi global dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Diolah dari artikel:
“Scientists discover massive natural hydrogen source beneath Canada” oleh University of Toronto. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/05/260519224317.htm