Sumber ilustrasi: Unsplash
27 April 2026 15.30 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [27.04.2026] Banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui dari mana asal penyebaran mikroplastik di udara kita. Para peneliti kini berpikir bahwa atmosfer kitalah yang memiliki peran besar dalam penyebaran tersebut. Mikroplastik yang terbawa ke atmosfer ini dapat terbawa hingga ke daerah-daerah terpencil dan membahayakan kesehatan orang-orang serta satwa-satwa yang ada di daerah tersebut. Tidak hanya itu, mikroplastik ini dapat juga menyebarkan polusi ke laut dan ke tahan di seluruh penjuru dunia.
Selama bertahun-tahun, banyak penelitian menganggap lautan sebagai sumber utama mikroplastik di atmosfer. Anggapan ini didasarkan pada luasnya wilayah laut serta perannya sebagai penampung limbah plastik global. Dalam penelitian terbaru dari University of Vienna yang dipublikasikan di jurnal Nature menunjukkan bahwa pemahaman tersebut perlu direvisi secara signifikan.
Penelitian ini menggunakan kombinasi pengukuran global dan model komputer untuk memperkirakan asal-usul mikroplastik di udara. Ioanna Evangelou, Silvia Bucci, dan Andreas Stohl mengumpulkan 2.782 data pengukuran mikroplastik atmosfer dari berbagai studi di seluruh dunia. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan model transportasi yang menggunakan beberapa estimasi emisi yang telah dipublikasikan sebelumnya.
Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan besar antara model dan kenyataan. Model secara konsisten memprediksi jumlah partikel mikroplastik di udara jauh lebih tinggi dibandingkan hasil pengamatan langsung, bahkan hingga beberapa orde magnitudo. Temuan ini menunjukkan bahwa estimasi emisi yang selama ini digunakan cenderung berlebihan, terutama untuk sumber dari daratan.
Setelah dilakukan penyesuaian terhadap model, para peneliti menemukan bahwa sumber mikroplastik dari daratan tetap menjadi kontributor terbesar, meskipun sebelumnya telah dilebih-lebihkan. Andreas Stohl menjelaskan bahwa setelah kalibrasi ulang, jumlah partikel mikroplastik yang dilepaskan dari daratan mencapai lebih dari 20 kali lipat dibandingkan yang berasal dari lautan.
Di sisi lain, Ioanna Evangelou menambahkan bahwa meskipun jumlah partikel lebih banyak berasal dari daratan, massa total mikroplastik justru lebih besar di atas lautan. Perbedaan ini disebabkan oleh ukuran rata-rata partikel laut yang cenderung lebih besar dibandingkan partikel dari daratan.
Sumber mikroplastik di atmosfer berasal dari berbagai aktivitas. Emisi langsung seperti abrasi ban kendaraan dan serat tekstil menjadi kontributor utama dari daratan. Selain itu, partikel juga dapat berasal dari permukaan tanah dan laut yang sebelumnya telah terkontaminasi, kemudian terangkat kembali ke udara oleh angin.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa distribusi ukuran partikel mikroplastik masih menjadi salah satu sumber ketidakpastian terbesar. Andreas Stohl menegaskan bahwa kondisi data saat ini belum memadai untuk memberikan gambaran yang sepenuhnya akurat. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan kontribusi berbagai sumber, termasuk lalu lintas, serta memahami distribusi ukuran partikel secara lebih detail.
Temuan ini menjadi langkah penting dalam memahami bagaimana mikroplastik bergerak melalui atmosfer dan menyebar secara global. Dengan memperbaiki model yang ada, para ilmuwan dapat menghasilkan estimasi yang lebih akurat mengenai jumlah dan sumber mikroplastik, yang pada akhirnya dapat membantu dalam upaya mitigasi polusi.
Selain itu, penelitian ini juga mengubah cara pandang terhadap peran daratan dan lautan dalam siklus mikroplastik global. Jika sebelumnya lautan dianggap sebagai sumber utama, kini daratan justru muncul sebagai kontributor dominan dalam jumlah partikel yang dilepaskan ke atmosfer.
Meskipun demikian, ketidakpastian yang masih ada menunjukkan bahwa skala sebenarnya dari masalah mikroplastik di udara belum sepenuhnya dipahami. Data yang lebih lengkap dan akurat diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak lingkungan dan kesehatan dari partikel-partikel ini.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sumber utama mikroplastik di atmosfer berasal dari daratan dengan kontribusi partikel yang jauh lebih besar dibandingkan lautan, meskipun estimasi sebelumnya telah dilebih-lebihkan. Perbedaan antara jumlah partikel dan massa mikroplastik menambah kompleksitas dalam memahami siklus globalnya, sementara keterbatasan data menunjukkan bahwa penelitian lebih lanjut masih sangat diperlukan untuk mengungkap skala sebenarnya dari polusi mikroplastik di udara.
Diolah dari artikel:
“Scientists just found where airborne microplastics really come from” oleh University of Vienna. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link : https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260423031542.htm