Sumber ilustrasi: Pixabay
27 April 2026 15.45 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [27.04.2026] Pergerakan pasar saham di kawasan Asia pada awal pekan menunjukkan variasi, seiring dengan penguatan yang terjadi di bursa Amerika Serikat pada akhir pekan sebelumnya. Indeks Nikkei 225 di Tokyo mencatat rekor tertinggi baru, mencerminkan sentimen positif global. Harga minyak dunia juga mengalami kenaikan signifikan lebih dari satu dolar AS per barel, dipicu oleh ketidakpastian dalam pembicaraan terkait konflik dengan Iran yang belum menunjukkan kemajuan berarti.
Ketegangan geopolitik kembali menjadi perhatian setelah rencana pengiriman utusan Amerika Serikat untuk melanjutkan negosiasi dibatalkan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa tidak ada kemajuan dalam pembicaraan, meskipun peluang dialog masih terbuka jika pihak terkait mengambil inisiatif.
Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga menantikan keputusan penting terkait suku bunga dari sejumlah bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve, European Central Bank, Bank of Japan, dan Bank of England.
Penguatan signifikan terjadi pada indeks Nikkei 225 di Jepang yang melonjak 1,4 persen hingga mencapai 60.564,18, mencetak rekor tertinggi intraday. Kenaikan juga terlihat pada indeks Kospi di Korea Selatan yang menguat 2,1 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong mengalami penurunan tipis, sedangkan indeks Shanghai Composite mencatat kenaikan moderat. Pasar Australia menunjukkan pelemahan, berbeda dengan Taiwan yang mencatat lonjakan kuat didorong oleh pembelian saham teknologi seiring meningkatnya permintaan terkait kecerdasan buatan.
Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 mencatat kenaikan 0,8 persen dan kembali mencetak rekor tertinggi baru. Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami sedikit penurunan, sementara Nasdaq Composite melonjak signifikan berkat penguatan sektor teknologi. Secara keseluruhan, S&P 500 telah meningkat hampir 13 persen dalam waktu kurang dari satu bulan, menunjukkan optimisme pasar yang kuat.
Dari sentimen konsumen di Amerika Serikat menunjukkan adanya pelemahan berdasarkan survei yang dilakukan oleh University of Michigan. Meskipun terjadi sedikit perbaikan setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, ketidakpastian masih membayangi prospek ekonomi.
Kondisi geopolitik juga berdampak langsung pada pasar energi. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menghambat lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak global. Akibatnya, harga minyak mentah Brent dan minyak mentah acuan Amerika Serikat mengalami kenaikan signifikan.
Di sektor korporasi, perusahaan teknologi Intel mencatat lonjakan harga saham yang tajam setelah melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi analis. Peningkatan permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kinerja perusahaan tersebut.
Pergerakan pasar global menunjukkan kombinasi antara optimisme ekonomi dan kekhawatiran geopolitik, dengan penguatan signifikan di sektor teknologi dan pasar saham utama, namun tetap dibayangi oleh ketidakpastian terkait konflik Iran dan dampaknya terhadap distribusi energi global.
Diolah dari artikel:
“Asian shares are mixed and oil gains more than $1 as Iran talks remain in flux” oleh Elaine Kurtenbach. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring economic news closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://apnews.com/article/stocks-markets-iran-rates-oil-3e4d531c5ffa6b2ea91eb8a3c84b5822