Sumber ilustrasi: Pixabay
08 Juni 2026 10.15 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [08.06.2026] Penggunaan anestesi dalam praktik medis modern merupakan hasil dari perkembangan panjang dalam sejarah kedokteran. Pengetahuan tentang anestesi pada masa lampau sebagian besar berasal dari catatan tertulis, terutama dalam teks medis kuno. Bukti langsung mengenai penggunaan bahan anestesi pada alat bedah kuno masih sangat jarang ditemukan, sehingga pemahaman mengenai praktik medis historis sering kali bersifat tidak langsung.
Dalam konteks pengobatan tradisional Asia, tanaman beracun seperti wolfsbane atau Aconitum telah lama diketahui memiliki sifat pereda nyeri. Meski sangat berbahaya, tanaman ini diyakini dapat digunakan secara aman setelah melalui proses detoksifikasi tertentu. Akan tetapi bukti kimia yang menunjukkan penggunaannya sebagai anestesi dalam praktik bedah kuno belum pernah teridentifikasi secara langsung hingga saat ini.
Penelitian terbaru terhadap alat bedah dari era Dinasti Ming di China memberikan temuan penting yang mengisi celah pengetahuan tersebut. Analisis terhadap residu pada alat-alat tersebut mengungkap kemungkinan penggunaan anestesi topikal berbahan dasar tanaman beracun yang telah diolah.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Antiquity dilakukan oleh Congcang Zhao dan tim dari Northwest University di China. Penelitian ini berfokus pada dua alat bedah berupa gunting dan pinset yang ditemukan di makam Xia Quan di Jiangyin, yang berasal dari periode Dinasti Ming antara tahun 1368 hingga 1644.
Para peneliti pertama-tama menggunakan analisis fluoresensi sinar-X untuk menentukan komposisi material alat tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua alat tersebut terbuat dari besi. Selanjutnya, peneliti mengidentifikasi partikel kecil berwarna seperti karat pada permukaan alat yang diduga mengandung residu organik.
Untuk mengungkap komposisi kimia residu tersebut, tim menggunakan spektroskopi mikro-Raman, sebuah teknik yang memanfaatkan sinar laser untuk menganalisis struktur molekul. Hasil analisis menunjukkan adanya gugus fungsi sianida serta komponen organik seperti minyak dan lemak, yang mengindikasikan sifat medis pada residu tersebut. Para peneliti menyimpulkan bahwa senyawa aconitine kemungkinan besar menjadi bagian dari residu tersebut.
Aconitine merupakan toksin alkaloid yang ditemukan pada tanaman Aconitum, yang dikenal luas sebagai wolfsbane. Tanaman ini sangat beracun, tetapi telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Asia sebagai pereda nyeri. Para praktisi medis pada masa Dinasti Ming diketahui mampu mengurangi tingkat racun tanaman ini dengan menggunakan zat asam seperti kacang hijau, cuka, atau urin anak laki-laki, sehingga dapat diubah menjadi bentuk bubuk atau cairan anestesi.
Congcang Zhao menjelaskan bahwa dokter pada masa Dinasti Ming menggunakan alat bedah berbahan besi serta menerapkan teknik aplikasi topikal, resep kombinasi, dan prosedur yang ketat untuk mengendalikan toksisitas aconitine. Pendekatan tersebut menunjukkan kemampuan praktis dalam menyeimbangkan efektivitas obat dengan keselamatan pasien dalam praktik medis tradisional.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa alat-alat tersebut kemungkinan digunakan dalam prosedur bedah kecil. Prosesnya melibatkan pengolesan anestesi pada kulit, kemudian penggunaan pinset untuk menahan jaringan dan gunting untuk memotong lapisan luar kulit. Residu anestesi ditemukan pada bagian alat yang sesuai dengan fungsi tersebut, yang menguatkan dugaan bahwa bahan tersebut digunakan selama prosedur berlangsung.
Para peneliti juga menyimpulkan bahwa anestesi kemungkinan digunakan dalam bentuk cair. Cairan tersebut diduga mengenai permukaan alat selama penggunaan, tidak sepenuhnya dibersihkan, dan akhirnya menyebabkan korosi pada logam, yang justru membantu pelestarian jejak kimia hingga saat ini.
Temuan ini menjadi bukti pertama yang secara langsung menunjukkan keberadaan anestesi pada alat bedah kuno. Zhao menegaskan bahwa hasil ini, jika dikombinasikan dengan catatan medis dari Dinasti Ming, mengonfirmasi penggunaan Aconitum sebagai anestesi topikal yang diaplikasikan secara aman dan presisi dalam praktik bedah.
Penelitian terhadap alat bedah Dinasti Ming memberikan bukti kimia langsung pertama tentang penggunaan anestesi topikal berbahan dasar tanaman Aconitum dalam praktik medis kuno. Analisis residu menunjukkan bahwa para praktisi masa lalu telah mengembangkan metode untuk mengendalikan toksisitas bahan beracun sekaligus memanfaatkannya sebagai pereda nyeri dalam prosedur bedah, memperlihatkan tingkat pengetahuan dan keterampilan medis yang lebih maju dari yang sebelumnya diperkirakan.
Diolah dari artikel:
“Toxic plant on Ming dynasty-era surgical tools may be world’s oldest chemical evidence of topical anesthetic” oleh Kristina Killgrove. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.