Orca Terekam Menghancurkan Ikan Mola-Mola Raksasa hingga Menjadi Ribuan Potongan

Sumber ilustrasi: Pixabay
24 Juli 2026 14.55 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [24.07.2026] Paus Orca dikenal sebagai salah satu predator laut paling cerdas di dunia. Mamalia laut ini mampu memburu berbagai jenis mangsa, mulai dari ikan, anjing laut, hingga paus yang berukuran lebih besar daripada tubuhnya sendiri. Keberhasilan tersebut didukung oleh kemampuan bekerja sama serta beragam teknik berburu yang berbeda pada setiap populasi orca.

Meskipun demikian, para ilmuwan masih terus menemukan perilaku baru yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Frontiers in Ethology melaporkan strategi unik yang digunakan sekelompok orca di Teluk California ketika menangani ikan mola-mola raksasa.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengamati bahwa orca tidak sekadar membunuh mangsanya. Hewan tersebut justru menghancurkan tubuh ikan menggunakan hantaman berkecepatan tinggi hingga jaringan tubuhnya terpecah menjadi ribuan bagian.

Penulis utama penelitian, Dr. Kathryn Ayres dari Beneath The Waves, menjelaskan bahwa salah satu orca menahan ikan mola-mola, kemudian melepaskannya sesaat sebelum individu lain menghantam tubuh mangsa dengan kecepatan tinggi. Menurut Ayres, perilaku tersebut kemungkinan membantu orca muda memperoleh makanan yang lebih mudah dimakan, meskipun tidak menutup kemungkinan tindakan tersebut juga merupakan bentuk permainan karena orca memang dikenal sering bermain dengan mangsanya.

Ikan mola-mola merupakan salah satu ikan bertulang terbesar di dunia. Panjang tubuhnya dapat melebihi tiga meter dengan berat mencapai sekitar 2.000 kilogram. Meskipun mampu berenang di berbagai kedalaman laut, ikan ini sering naik ke permukaan untuk beristirahat, mengatur suhu tubuh, maupun membersihkan parasit. Kebiasaan tersebut membuatnya lebih mudah ditemukan predator.

Di Teluk California, ikan mola-mola termasuk salah satu mangsa yang paling sering diburu oleh orca. Penelitian ini mendokumentasikan dua kejadian yang memiliki pola perilaku hampir identik dengan selang waktu lebih dari satu tahun.

Peristiwa pertama terjadi pada Juli 2024. Ayres mengamati sekelompok orca yang terdiri atas individu dewasa dan seekor orca muda sedang menangani bangkai ikan mola-mola berekor runcing (sharp-tail sunfish) yang telah dibunuh sebelumnya.

Seekor orca betina mencengkeram sirip ekor ikan yang besar sehingga bangkai tetap stabil di dalam air. Pada saat yang sama, seekor orca jantan berenang menjauh untuk memperoleh kecepatan sebelum meluncur kembali menuju mangsa.

Tepat sebelum tabrakan terjadi, orca betina melepaskan pegangannya sehingga hantaman pejantan mengenai tubuh ikan secara langsung. Benturan tersebut menghancurkan jaringan tubuh ikan menjadi ribuan serpihan yang kemudian tersebar di air.

Setelah tubuh mangsa terpecah, orca muda memakan potongan-potongan kecil tersebut, sedangkan individu dewasa mengonsumsi bagian tubuh yang lebih besar dan meninggalkan sebagian fragmen yang tersebar.

Peristiwa kedua direkam oleh Héctor Franz pada September 2025. Urutan perilaku yang diamati hampir sama, yaitu menahan mangsa, melepaskannya, menghantam dengan kecepatan tinggi, kemudian memakan hasil pecahan jaringan.

Para peneliti menilai perilaku tersebut merupakan strategi pengolahan makanan yang belum pernah didokumentasikan secara ilmiah pada orca.

Dalam kedua kejadian tersebut, ikan telah berada dalam kondisi mati sebelum dihantam. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tujuan tabrakan bukan untuk membunuh mangsa, melainkan memproses tubuhnya agar lebih mudah dimakan.

Para peneliti juga melihat adanya koordinasi yang jelas antaranggota kelompok. Seekor orca menjaga posisi bangkai tetap stabil sehingga individu lain dapat menghasilkan hantaman yang lebih akurat dan efektif.

Penelitian tersebut juga mengungkap kemungkinan manfaat biologis lain dari perilaku tersebut. Ikan mola-mola memiliki lapisan luar menyerupai gel yang dikenal sebagai kapsul. Lapisan tersebut beserta kulit ikan mengandung komunitas mikroorganisme yang khas.

Ketika jaringan tubuh ikan pecah menjadi ribuan bagian, mikroorganisme tersebut ikut tersebar ke lingkungan sekitar. Para peneliti menduga kondisi tersebut dapat meningkatkan interaksi antara mikrobioma ikan dan mikrobioma orca.

Interaksi tersebut mungkin memberikan keuntungan nutrisi maupun manfaat biologis lain, termasuk kemungkinan membantu pengaturan sistem kekebalan tubuh. Dugaan tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan.

Selain itu, perilaku tersebut diduga menjadi bentuk investasi induk terhadap individu muda. Dengan memecah bangkai menjadi potongan-potongan kecil, anak maupun remaja orca dapat memakan mangsa yang ukurannya jauh lebih mudah ditelan.

Ayres menjelaskan bahwa membagi mangsa kepada anggota kelompok, termasuk anak dan individu muda, memang telah lama dikenal sebagai salah satu perilaku sosial orca.

Para peneliti juga mempertimbangkan kemungkinan lain. Aktivitas menghantam mangsa mungkin memiliki fungsi sosial atau bahkan sekadar menjadi bentuk permainan, mengingat orca dikenal sering memperlihatkan perilaku bermain terhadap mangsa yang telah ditangkap.

Penelitian tersebut juga memberikan petunjuk menarik mengenai ikan mola-mola berekor runcing. Hingga saat ini, fragmentasi jaringan dalam skala sebesar itu baru pernah diamati pada spesies tersebut.

Para peneliti menduga struktur jaringan ikan mola-mola berekor runcing mungkin memiliki karakteristik yang membuatnya lebih mudah pecah ketika menerima benturan keras. Sebaliknya, spesies mola-mola lain yang berukuran lebih besar kemungkinan memiliki struktur jaringan yang berbeda sehingga tidak mudah mengalami fragmentasi serupa.

Identitas orca yang terlibat dalam kedua kejadian tersebut juga belum dapat dipastikan. Para ilmuwan membutuhkan rekaman dengan kualitas lebih tinggi, terutama yang memperlihatkan sirip punggung dan pola bercak di sekitar mata, karena kedua ciri tersebut menjadi penanda utama identifikasi individu orca.

Ayres menilai dokumentasi visual berkualitas tinggi akan sangat membantu karena para peneliti masih terus menemukan teknik baru mengenai cara orca berburu maupun mengolah mangsa. Menurut Ayres, meskipun orca telah menjadi salah satu predator laut yang paling banyak dipelajari, hewan tersebut masih terus menghadirkan kejutan baru bagi dunia sains.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orca memiliki strategi pengolahan mangsa yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya, yaitu menghancurkan ikan mola-mola berekor runcing menggunakan hantaman berkecepatan tinggi hingga tubuhnya terpecah menjadi ribuan bagian. Perilaku tersebut diduga mempermudah orca muda memperoleh makanan, mencerminkan kerja sama antaranggota kelompok, dan mungkin memberikan manfaat biologis lain melalui interaksi mikrobioma. Temuan ini memperluas pemahaman mengenai kecerdasan serta kompleksitas perilaku berburu orca, sekaligus menunjukkan bahwa predator laut tersebut masih menyimpan banyak perilaku yang belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan.

Diolah dari artikel:
“Orcas filmed smashing giant sunfish into thousands of pieces” oleh Frontiers. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/07/260723084040.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *