Burung Wren Pulau Skotlandia Sedang Berevolusi Menjadi Spesies Baru?

Sumber ilustrasi: Pixabay
29 Mei 2026 14.15 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [29.05.2026] Pulau-pulau terpencil telah lama menjadi laboratorium alami bagi para ilmuwan untuk mempelajari evolusi. Isolasi geografis, jumlah predator yang lebih sedikit, dan kompetisi yang berbeda dibandingkan daratan utama sering kali menghasilkan perubahan biologis yang unik pada hewan pulau. Fenomena seperti gigantisme pulau, yaitu kondisi ketika hewan di pulau berkembang menjadi jauh lebih besar dibandingkan kerabatnya di daratan, telah diamati pada berbagai spesies terkenal seperti kura-kura raksasa Galapagos dan burung Dodo di Mauritius. Namun, proses evolusi semacam itu jarang dapat diamati secara rinci pada spesies modern yang masih hidup.

Sebuah studi terbaru dari University of Birmingham memberikan gambaran baru mengenai proses tersebut melalui penelitian terhadap burung Wren di pulau-pulau Skotlandia. Penelitian yang dipublikasikan dalam Evolutionary Journal of the Linnean Society ini menemukan bahwa beberapa populasi Wren yang hidup terisolasi sedang mengalami perubahan evolusioner yang signifikan, termasuk peningkatan ukuran tubuh yang drastis dibandingkan populasi di daratan Britania Raya.

Penelitian tersebut berfokus pada empat subspesies Wren di Shetland, Fair Isle, Outer Hebrides, dan St Kilda. Meskipun keempat populasi hidup di lingkungan pulau yang relatif serupa, masing-masing menunjukkan jalur evolusi yang berbeda. Para peneliti menemukan bahwa Wren dari Shetland dan St Kilda menunjukkan contoh gigantisme pulau yang paling mencolok.

Perbedaan ukuran tubuh yang ditemukan cukup dramatis. Burung Wren di daratan Britania umumnya memiliki berat antara 7 hingga 10 gram, sementara Wren dari St Kilda dapat mencapai berat 13 hingga 16 gram. Para peneliti menyebut bahwa Wren terbesar dari St Kilda memiliki ukuran lebih dari dua kali lipat dibandingkan Wren terkecil di daratan Britania. Kondisi tersebut menempatkan populasi ini di antara seperempat kasus gigantisme pulau terbesar yang diketahui pada burung di dunia.

Selain perubahan ukuran tubuh, penelitian juga menemukan bahwa populasi Wren dari Shetland dan St Kilda jarang melakukan kawin silang dengan populasi daratan. Isolasi dalam jangka panjang tampaknya memungkinkan munculnya karakteristik fisik, pola lagu, dan perbedaan genetik yang unik pada masing-masing populasi.

Dr. Michał Jezierski dari School of Geography, Earth and Environmental Sciences menyampaikan bahwa keempat subspesies Wren Skotlandia berbeda secara genetik dari Wren daratan Britania. Jezierski menambahkan bahwa Wren dari Shetland dan St Kilda menunjukkan perbedaan yang sangat kuat dalam penampilan dan lagu, dengan tingkat perbedaan genetik yang cukup tinggi sehingga kemungkinan sedang menuju pembentukan spesies baru.

Untuk memahami proses evolusi tersebut, para peneliti membandingkan populasi pulau dan daratan menggunakan pengukuran tubuh, rekaman lagu, serta pengurutan genom secara menyeluruh. Pendekatan tersebut memberikan salah satu studi paling rinci mengenai apa yang disebut sebagai “sindrom pulau,” yaitu pola evolusi khas yang sering ditemukan pada spesies pulau, termasuk ukuran tubuh lebih besar, umur hidup lebih panjang, dan perubahan perilaku reproduksi.

Pulau diketahui menjadi habitat bagi sekitar 20 hingga 30 persen spesies di Bumi. Banyak ilmuwan percaya bahwa kombinasi isolasi geografis dan rendahnya tekanan predator menciptakan kondisi yang memungkinkan evolusi bergerak ke arah yang tidak biasa. Studi ini menunjukkan bahwa proses tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang.

Will Smith dari University of Nottingham menjelaskan bahwa penelitian tersebut menunjukkan lingkungan pulau yang serupa dapat menghasilkan hasil evolusi yang mirip melalui jalur genetik yang berbeda. Smith menilai bahwa Wren Skotlandia menjadi contoh penting untuk memahami bagaimana keanekaragaman hayati pulau terbentuk di seluruh dunia.

Analisis genom juga menunjukkan bahwa setiap populasi pulau memiliki identitas genetik yang berbeda dan sebagian besar terisolasi satu sama lain. Menariknya, meskipun Wren dari Shetland dan St Kilda terlihat serupa secara fisik, perubahan genetik yang mendorong evolusi mereka ternyata sebagian besar berbeda. Para peneliti menyebut fenomena tersebut sebagai “evolusi paralel,” yaitu kondisi ketika tekanan lingkungan yang sama menghasilkan bentuk adaptasi serupa melalui jalur biologis yang berbeda.

Jezierski menjelaskan bahwa populasi asal yang kemungkinan berasal dari daratan Britania mencapai kepulauan berbeda, lalu secara independen berevolusi menjadi burung pulau berukuran besar. Dalam proses tersebut, pola lagu mereka juga berubah jauh dibandingkan Wren daratan.

Sementara itu, populasi Wren dari Fair Isle dan Outer Hebrides tetap lebih mirip secara genetik dengan populasi daratan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa evolusi pulau tidak selalu menghasilkan tingkat perubahan yang sama, bahkan pada pulau yang letaknya relatif berdekatan.

Perubahan ukuran tubuh pada Wren raksasa juga berkembang bersamaan dengan perubahan lain seperti warna bulu, proporsi tubuh, dan pola lagu. Para peneliti menilai bahwa kondisi tersebut mendukung gagasan bahwa lingkungan pulau dapat membentuk evolusi dengan pola yang relatif konsisten dan dapat diprediksi.

Temuan terbaru menunjukkan bahwa populasi Wren di pulau-pulau Skotlandia sedang mengalami proses evolusi yang signifikan akibat isolasi geografis dan tekanan lingkungan khas pulau. Beberapa populasi tidak hanya berkembang menjadi jauh lebih besar dibandingkan kerabat daratan, tetapi juga menunjukkan perbedaan genetik dan perilaku yang kuat. Penelitian ini memberikan gambaran langka mengenai bagaimana spesies baru dapat terbentuk secara bertahap di alam, sekaligus memperkuat pemahaman ilmiah tentang mekanisme evolusi pada ekosistem pulau.

Diolah dari artikel:
“Scottish wrens may be evolving into new species through island gigantism” oleh University of Birmingham. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/05/260528082453.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *