Sumber ilustrasi: Pixabay
28 Agustus 2026 09.45 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [28.08.2026] Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun kronis yang membuat tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang dibutuhkan. Terapi insulin menjadi bagian penting dalam pengelolaan penyakit tersebut, tetapi kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang tetap dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada usia yang lebih muda. Ilmuwan-ilmuwan hingga kini terus mencari pendekatan tambahan yang dapat membantu mengurangi kerusakan pembuluh darah akibat diabetes.
Salah satu senyawa yang menarik perhatian adalah kurkumin, komponen alami yang memberikan warna kuning khas pada kunyit. Kurkumin telah lama dipelajari karena memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengaruhnya mungkin juga mencakup perlindungan terhadap fungsi dan struktur pembuluh darah.
Penelitian yang dipresentasikan dalam 2026 American Physiology Summit di Minneapolis menemukan bahwa pemberian kurkumin pada tikus dengan diabetes tipe 1 menghasilkan sejumlah perbaikan pada kesehatan pembuluh darah. American Physiology Summit merupakan pertemuan tahunan utama yang diselenggarakan oleh American Physiological Society.
Swasti Rastogi, kandidat PhD di Florida Institute of Technology sekaligus penulis pertama penelitian, menjelaskan bahwa kurkumin tampaknya bekerja lebih luas daripada sekadar sebagai antioksidan atau senyawa yang berasal dari rempah-rempah. Menurut Rastogi, kurkumin tidak hanya membantu memperbaiki kadar gula darah, tetapi juga mengurangi peradangan, memulihkan respons seluler, serta mempertahankan struktur dan fungsi aorta pada kondisi diabetes tipe 1.
Diabetes tipe 1 diperkirakan memengaruhi sekitar 2 juta orang di Amerika Serikat. Penyakit tersebut berkembang ketika sistem imun menyerang sel-sel pankreas yang menghasilkan insulin, sehingga penderitanya membutuhkan terapi insulin sepanjang hidup.
Meskipun insulin dapat mengendalikan kadar gula darah, risiko komplikasi jangka panjang tetap ada. Paparan glukosa tinggi secara terus-menerus dapat merusak lapisan dan struktur pembuluh darah, mengurangi elastisitasnya, serta mengganggu kemampuan pembuluh untuk merespons kebutuhan tubuh.
Kerusakan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa penderita diabetes tipe 1 dapat mengalami penyakit jantung lebih awal dibandingkan populasi tanpa diabetes. Karena itu, menjaga kesehatan pembuluh darah menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.
Untuk menguji kemungkinan manfaat kurkumin, para peneliti menggunakan model tikus dengan diabetes tipe 1. Tikus diabetes yang mendapatkan kurkumin dibandingkan dengan kelompok tikus diabetes yang tidak menerima senyawa tersebut.
Setelah satu bulan, tikus yang menerima kurkumin memperlihatkan sejumlah ukuran kesehatan pembuluh darah yang mendekati kondisi tikus tanpa diabetes. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kurkumin mungkin mampu memengaruhi lebih dari satu mekanisme biologis yang terganggu akibat diabetes.
Salah satu perubahan yang ditemukan adalah penurunan peradangan. Peradangan kronis dapat berkontribusi terhadap kerusakan dinding pembuluh darah dan mempercepat perkembangan gangguan kardiovaskular pada penderita diabetes.
Kurkumin juga tampaknya membantu memulihkan aktivitas kalsium yang lebih normal di dalam pembuluh darah. Pensinyalan kalsium berperan penting dalam kemampuan sel otot pembuluh darah untuk berkontraksi dan berelaksasi, sehingga gangguan pada mekanisme tersebut dapat memengaruhi aliran darah dan elastisitas pembuluh.
Para peneliti juga menemukan bahwa kurkumin membantu menyeimbangkan kembali heat shock protein 70. Protein tersebut memiliki peran penting dalam perlindungan dan respons sel terhadap stres, sementara regulasinya diketahui dapat terganggu pada kondisi diabetes.
Kombinasi dari penurunan peradangan, pemulihan pensinyalan kalsium, dan perbaikan regulasi heat shock protein 70 menunjukkan bahwa kurkumin mungkin membantu membatasi perubahan struktural serta fungsional yang secara perlahan melemahkan pembuluh darah.
Jika pembuluh darah dapat mempertahankan struktur dan elastisitas yang lebih baik, risiko berkembangnya komplikasi kardiovaskular akibat diabetes secara teoritis juga dapat berkurang. Namun, penelitian tersebut belum menunjukkan bahwa kurkumin dapat mencegah penyakit jantung pada manusia.
Hasil penelitian juga tidak berarti penderita diabetes tipe 1 sebaiknya langsung meningkatkan konsumsi kunyit atau mulai menggunakan suplemen kurkumin. Seluruh pengujian dilakukan pada tikus, sehingga efektivitas maupun keamanannya pada manusia belum dapat disimpulkan.
Penelitian lanjutan dan uji klinis pada manusia masih diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan yang terlihat pada model hewan juga terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Para ilmuwan juga harus menentukan dosis kurkumin yang mampu memberikan manfaat tanpa menimbulkan efek samping.
Penentuan dosis menjadi penting karena suplemen tidak selalu aman hanya karena berasal dari senyawa alami. Kurkumin dapat berinteraksi dengan obat tertentu, sehingga penggunaannya dalam konsentrasi tinggi perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan dan terapi lain yang sedang dijalani seseorang.
Karena alasan tersebut, penderita diabetes atau kondisi kesehatan lainnya dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen kurkumin sebagai bagian dari pengelolaan penyakit.
Penelitian terbaru pada tikus menunjukkan bahwa kurkumin, senyawa utama dalam kunyit, dapat membantu mengurangi sebagian kerusakan pembuluh darah yang berkaitan dengan diabetes tipe 1 melalui penurunan peradangan, perbaikan aktivitas kalsium, serta pemulihan regulasi protein penting dalam respons sel terhadap stres. Setelah satu bulan, kesehatan pembuluh darah tikus yang menerima kurkumin mendekati kondisi hewan tanpa diabetes. Temuan tersebut membuka kemungkinan kurkumin dapat dipelajari sebagai pendekatan tambahan untuk mengurangi risiko kardiovaskular jangka panjang akibat diabetes, tetapi uji klinis pada manusia tetap diperlukan sebelum manfaat dan dosis yang aman dapat ditentukan.
Diolah dari artikel:
“Turmeric compound may protect blood vessels from diabetes damage” oleh American Physiological Society. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/08/260824065543.htm