Apa Latihan yang Membantu Lansia Mengurangi Lemak Tanpa Kehilangan Massa Otot?

Sumber ilustrasi: Pixabay
30 Juni 2026 09.05 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [30.06.2026] Menjaga komposisi tubuh merupakan salah satu tantangan terbesar seiring bertambahnya usia. Banyak orang lanjut usia mengalami peningkatan lemak tubuh sekaligus penurunan massa otot, meskipun berat badan secara keseluruhan tidak berubah secara signifikan. Perubahan tersebut meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, menurunkan kekuatan fisik, dan mengurangi kualitas hidup. Karena itu, para peneliti terus berupaya mencari jenis latihan yang paling efektif untuk mengurangi lemak tubuh tanpa mengorbankan massa otot.

Berbagai bentuk olahraga diketahui mampu membantu menurunkan lemak tubuh. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang secara langsung membandingkan pengaruh intensitas latihan terhadap kemampuan tubuh mempertahankan massa otot pada kelompok usia lanjut. Sebuah penelitian terbaru dari University of the Sunshine Coast (UniSC) menunjukkan bahwa tidak semua jenis latihan memberikan manfaat yang sama terhadap komposisi tubuh.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan membandingkan latihan dengan intensitas tinggi, sedang, dan rendah pada orang lanjut usia yang sehat. Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga jenis latihan sama-sama menghasilkan penurunan lemak tubuh dalam jumlah yang relatif moderat. Akan tetapi, hanya latihan interval intensitas tinggi atau High-Intensity Interval Training (HIIT) yang mampu mempertahankan massa otot tanpa lemak selama proses penurunan lemak.

Penulis utama penelitian sekaligus fisiolog olahraga dari University of the Sunshine Coast, Dr. Grace Rose, menjelaskan bahwa seluruh tingkat intensitas latihan memang menghasilkan pengurangan lemak tubuh. Namun, hanya HIIT yang mampu mempertahankan massa otot tanpa lemak, sementara latihan intensitas sedang justru menyebabkan sedikit penurunan massa otot.

Menurut Dr. Grace Rose, latihan dengan intensitas tinggi maupun sedang juga memberikan manfaat lain berupa perbaikan komposisi berat badan yang tersimpan di sekitar area perut. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam pengaruh latihan dengan intensitas rendah terhadap perubahan komposisi tubuh.

Dr. Grace Rose menambahkan bahwa temuan tersebut memiliki arti penting karena perubahan komposisi tubuh berkaitan erat dengan munculnya dan berkembangnya berbagai penyakit kronis pada usia lanjut. Mempertahankan massa otot menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga fungsi fisik, metabolisme, dan kesehatan secara keseluruhan.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 120 orang lanjut usia yang sehat dari wilayah Greater Brisbane, Australia. Seluruh peserta menjalani program latihan di pusat kebugaran sebanyak tiga kali setiap minggu selama enam bulan dengan pengawasan para peneliti.

Rata-rata usia peserta mencapai 72 tahun dengan indeks massa tubuh rata-rata sebesar 26 kg/m². Nilai tersebut masih tergolong normal bagi orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Maturitas dan melibatkan kolaborasi antara Healthy Ageing Research Cluster UniSC dengan The University of Queensland.

Salah satu penulis penelitian, Associate Professor Mia Schaumberg dari UniSC, menjelaskan bahwa hasil penelitian ini hadir pada waktu yang tepat ketika banyak orang mulai menetapkan target kesehatan pada awal tahun. Menurut Mia Schaumberg, temuan tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi penuaan sehat sepanjang tahun 2026 dan seterusnya.

Dalam penelitian ini, HIIT dilakukan melalui rangkaian latihan singkat dengan intensitas yang sangat tinggi hingga napas menjadi berat dan percakapan menjadi sulit dilakukan. Setiap sesi latihan berat kemudian diselingi dengan periode pemulihan yang lebih ringan sebelum memasuki interval berikutnya.

Mia Schaumberg menjelaskan bahwa HIIT kemungkinan lebih efektif mempertahankan massa otot karena memberikan tekanan yang lebih besar terhadap jaringan otot. Tekanan tersebut mengirimkan sinyal biologis yang lebih kuat sehingga tubuh mempertahankan jaringan otot daripada menguranginya selama proses pembakaran lemak.

Temuan terbaru menunjukkan bahwa intensitas latihan memiliki peran penting dalam menentukan perubahan komposisi tubuh pada usia lanjut. Meskipun semua tingkat latihan mampu membantu mengurangi lemak tubuh, hanya HIIT yang berhasil mempertahankan massa otot tanpa lemak selama program latihan berlangsung. Hasil tersebut memperkuat potensi HIIT sebagai salah satu strategi olahraga yang efektif untuk mendukung penuaan sehat, menjaga kekuatan fisik, dan menurunkan risiko penyakit kronis pada kelompok lanjut usia.

Diolah dari artikel:
“Only one workout helped older adults lose fat without losing muscle” oleh University of the Sunshine Coast. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/06/260622014305.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *