Sumber ilustrasi: Pixabay
11 Agustus 2026 12.55 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [11.08.2026] Buah dan sayuran merupakan bagian penting dari pola makan sehat karena menyediakan vitamin, mineral, serat, serta berbagai senyawa bioaktif yang dibutuhkan tubuh. Di Inggris, masyarakat dianjurkan mengonsumsi sedikitnya lima porsi buah dan sayuran setiap hari melalui panduan yang dikenal sebagai 5-a-day. Akan tetapi, angka kepatuhan terhadap rekomendasi tersebut masih rendah, dengan kurang dari satu dari lima orang dewasa dan hanya sekitar satu dari sepuluh remaja yang berhasil mencapainya.
Selama ini, manfaat konsumsi buah dan sayuran lebih sering dikaitkan dengan kesehatan fisik, termasuk penurunan risiko penyakit kronis dan peningkatan kesehatan jangka panjang. Penelitian terbaru dari Newcastle University menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi buah dan sayuran, termasuk melalui segelas jus buah 100% atau smoothie setiap hari, mungkin juga berkaitan dengan kesehatan mental.
Penelitian tersebut dilakukan melalui uji coba terkontrol secara acak selama empat minggu terhadap orang dewasa yang pada awal penelitian hanya mengonsumsi dua porsi atau kurang buah dan sayuran per hari. Para peserta diberikan dukungan untuk meningkatkan asupan hingga mencapai target lima porsi sehari.
Sebagian peserta diminta mencapai target tersebut hanya melalui buah utuh dan sayuran. Kelompok lainnya juga meningkatkan konsumsi buah utuh dan sayuran, tetapi ditambah satu gelas jus buah 100% atau smoothie setiap hari.
Setelah empat minggu, kedua kelompok intervensi menunjukkan peningkatan konsumsi buah dan sayuran. Namun, kelompok yang mengonsumsi jus buah atau smoothie juga menunjukkan skor depresi yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.
Hasil penelitian tersebut telah melalui proses telaah sejawat dan dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition. Penelitian didanai oleh Fruit Juice Science Centre dan menunjukkan bahwa perubahan pola makan yang sederhana serta praktis mungkin memberikan manfaat tambahan bagi kesejahteraan mental.
Dr. Courtney Neal, yang menyelesaikan penelitian ketika berada di Newcastle University dan kini bekerja di University of Liverpool, menjelaskan bahwa kebanyakan orang sudah mengetahui manfaat mengonsumsi lima porsi buah dan sayuran setiap hari, tetapi banyak yang masih kesulitan mencapai jumlah tersebut.
Menurut Neal, ketika orang dengan konsumsi buah dan sayuran yang rendah diberikan dukungan finansial dan edukasi yang secara khusus ditujukan untuk mengatasi hambatan umum dalam menjalankan pola makan 5-a-day, mereka mampu membuat perubahan yang bermakna terhadap pola makan.
Neal juga menjelaskan bahwa solusi sederhana dan relatif murah, seperti meminum segelas kecil jus buah 100% atau smoothie setiap hari, dapat membantu seseorang mencapai target lima porsi buah dan sayuran sekaligus berpotensi mendukung kesejahteraan mental.
Penelitian tersebut melibatkan 42 peserta yang semuanya memiliki konsumsi buah dan sayuran rendah pada awal penelitian. Para peserta kemudian dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok yang masing-masing beranggotakan 14 orang.
Kelompok pertama berfungsi sebagai kelompok kontrol dan diminta mempertahankan pola makan mereka seperti biasa selama penelitian berlangsung.
Kelompok kedua menerima dukungan untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayuran hingga mencapai lima porsi per hari, tetapi seluruh target tersebut harus dipenuhi melalui buah utuh dan sayuran.
Kelompok ketiga juga didorong mencapai lima porsi sehari melalui buah utuh dan sayuran, tetapi dengan tambahan satu gelas jus buah atau smoothie setiap hari.
Ketiga kelompok menerima £10 setiap minggu. Selain dukungan finansial tersebut, kelompok kedua dan ketiga juga memperoleh materi edukasi yang dirancang untuk membantu mereka melakukan perubahan pola makan sesuai rekomendasi.
Untuk mengukur perubahan kondisi mental, para peneliti menggunakan kuesioner tervalidasi. Tingkat kecemasan dinilai melalui GAD-7 atau Generalized Anxiety Disorder 7, sedangkan gejala depresi diukur melalui PHQ-9 atau Patient Health Questionnaire-9.
Hasil menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi jus buah atau smoothie bersama peningkatan konsumsi buah dan sayuran memiliki skor depresi yang secara statistik lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.
Perbedaannya mencapai 2,52 poin pada skala depresi 27 poin. Kelompok kontrol memiliki skor rata-rata yang telah disesuaikan sebesar 5,45, sedangkan kelompok yang mengonsumsi jus buah memiliki skor rata-rata 2,93.
Para peneliti menggambarkan perbedaan tersebut sebagai efek yang moderat tetapi signifikan secara statistik. Artinya, meskipun hasilnya belum menunjukkan perubahan besar, pola tersebut cukup kuat untuk menunjukkan adanya kemungkinan hubungan yang perlu diteliti lebih lanjut.
Selain perubahan skor depresi, penelitian juga mengamati asupan serat para peserta. Berdasarkan catatan pola makan selama penelitian, kedua kelompok intervensi diperkirakan meningkatkan konsumsi serat harian sebesar sekitar 8 hingga 10 gram.
Temuan tersebut penting karena salah satu kekhawatiran terhadap penggunaan jus buah adalah kemungkinan seseorang mengganti buah utuh dengan minuman sehingga kehilangan asupan serat. Dalam penelitian ini, konsumsi jus tidak menghentikan peserta untuk tetap meningkatkan konsumsi makanan nabati yang kaya serat.
Para peserta menyelesaikan empat catatan konsumsi makanan selama penelitian. Setiap catatan menggambarkan makanan dan minuman yang mereka konsumsi dalam 24 jam sebelumnya, yang kemudian digunakan untuk memperkirakan perubahan asupan serat dan pola makan.
Penelitian juga mengamati kemungkinan dampak negatif konsumsi jus buah terhadap kesehatan metabolik. Kekhawatiran tersebut muncul karena jus buah mengandung gula alami yang relatif mudah dikonsumsi dalam jumlah besar.
Namun, selama periode empat minggu, para peneliti tidak menemukan efek merugikan terhadap penanda kesehatan metabolik pada kelompok yang mengonsumsi jus buah atau smoothie sebagai bagian dari intervensi.
Dr. Oliver Shannon, dosen Nutrition and Ageing di Newcastle University sekaligus salah satu penulis senior penelitian, menjelaskan bahwa tekanan biaya hidup di Inggris membuat harga buah dan sayuran segar sering menjadi hambatan bagi masyarakat yang berusaha memperbaiki pola makan.
Menurut Shannon, segelas jus buah atau smoothie setiap hari dapat menjadi salah satu cara praktis untuk membantu seseorang mencapai target konsumsi lima porsi buah dan sayuran.
Shannon juga menilai temuan mengenai skor depresi yang lebih rendah pada kelompok peminum jus buah cukup menjanjikan dan layak diteliti lebih lanjut, terutama pada individu yang memang mengalami kesejahteraan mental yang buruk.
Temuan tersebut juga mendukung penelitian sebelumnya yang melaporkan peningkatan aliran darah otak dan fungsi kognitif setelah konsumsi jus berbahan jeruk. Menurut Shannon, perubahan pola makan sederhana seperti meningkatkan konsumsi buah, termasuk melalui segelas jus setiap hari, mungkin berperan dalam mendukung kesehatan mental.
Meskipun demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan penting. Jumlah peserta hanya 42 orang dan masa intervensi berlangsung selama empat minggu, sehingga hasilnya belum cukup untuk menyimpulkan bahwa jus buah secara langsung menyebabkan penurunan depresi.
Hasil penelitian lebih tepat dipahami sebagai petunjuk awal bahwa peningkatan konsumsi buah dan sayuran, dengan tambahan jus buah atau smoothie, mungkin memiliki manfaat psikologis yang dapat dipelajari lebih lanjut melalui penelitian berskala lebih besar dan berlangsung lebih lama.
Penelitian terbaru dari Newcastle University menunjukkan bahwa menambahkan satu gelas jus buah 100% atau smoothie setiap hari ke dalam pola makan yang lebih sehat dikaitkan dengan skor depresi yang lebih rendah pada orang dengan konsumsi buah dan sayuran yang sebelumnya rendah. Kelompok tersebut juga berhasil meningkatkan asupan serat tanpa menunjukkan dampak negatif terhadap penanda kesehatan metabolik selama empat minggu. Meskipun jumlah peserta masih kecil, hasil tersebut membuka kemungkinan bahwa perubahan pola makan sederhana yang membantu seseorang mencapai target lima porsi buah dan sayuran sehari juga dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan mental.
Diolah dari artikel:
“A daily glass of fruit juice was linked to lower depression scores” oleh Newcastle University. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/08/260808235003.htm