Asteroid Purba Menjadi Pemicu Awal Kehidupan di Bumi?

Sumber ilustrasi: Unsplash
06 Juli 2026 16.05 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [06.07.2026] Asal-usul kehidupan di Bumi merupakan salah satu pertanyaan terbesar dalam sains hingga kini. Tumbukan asteroid purba lebih sering dipandang sebagai peristiwa destruktif yang membentuk permukaan planet atau bahkan menyebabkan kepunahan massal, seperti yang terjadi pada dinosaurus. Akan tetapi semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa benturan asteroid juga mungkin memberikan kondisi yang diperlukan bagi munculnya kehidupan.

Sebuah studi terbaru dari Southwest Research Institute (SwRI) memberikan perspektif baru terhadap peran asteroid pada masa awal Bumi. Penelitian yang dipublikasikan dalam AGU Advances menunjukkan bahwa rangkaian tumbukan asteroid miliaran tahun lalu kemungkinan menciptakan sistem hidrotermal berskala luas, yaitu lingkungan berisi air panas yang dianggap sangat mendukung berlangsungnya proses kimia prebiotik sebelum kehidupan pertama muncul.

Untuk menyelidiki kemungkinan tersebut, para peneliti membangun model komputer yang merekonstruksi sejarah benturan asteroid pada Bumi muda. Simulasi memperlihatkan bahwa setiap tumbukan berkecepatan tinggi memecahkan kerak Bumi dan membentuk jaringan rekahan berpori di bawah permukaan. Rekahan-rekahan tersebut memungkinkan air mengalir melalui lapisan atas kerak, menciptakan sistem sirkulasi air panas yang bertahan dalam waktu lama.

Tim peneliti menggunakan shock physics code, sebuah model fisika yang mampu mensimulasikan bagaimana energi tumbukan menghancurkan batuan padat sekaligus menghasilkan wilayah yang permeabel terhadap aliran fluida. Penelitian ini menjadi studi komprehensif pertama yang mengukur secara kuantitatif bagaimana tumbukan asteroid membentuk permeabilitas kerak Bumi, suatu sifat yang memungkinkan air dan fluida lain bergerak di bawah permukaan.

Amanda Alexander, penulis utama penelitian dari Southwest Research Institute, menjelaskan bahwa pemodelan tersebut penting untuk memahami lingkungan paling awal yang mungkin menjadi tempat munculnya kehidupan. Menurut Alexander, meskipun tumbukan asteroid sering diasosiasikan dengan kehancuran, pemboman asteroid kemungkinan justru berperan besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung berlangsungnya reaksi kimia prebiotik.

Bumi diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu dan segera memasuki periode pemboman asteroid yang sangat intens. Setiap tumbukan menghasilkan energi luar biasa yang menghancurkan volume batuan sangat besar di bawah permukaan, menguapkan material, serta menyebarkan batuan cair ke berbagai wilayah.

Panas dari tumbukan tersebut kemudian berpadu dengan panas geotermal alami Bumi. Kombinasi keduanya diperkirakan menggerakkan air panas melewati jaringan rekahan yang baru terbentuk, sehingga menghasilkan sistem hidrotermal yang menyerupai kawasan geyser modern seperti Yellowstone National Park. Lingkungan semacam ini telah lama dianggap sebagai salah satu kandidat utama tempat berlangsungnya proses awal pembentukan molekul-molekul kehidupan.

Untuk menguji berbagai kemungkinan, para peneliti mensimulasikan tumbukan asteroid dengan ukuran dan kecepatan yang berbeda-beda. Berbagai komposisi kerak Bumi serta kondisi temperatur awal juga dimasukkan ke dalam model sebelum dihitung berapa banyak batuan retak yang mampu mengalirkan air setelah setiap tumbukan.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa satu tumbukan asteroid berukuran besar pada masa awal Bumi dapat menghasilkan aktivitas hidrotermal hingga sekitar 100 kali lebih besar dibandingkan seluruh aktivitas hidrotermal yang terdapat di kawasan Yellowstone saat ini. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa sistem hidrotermal purba kemungkinan jauh lebih luas dan lebih aktif daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Alexander menambahkan bahwa karena kehidupan mungkin berasal atau berkembang di lingkungan hidrotermal, memahami bagaimana sistem tersebut terbentuk akibat tumbukan asteroid menjadi sangat penting. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menggambarkan secara lebih rinci karakteristik sistem hidrotermal purba beserta kondisi kimia yang berkembang di dalamnya.

Analisis lebih lanjut juga menunjukkan bahwa jumlah batuan retak yang terbentuk terutama ditentukan oleh energi tumbukan, yang bergantung pada ukuran dan kecepatan asteroid. Sementara itu, tingkat permeabilitas batuan dipengaruhi oleh gradien panas bumi dan komposisi kerak Bumi. Para peneliti turut memasukkan frekuensi tumbukan asteroid ke dalam model untuk menghitung dampak kumulatif selama ratusan juta tahun pertama sejarah planet.

Berdasarkan seluruh simulasi tersebut, para peneliti memperkirakan bahwa lapisan atas kerak Bumi hingga kedalaman sekitar delapan kilometer kemungkinan memiliki permeabilitas yang sangat tinggi sekitar 4,3 miliar tahun lalu. Sebagian besar wilayah tersebut bahkan diperkirakan tetap permeabel hingga sekitar 3,5 miliar tahun lalu. Menurut Alexander, hasil tersebut menunjukkan bahwa tumbukan asteroid menjadi faktor penting yang mengubah sistem hidrotermal kerak Bumi dan memberikan pengaruh besar terhadap evolusi geokimia lingkungan dekat permukaan.

Penelitian terbaru ini memperkuat dugaan bahwa asteroid bukan hanya berperan sebagai agen penghancur dalam sejarah Bumi, tetapi juga sebagai pembentuk lingkungan yang memungkinkan kehidupan muncul. Dengan menciptakan rekahan bawah tanah yang dialiri air panas selama ratusan juta tahun, tumbukan asteroid mungkin menyediakan laboratorium alami bagi berlangsungnya reaksi kimia yang pada akhirnya mengawali evolusi kehidupan di planet kita.

Diolah dari artikel:
“How asteroids may have sparked life on Earth” oleh Southwest Research Institute. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/06/260625014827.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *