Sumber ilustrasi: Unsplash
13 Juli 2026 14.10 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [13.07.2026] Dua gempa besar yang mengguncang Venezuela hanya berselang 39 detik pada 24 Juni yang lalu membuka perhatian baru terhadap bagaimana sistem sesar saling berinteraksi. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di dekat San Felipe, sedangkan gempa kedua bermagnitudo 7,5 berpusat di dekat Yumare. Menurut pejabat pemerintah, bencana tersebut menewaskan ribuan orang dan melukai ribuan lainnya.
Di balik kehancuran yang ditimbulkan, rangkaian gempa tersebut memberikan kesempatan ilmiah yang sangat langka. Para peneliti menilai bahwa peristiwa yang disebut sebagai earthquake doublet atau gempa ganda ini dapat membantu menjelaskan bagaimana gempa besar berkembang dan bagaimana satu patahan dapat memengaruhi patahan lain dalam waktu yang sangat singkat.
Gempa besar biasanya diikuti oleh gempa susulan yang lebih kecil. Pada peristiwa tertentu, gempa yang sangat kuat dapat mengubah distribusi tegangan di sepanjang patahan yang sama maupun pada patahan di sekitarnya. Perubahan tegangan tersebut dapat memicu gempa besar kedua, bukan sekadar gempa susulan biasa.
Peristiwa semacam ini memang jarang terjadi, tetapi bukan tanpa contoh. Rangkaian gempa Kahramanmaraş di Turki pada 2023 dan gempa ganda Harnai di Pakistan pada 1997 merupakan dua kasus yang menunjukkan bahwa gempa besar dapat terjadi berurutan dalam waktu dekat pada sistem patahan yang saling terhubung.
Gempa Venezuela memperkuat pandangan yang semakin berkembang di kalangan seismolog bahwa sesar tidak seharusnya dipahami sebagai struktur yang berdiri sendiri. Di wilayah tempat banyak patahan tektonik bertemu, interaksi antar-sesar dapat menghasilkan gempa yang lebih kompleks dan lebih merusak daripada perkiraan berdasarkan satu patahan saja.
Temuan tersebut sangat relevan bagi California. Sistem Sesar San Andreas berada di tengah jaringan sekitar 300 sesar aktif yang berpotensi saling memengaruhi. Sebagian model bahaya gempa di wilayah tersebut, namun demikian, masih belum sepenuhnya memasukkan interaksi antar-sesar sebagai bagian dari skenario risiko.
Sistem sesar yang terlibat dalam gempa Venezuela mencakup Sesar Boconó, Morón, San Sebastián, dan El Pilar. Sistem tersebut memiliki sejumlah kemiripan dengan Sesar San Andreas di California.
Keduanya merupakan sistem sesar geser mendatar dekstral atau right-lateral strike-slip fault. Pada jenis sesar ini, blok-blok kerak Bumi bergeser secara horizontal melewati satu sama lain.
Kedua sistem juga berada di perbatasan lempeng tektonik. Sistem Venezuela terletak di antara Lempeng Amerika Selatan dan Lempeng Karibia, sedangkan Sesar San Andreas berada di antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara.
Meski memiliki kemiripan, struktur sesar di Venezuela jauh lebih kompleks. Julián García Mayordomo dari Geological and Mining Institute of Spain menjelaskan bahwa batas lempeng Venezuela memiliki arsitektur patahan yang lebih rumit dibandingkan California.
Kerumitan tersebut terutama dipengaruhi oleh keberadaan Blok Maracaibo. Interaksi blok ini dengan sesar-sesar di sekitarnya menciptakan pola deformasi yang lebih kompleks daripada sistem San Andreas.
Perbedaan lain terletak pada kecepatan pergerakan lempeng. Di Venezuela, kedua lempeng bergerak saling melewati dengan kecepatan sekitar 20 milimeter per tahun.
Di sepanjang Sesar San Andreas, laju pergerakannya mencapai sekitar 30 milimeter per tahun. Pergerakan yang lebih cepat memungkinkan tegangan tektonik terakumulasi lebih cepat dalam jangka panjang, meskipun tidak dapat digunakan untuk menentukan kapan gempa berikutnya akan terjadi.
Di Sesar San Andreas, gempa berkekuatan magnitudo 7 atau lebih rata-rata terjadi setiap 100 hingga 200 tahun. Namun, interval tersebut berbeda-beda pada setiap segmen patahan.
Gempa besar terakhir di California Selatan adalah Gempa Fort Tejon bermagnitudo 7,9 pada tahun 1857. Peristiwa tersebut menjadi salah satu gempa terkuat dalam sejarah wilayah tersebut.
Di Venezuela, estimasi laju pergeseran menunjukkan bahwa gempa besar dapat berulang setiap satu hingga dua abad. Wilayah tersebut juga pernah mengalami rangkaian gempa besar pada 1812 yang mencakup peristiwa bermagnitudo 7,5, 7,2, dan 6,5.
Sebuah penelitian pada 2018 menyimpulkan bahwa Sesar Boconó telah mengumpulkan cukup banyak tegangan untuk menghasilkan gempa besar lainnya. Angka pengulangan tersebut tetap merupakan rata-rata statistik.
Kemunculan gempa besar sangat tidak teratur dan dipengaruhi banyak faktor yang belum sepenuhnya dipahami. Gempa berikutnya bisa terjadi satu abad lagi, tetapi juga dapat muncul jauh lebih cepat.
Ketidakpastian tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa gempa ganda Venezuela sangat menarik bagi para ilmuwan. Peristiwa ini menyediakan data langsung mengenai bagaimana dua gempa besar dapat saling berkaitan dalam waktu hampir bersamaan.
Liliane Burkhard dari University of Bern menjelaskan bahwa peristiwa seperti gempa Venezuela dapat menguji konsep interaksi patahan yang selama ini hanya dapat diperkirakan melalui rekonstruksi paleoseismologi.
Penelitian Burkhard di Cajon Pass, California Selatan, menggunakan rekonstruksi gempa masa lalu selama ratusan tahun untuk memahami bagaimana tegangan berkembang dan apakah patahan dapat berpindah dari satu sistem sesar ke sistem lainnya.
Pendekatan paleoseismologi memang memberikan gambaran jangka panjang, tetapi tidak menghasilkan data waktu nyata mengenai apa yang terjadi saat gempa berlangsung. Gempa Venezuela menawarkan kesempatan untuk melihat proses tersebut melalui rekaman seismik modern.
Menurut Burkhard, pelajaran utama bagi California adalah bahwa interaksi antara sesar yang berdekatan dapat memainkan peran besar dalam perkembangan gempa bumi besar.
Di Cajon Pass, Sesar San Andreas dan San Jacinto bertemu dalam suatu kawasan yang sangat kompleks. Kondisi serupa juga terlihat pada hubungan antara Sesar Boconó dan San Sebastián di Venezuela.
Pada lokasi-lokasi seperti itu, model bahaya berbasis satu sesar dapat gagal karena perilaku gempa ditentukan oleh bagaimana tegangan dibagi dan dipindahkan di antara struktur yang saling berdekatan.
Mekanisme gempa Venezuela sendiri tidak sepenuhnya sama dengan skenario yang diteliti di Cajon Pass. Konsep earthquake gate di California membahas kemungkinan satu retakan melompat dari satu sistem sesar ke sistem lainnya dalam satu gempa yang sama.
Gempa Venezuela tampaknya terdiri atas dua retakan terpisah pada dua struktur sesar berbeda yang saling memicu dalam waktu sangat dekat.
Perbedaan tersebut tetap menunjukkan bahwa sesar harus dipahami sebagai bagian dari jaringan tektonik. Burkhard menilai model bahaya gempa perlu bergerak dari pendekatan sesar tunggal menuju pemodelan sistem sesar yang saling terhubung.
Selandia Baru telah menerapkan pendekatan semacam itu setelah Gempa Kaikōura pada 2016. Gempa tersebut mematahkan sedikitnya 12 sesar dalam satu kejadian, sehingga pemerintah merevisi model bahaya gempa nasional untuk memasukkan skenario multifault.
García Mayordomo menilai Venezuela dan Amerika Serikat juga perlu memasukkan skenario gempa kompleks ke dalam penilaian risiko dan standar bangunan. Gempa yang melibatkan banyak sesar dapat menghasilkan guncangan lebih lama dan meningkatkan kelelahan struktur.
Menurut García Mayordomo, kerusakan akibat gempa dapat dianalogikan seperti pertandingan tinju. Pemenang bukan selalu petinju yang memberikan pukulan paling keras, melainkan yang mampu terus memukul lebih lama.
Guncangan yang berlangsung lebih lama dapat memperbesar kerusakan pada bangunan, jembatan, jalan, dan infrastruktur penting. Karena itu, durasi gempa menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kekuatan maksimum guncangan.
Meski gempa Venezuela memberikan banyak pelajaran, para peneliti tetap mengingatkan agar tidak menarik kesimpulan terlalu luas dari satu peristiwa. Judith Hubbard dari Cornell University menegaskan bahwa setiap gempa hanya memberikan satu kemungkinan skenario dan perilaku gempa dapat sangat beragam.
Gempa ganda Venezuela menunjukkan bahwa interaksi antar-sesar dapat memperbesar kompleksitas dan daya rusak suatu gempa. Temuan tersebut menjadi peringatan bagi California bahwa Sistem San Andreas tidak dapat dipahami hanya sebagai satu patahan tunggal, melainkan sebagai bagian dari jaringan ratusan sesar aktif. Dengan memasukkan interaksi multifault ke dalam model bahaya, standar bangunan, dan perencanaan darurat, risiko akibat gempa besar dapat dipahami dan diantisipasi dengan lebih baik.
Diolah dari artikel:
“Venezuela’s devastating ‘earthquake doublet’ holds a warning for California’s San Andreas Fault” oleh María de los Ángeles Orfila. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.